Awas! Terlalu Banyak Nonton TV Mengurangi Produksi Sperma Berbagai macam penyakit dapat menyerang kamu jika terlalu banyak nonton TV (Foto: Pexels/JESHOOTS)

MENGHABISKAN waktu menonton TV di rumah memang paling nikmat, apalagi jika ditemani camilan. Rasanya seharian tidak ingin keluar rumah. Memang sih enggak ada salahnya kamu bersantai seperti itu, apalagi kamu sudah capai kerja di Senin sampai Jumat.

Namun, menonton TV terlalu lama tidak baik juga untuk kamu. Terlebih sambil makan camilan, mau manis atau asin, keduanya sama-sama menyebabkan penyakit. Pasalnya, selama menonton TV, kamu hanya diam sehingga makanan yang diasup tidak terbakar. Karena menumpuk, makanan pun berubah menjadi lemak.

(Foto: Pexels/Tookapic)

Nah, menurut laman Go Dok berikut ini akibat menonton TV terlalu lama.

1. Meningkatkan risiko diabetes

Kalori yang tidak terbakar berubah menjadi lemak. Akhirnya lemak tersebut berubah menjadi glukosan yang menumpuk. Banyaknya tumpukan glukosan pada tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk diabetes, kolestrol, dan kardiovaskular. Yang pasti, menonton TV seharian dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut sebesar 3,4% lo.

2. Mengurangi produksi sperma

Sebenarnya TV dapat menjadi media untuk meningkatkan hubungan asmara dengan pasangan. Namun, terlalu lama menonton TV akan berdampak sebaliknya. Penelitian di Harvard menemukan bahwa laki-laki yang menonton TV lebih dari 20 jam per minggu dapat mengurangi produksi sperma sebesar 44% jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menonton TV. Wah, kalau sudah begini, kamu harus benar-benar atur waktu menonton TV kamu ya.

3. Kurang tidur karena begadang

Acara TV memang menyajikan berbagai macam hiburan. Tidak mengherankan jika banyak orang yang sulit lepas dari acara-acara tersebut. Menonton TV bisa membuat ornag lupa waktu hingga akhirnya jadi sering begadang. Berbagai macam penyakit siap menyerang orang yang suka bergadang. Sebagai contoh, meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, diabetes, pengeroposan tulang atau osteoporosis, obesitas, hingga hilangnya kemampuan fokus dan berkonsentrasi.

4. Memengaruhi kata pertama pada bayi

Bagi kamu yang memiliki bayi, awasi dia saat menonton TV. Kalau bisa, jangan biarkan si kecil terlalu lama berada di depan layar TV. Selain itu, kamu harus memberikan program TV yang baik-baik. Pasalnya, ungkapan dari tayangan televisi dapat menginspirasi mereka melontarkan kata-kata pertama.

Baca juga: Suka Minum Obat dengan Pisang? Ternyata Ada Risikonya

5. Merusak mata

Tentu saja memandang layar televisi terlalu lama tidak baik untuk mata kamu. Apalagi jika kamu menonton televisi dengan kondisi lampu padam. Mata pun akan cepat rusak dan rabun, terlebih bagi anak-anak.

6. Mengisolasi diri

Perasaan kesepian dan depresi dapat menyebabkan seseorang hanya menghabiskan waktu dengan menonton televisi seharian. Apalagi jika ditambah dengan penggunaan ponsel pintar dan alat permainan elektronik lainnya. Orang tersebut akan semakin mengisolasi individu atau memperlihatkan perilaku antisosial.

7. Mempersingkat hidup

Ternyata telalu lama menonton TV dapat mengurangi umur. Bahkan bisa saja menyababkan kematian dini bagi individu. Penelitian yang ditulis Journal of American Heart Association menjelaskan menonton TV lebih dari 3 jam dapat meningkatkan risiko hidup lebih singkat dua kali lipat, bahkan mengurangi hidup sebanyak 8 tahun.

8. Memperbesar ukuran pinggang

Karena hanya berdiam, menonton TV menyebabkan lemak menumpuk terlebih saat ditemani dengan camilan. Hasilnya kamu pun akan mengalami obesitas dan ukuran pinggang membesar. Obesitas juga dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit lainnya, seperti diabetes, serangan jantung, stroke, dan kolesterol. Selain itu, secara psikologis, promosi camilan dan makanan ringan di televisi juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan kamu.

Nah, Sahabat Merah Putih, mulai sekarang batasi waktu nonton TV kamu ya! (ikh)

Baca juga: Menghilangkan Bekas Jerawat Cukup dengan Es Batu

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH