Mengenal Infeksi Listeria akibat Jamur Enoki Bakteri listeria ditemukan di jamur enoki.(Foto: Maangchi)

TANAMAN jamur putih berbentuk panjang tipis bernama enoki sedang ramai diperbincangkan. Hal itu terjadi sejak Kementan RI menyampaikan sebuah kabar yang sangat mengejutkan pada 25 Juni. Ternyata varian jamur tersebut sudah terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang dapat menyebabkan penyakit listeria loh.

BACA JUGA:

Pakai Masker Demi Kesehatan Orang Lain


1. Apa itu penyakit listeria?

listeria
Gejala penyakit ini antara lain demam, sakit kepala, dan mual. (Foto Pexels@Andrea Piacquadio)

Listeria merupakan infeksi bakteri yang terjadi akibat keracunan makanan. Sebenarnya penyakit itu tidak berbahaya untuk orang yang sehat. Namun, hal itu akan sangat berisiko untuk perempuan hamil, lansia, dan mereka yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Alodokter menyebut gejala yang muncul pada individu yang terinfeksi listeria, ,antara lain mual, demam, diare, serta nyeri otot. Bahkan pada sekelompok orang gejala yang terlihat bisa berupa kejang, sakit kepala, leher kaku, dan hilang keseimbangan. Menurut Prof Ratih Dewanti, pakar pangan dari IPB, infeksi itu bisa menyebabkan sakit berkelanjutan hingga meninggal dunia jika dibiarkan terus-menerus.

Infeksi itu disebabkan bakteri Listeria monocytogenes yang memang terdapat di lingkungan pertanian. Bakteri itu ering pula ditemukan pada sayuran mentah, susu yang tidak dipasteurisasi, daging hewan, maupun produk makanan kemasan. Bakteri listeria memiliki karakter tahan terhadap suhu dingin sehingga memperbesar kemungkinan penyebaran dengan makanan lain jika disimpan di tempat yang sama. Untuk menghilangkannya, perlu dilakukan pemanasan dengan suhu minimal 75 derajat celsius.

2. Penemuan bakteri Listeria Monocytogenes pada jamur enoki di Indonesia

listeria
Hasil penelitian tunjukkan cemaran bakteri di jamur enoki.(Foto Pexels@Anna Shvets)

Melalui rilis Kementan Nomor 775/R-KEMENTAN/06/2020, Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng, Kepala Badan Ketahanan Pangan menyebutkan awalnya Indonesia mendapatkan informasi bahaya jamur enoki ini dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN). INFOSAN memberikan informasi terkait kejadian luar biasa (KLB) di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia pada Maret hingga April 2020 karena mengkonsumsi jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan.

Tanpa berlama-lama, BKP selaku competent contact point (CCP) INRASFF Kementerian Pertanian langsung melakukan investigasi. Pada 21 April dan 26 Mei 2020, petugaa OKPP telah melakukan sampling dan meminta pihak importir untuk tidak mengedarkan jamur itu sampai investigasi rampung.

Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech dengan nomor hasil uji SIG.CL.2020.013381 tanggal 5 Mei dan SIG.CL.62020.017013 tanggal 10 Juni 2020, lima lot jamur tidak memenuhi persyaratan. Alasanya, ditemukan bakteri L monocytogenes dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g. Jumlah itu melewati ambang batas normal.

Setelahnya, berdasarkan UU Pangan No 18/2012 Pasal 90, PP 86/2019 Pasal 28 dan Permentan 53/2018, Badan Ketahanan Pangan memutuskan memberlakukan beberapa hal. Pertama, memerintahkan importir untuk menarik dan memusnahkan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan. Pada 22 Mei dan 19 Juni, 1.633 karton jamur enoki seberat 8.165 kg sudah dimusnahkan di PT Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi.

Badan Ketahanan Pangan juga meminta OKKP Daerah dan Badan Karantina Pertanian untuk mengawasi penjualan jamur enoki asal Korea Selatan itu. Tidak lupa, badan itu menyampaikan pemberitahuan kepada negara produsen agar melakukan tindakan koreksi.

3. Tindakan yang harus dilakukan selanjutnya

listeria
Lakukan tindakan pencegahan seperti memasak sampai benar-benar matang agar terhindar dari bakteri.(Foto Pexels@Clem Onojeghuo)

Melalui kejadian ini, pelaku usaha perlu menerapkan praktik sanitasi di seluruh tempat dan rantai produksi agar mencegah kontaminasi silang ke makanan lain. Bahkan, produsen juga diminta melakukan pengujian laboratorium jika diperlukan. Lalu segera memisahkan jamur enoki yang diimpor dari Green Co Ltd dan mengembalikannya kepada distributor.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati lagi dalam membeli produk pangan segar yang berasal dari tumbuhan. Jika ingin membeli, pastikan pangannya sudah terdaftar ya. Soalnya semua makanan yang terdaftar akan ditandai dengan nomor pendaftaran PSAT.

Selain itu, karena bakteria liateria dapat bertahan hidup di kulkas dan freezer, kamu perlu melakukan beberapa tindakan pencegahan. Cucilah tangan dengan air hangat dan sabun sebelum maupun sesudah menyiapkan makanan. Bersihkan peralatan masak dengan air hangat. Jangan lupa untuk mencuci sayuran mentah dengan air mengalir. Pastikan makanan yang dimasak benar-benar matang. Dan tentunya tidak mengonsumsi makanan seperti jamur enoki yang memang sudah tercemar bakteri tersebut.

Walaupun sampai saat ini belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa di Indonesia karena bakteri liateria pada jamur enoki, kewaspadaan tetap wajib diterapkan. Bijaklah dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, kita dan orang-orang tercinta bisa terhindar dari bakteri berbahaya ini.(sam)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH