Menengok Sejarah Tigaraksa sebagai Puspemkab Tangerang Tugu Tiga Tumenggung berdiri kokoh di pertigaan sebelum memasuki Puspemkab Tangerang, tepatnya di pertigaan Bugel, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Foto: MerahPutih/Wid)

MerahPutih Budaya – Asal-muasal nama "Tigaraksa", salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang yang saat ini menjadi Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang ternyata memiliki dua latar belakang sejarah yang berbeda.

Versi buku kumpulan dongeng yang diterbitkan oleh Kantor Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang, nama "Tigaraksa" berasal dari legenda tiga raksasa yang kala itu hidup di wilayah tersebut.

Namun, berdasarkan data pada Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Tangerang, nama "Tigaraksa" berasal dari nama tiga orang tumenggung yang diutus oleh Sultan Agung Turtayasa dari Kesultanan Banten untuk membuat basis pertahanan di wilayah perbatasan Banten dengan Batavia dari serangan Belanda pada abad ke-16. Nama tiga tumenggung ini adalah Tumenggung Arya Yudha Negara, Arya Jaya Santika, dan Arya Wangsakara.

“Nama tiga tumenggung ini yang menjadi sejarah berdirinya nama 'Tigaraksa', dan menjadi nama salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang,” ujar Kepala Disporbudpar Kabupaten Tangerang Syaefulah kepada merahputih.com, Selasa (20/09).

Seiring dengan pemekaran wilayah dengan terbentuknya pemerintah Kota Tangerang, kata Syaefulah, pada tanggal 27 Februari 1993 dan berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1993, maka pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang dipindah ke Tigaraksa.

Untuk mengabadikan nama tiga tumenggung tersebut, tepat di pertigaan sebelum memasuki kawasan Puspemkab Tangerang dibangun tugu yang diberinama Tugu Tumenggung.

Sementara itu, pustakawan Kabupaten Tangerang Ernawati mengungkapkan, buku kumpulan Dongeng Sejarah Tigaraksa ini adalah hasil dari lomba menulis yang diselenggarakan oleh Perpusda Kabupaten Tangerang.

“Hampir setiap tahun, cerita legenda Tigaraksa ini dijadikan bahan perlombaan storytelling anak-anak SD, SMP, dan SLTA yang diselenggarakan oleh Perpusda,” katanya. (Wid)

BACA JUGA:

  1. Festival Budaya Tangerang International Folklore
  2. Kota Tangerang Jadi Tuan Rumah Festival Budaya International Folklore
  3. Pemerintah Kurang Berikan Perhatian Bagi Atlet Tinju Tangerang
  4. Pemburu Takjil Menyemut di Pasar Lama Tangerang
  5. Masjid di Serpong Tangerang Ini Hasil Karya Ridwan Kamil


Noer Ardiansjah