Mendidik Anak Jadi Kreatif lewat Program Kreasi Anak Indonesia Kompetisi DKAI merangsang anak berpikir kreatif. (foto: MP/Ikhsan Digdo)

SALAH satu brand susu Indonesia menggelar ajang untuk mendukung siswa sekolah dasar (SD) berpikir kreatif. Program yang dihelat Dancow FortiGro ini bertujuan agar anak-anak SD bisa peduli dengan permasalahan yang ada di sekitar mereka. Program tersebut bertajuk Dancow Kreasi Anak Indonesia (DKAI).

DKAI merupakan kompetisi antarsekolah yang mengharuskan siswa berpikir kreatif untuk menghasilkan ide kreasi. Sebanyak empat bidang bisa mereka pilih untuk mengaplikasikan ide tersebut, yakni ilmu pengetahuan dan teknologi, nutrisi, lingkungan, dan seni & kreativitas.

BACA JUGA: Busy Box, Terapi Mainan Anak Down Syndrome

Program tersebut diikuti siswa kelas 3-5 SD dan sudah berlangsung 15 Maret-30 Juni 2019. Sebanyak 1.200 siswa telah mendaftarkan ide kreasi mereka. Pengumuman pemenang dilakukan Selasa (5/11) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. "Kami menyadari bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai inovator masa depan," ujar Business Executive Officer Dairy PT Nestle Indonesia, Windy Cahyaning Wulan.

kompetisi DKAI
Lewat kompetisi, anak-anak diajak untuk berpikir kreatif. (foto: MP/Ikhsan Digdo)

Juara pertama kompetisi ini ialah SDIT AI Hikmah. Sekolah dasar di Bekasi itu menciptakan inovasi berupa robot pembersih daun di sekolah. Robot tersebut dapat membersihkan dedaunan yang berserakan di lingkungan sekolah. Pergerakan robot dikendalikan secara otomatis menggunakan sensor jarak.

Sebelum mengumumkan pemenang, pada Juli 2019 kompetisi ini mengumumkan 20 ide kreasi terbaik. Para finalis kemudian diberikan kesempatan hingga Agustus 2019 untuk mengembangkan prototipe milik mereka.

kompetisi DKAI
Kreasi robot menjadi juara 1. (foto: MP/ikhsan Digdo)

Pada acara Awarding Night DKAI, terpilih tiga ide kreasi terbaik berdasarkan hasil penjurian final. Para juri berasal dari Dancow serta juri tamu artis Dik Doang dan Shahnaz Haque "Siswa kelas 3-5 SD pada umumnya sudah mulai dapat memecahkan masalah secara logis," ungkap Shahnaz Haque.(ikh)

BACA JUGA: Facebook Luncurkan Logo Baru Perusahaan

Kredit : digdo


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH