Memperkenalkan Anggrek Vanda Douglas Sebagai Ikon Kota Tangerang  Selatan Anggrek Vanda Douglas, Ikon Kota Tangsel (foto: @ cemore)

MerahPutih budaya- Bunga Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti indonesia. Berbagai jenis anggrek tumbuh mekar di berbagai penjuru tanah air dan memiliki keunikan masing-masing.

Pembudidayaan anggrek yang terbilang cukup mudah membuat masyarakat indonesia berlomba-lomba menanam tanaman yang satu ini, meskipun hanya dijadikan sebagai penghias pekarangan rumah.

Pasalnya, keindahan warna dan bentuk bunga anggrek sangat menarik banyak orang khususnya wanita untuk dijadikan hiasan. Dengan semakin banyaknya peminat tanaman anggrek, bisnis dan pasarnya pun semakin terbuka lebar, sehingga petani anggrek pun banyak menyebar diberbagai daerah indonesia.

Sekilas menengok budidaya tanaman anggrek, Sejumlah wilayah/provinsi di indonesia telah lama memulai pembudidayaan tanaman ini. Ada sejumlah provinsi, Kabupaten/kota yang telah bertahun-tahun melestarikan anggrek sebagai tanaman hias yang mendatangkan rezeki bagi petaninya.

Salah satu lokasi pembudidayaan Angrek Vanda Douglas di Tangerang Selatan (foto: Anggrektanah blogspot.com).

Berkaca dari keindahan dan mudahnya membudidayakan anggrek, di Tangerang Selatan Banten, mulai digalakkan pembudidayaan tanaman ini sebagai salah satu ikon kota.

Ya, Anggrek Vanda Douglas kini menjadi salah satu varietas anggrek yang sedang dikembangkan di kota yang baru saja berdiri itu. Keindahan warna dominan ungu disertai kelopak bunga yang agak mekar menjadikan anggrek jenis ini banyak di minati pasar.

Didorong oleh Pemda Tangsel, Anggrek Vanda pun kian melejit. Lokasi pembudidayaan semakin banyak, petani semakin menikmati hasil karyanya dan tak kalah penting permintaan pasar semakin menyebar.

Berdasarkan data yang dihimpun merahputih.com, permintaan Anggrek Vanda Douglas tahun ke tahun semakin meningkat di pasaran. Pada tahun 2012 mencapai 5,5 juta tangkai, kemudian meningkat menjadi 6 juta tangkai pada 2013, 2014 sebanyak 7 juta tangkai, hingga tahun ini diperkirakan permintaan akan meningkat seiring semakin luas pangsa pasar bunga anggrek.

Dengan semakin banyaknya permintaan itu, Anggrek khas Tangsel ini, mulai menjadi komoditas yang menggerakkan usaha pertanian Tangerang Selatan. Buktinya, semakin banyak lahan yang dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman. Hingga saat ini, Tangerang Selatan sudah mempunyai lahan yang cukup luas untuk budidaya anggrek, Pamulang dan Setu menjadi basis pengelolaannya. Bahkan, Pemda Tangsel berencana akan kembali membuka lahan untuk pembudidayaan anggrek jenis ini yaitu di sekitar wilayah Ciater, Serpong.

Upaya mengangkat nama anggrek vanda douglas sebagai salah satu ikon Kota Tangerang Selatan, turut pula disosialisasikan melalui berbagai media dan oleh berbagai instansi Tangsel baik negeri maupun swasta. Penanaman anggrek di sekitar kantor dan halaman rumah menjadi kiat nyata bagi misi tersebut. Pembentukan kelompok tani, hingga pemberdayaan sumber daya manusia melalui pelatihan tata cara pengelolaan tanaman anggrek terus dilakukan sebagai salah satu pola melestarikan anggrek. (fdi)

BACA JUGA:

  1. Tandon Ciater Destinasi Wisata Baru Bagi Masyarakat Tangsel
  2. Cemore Lagu Daerah Tangsel Sarat Harmonisasi Budaya
  3. Wow, Ada Pusat Oleh-Oleh Khas Kota Tangsel
  4. Airin: Warga Eks-Gafatar Tangsel Akan Dibina
  5. KPU Tangsel Tetapkan Airin-Davnie Sebagai Pemenang Pilkada


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH