Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Minggu, 03 Mei 2020
Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

Ilustrasi Raden Patah. (Wikipedia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENERBITAN buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara karya Slamet Muljana pada 1968 membuat geger. Dalam buku tersebut, Muljana, doktor bidang sejarah dan filologi Universitas Louvain, Belgia, menera sebagian Wali Songo dan Raden Patah berdarah Tionghoa.

Simpulan itu didapat setelah meneliti sumber-sumber sejarah tradisional berupa Serat Kandha, Babad Tanah Jawi, dan Laporan Residen Poortman mengenai Naskah Kronik Cina asal Klenteng Sam Po Kong.

Baca juga: Tradisi "Besaran", Ziarah Makam Wali Dianggap Setara Naik Haji

Raden Patah, menurut Muljana, merupakan putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit dengan Putri Tiongkok, anak Kyai Batong (Tan Go Hwat). Patah memiliki nama Tionghoa, Jin Bun, lahir di Palembang pada 1455.

Jin Bun tersohor dengan Raden Patah kemudian bertandang ke Jawa pada 1474. Dengan bantuan para Wali Songo, lanjut Muljana, Patah mendirikan kerajaan Demak. Di saat kondisi hubungan Majapahit dengan kerajaan-kerjaan pesisir goyah, Demak menyerang dan Patah berperang melawan ayahnya sendiri, Prabu Brawijaya.

Raden Patah
Slamer Muljana. (Wikipedia)

Demak berhasil menaklukan Majapahit. Kemenangan Demak mengakhiri eksisntensi kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa.

Simpulan Muljana mengenai asal-usul Raden Patah menuai kritik tajam. Para sejarawan menyoroti sumber-sumber utama pada buku tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak autoritatif.

Baca juga: Didi Kempot Bikin Lagu 'Ojo Mudik' Kolaborasi dengan Wali Kota Solo

Dalam sebuah wawancara khusus di harian Sinar Harapan, 11 Oktober 1971, Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, Sejarawan UGM, mementahkan simpulan Slamet Muljana dengan mengatakan tidak pernah ada Residen Semarang bernama Poortman. Hingga kini, sumber tulang punggung narasi besar Slamet Muljana, Naskah Kronik Cina asal Klenteng Sam Po Kong, tidak pernah ditemukan.

Lantaran menuai kontroversi, Jaksa Agung Republik Indonesia mengerluarkan putusan No. 043/DA/6/1971, tertanggal 26 Juni 1971, melarang peredaran buku Slamet Muljana di seluruh Indonesia karena dapat mengganggu ketertiban umum. Larangan tersebut sejatinya memiliki kerangka sosial berkait sedang meningginya sentimen anti-China usai peristiwa 1965.

Raden Patah
Masjid Demak. (simas.kemenang.do.go.id)

Bukan hal mudah menelusuri sosok Raden Patah secara utuh. Tome Pires, duta Portugis untuk Malaka mengujungi Jawa pada abad 16, menuliskan pengalaman mengujungi Jawa dan berjumpa seorang penguasa muslim bernama Badruddin atau Pate Rodin atau Kamaruddin pada Suma Oriental. Mungkinkah Pate Rodin identik dengan Raden Patah sebagai pendiri Demak?

Pandangan berbeda disampaikan HJ de Graaff, Indoloog asal Belanda dan MC Ricklef dalam buku Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI: antara historis dan mitos, mengungkapkan pendiri Demak merupakan seorang Tionghoa Muslim bernama Cek Ko Po, ayah Badruddin atau Kamaruddin atau Pate Rodin.

Sementara, menurut laporan Antonio Pigafetta pada First Voyage Round The World, penguasa Demak pertama bernama Pate Unus.

Masih diperlukan riset mendalam mengenai sosok Raden Patah agar sosoknya tak lagi berbalut mitos begitu tebal. (*)

Baca juga: Pertahankan Imun, Pilih Takjil yang Sehat

#Raden Patah #Wali Songo #Puasa
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan puasa wajib.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Hari ini puasa ke berapa? Minggu 8 Maret 2026 merupakan puasa ke-18 Ramadan 1447 H menurut penetapan Kementerian Agama Republik Indonesia. Simak juga jadwal imsakiyah hingga akhir Ramadan
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Lifestyle
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Apa itu fidyah dan bolehkah dibayar secara dicicil? Simak penjelasan lengkap tentang hukum fidyah, dalil Al-Qur’an, dan pendapat ulama terkait kewajiban ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Bagaimana hukum puasa bagi orang sakit dalam Islam? Simak penjelasan berdasarkan Al-Qur’an tentang kapan boleh berbuka, qadha puasa, hingga kewajiban fidyah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Hukum Puasa bagi Orang Sakit Menurut Islam, Kapan Boleh Tidak Berpuasa?
Fun
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Apakah puasa sambil main game seharian bisa membatalkan? Era digital ini menimbulkan pertanyaan baru soal hukum bermain game saat puasa.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Bermain Game Seharian saat Puasa Ramadan, Batal atau Tidak?
Fashion
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Masalah dehidrasi kerap terjadi selama bulan Ramadan karena cairan yang masuk ke dalam tubuh jauh berkurang saat menjalani puasa.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Cara Mudah Bebas dari Ancaman Dehidrasi Kulit Saat Puasa
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Beberapa pengidap gangguan pernapasan membutuhkan obat seperti inhaler untuk melonggarkan pernapasan yang sesak.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Apakah Menggunakan Inhaler Membatalkan Puasa?
Lifestyle
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Makna Imsak ternyata bukan hanya sekadar tanda berhenti makan dan minum. Imsak menjadi sebuah simbol kesiapan sebelum memasuki waktu puasa.
Soffi Amira - Jumat, 27 Februari 2026
Makna Imsak dalam Tradisi Ramadan, Bukan Cuma Sekadar Tanda Berhenti Makan
Lifestyle
Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Apakah inhaler membatalkan puasa? Bagaimana dengan minyak angin? Simak penjelasan fikih lengkap beserta dalil dan pendapat ulama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Pakai Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Bagikan