Membedakan Kompor Gas, Listrik dan Induksi Warga Solo, Jawa Tengah mulai memanfaatkan kompor listrik untuk memasak. (MP/Ismail)

TERSIAR kabar bahwa pemerintah akan mengubah penggunaan kompor gas menjadi kompor listrik dan induksi. Namun pemeirntah menyebutkan bahwa hal itu baru wacana dan tengah diujicoba di beberapa tempat saja.

Apa sih sebenarnya perbedaan antara tiga jenis kompor ini? Tentunya ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kompor ini.

Baca Juga:

1.000 Warga Solo Jadi Sasaran Percontohan Konversi Kompor Gas LPG ke Kompor Listrik

kompor
Kompor gas memiliki panas yang tepat untuk memasak. (Unsplash/KWON JUNHO)

Kompor gas

Kompor gas di Indonesia sudah jamak untuk memasak. Kompor gas menggantikan kompor minyak tanah yang secara luas pernah dipakai di Indonesia.

Menggunakan kompor gas lebih disukai karena pengaturannya yang mudah. Cukup dengan mengontrol knop kompor untuk mengeluarkan gas yang mengatur besar api yang diinginkan. Kompor ini menjadi lebih sederhana bila dibandingkan dengan kompor listrik atau induksi yang harus memilih level yang diinginkan. Kemudian panas yang dihasilkan pun lebih kuat

Hanya saja saat memasak dapur akan terasa lebih panas dan tidak nyaman, terutama dapur kecil. Ini disebabkan oleh rentang sambungan kompor yang memancarkan hawa panas ke seluruh ruangan. Selain itu, untuk membersihkannya pun membutuhkan usaha ekstra, karena adanya celah di sekitar pembakaran.

Kompor listrik

Sebenarnya antara kompor listrik dan induksi, keduanya sama-sama menggunakan listrik. Namun, yang menjadi pembeda adalah mekanisme pemanasannya. Kompor listrik menggunakan panas terpusat, lalu di bawah permukaan kompor biasanya terbuat dari kaca atau keramik. Kemudian terdapat gulungan logam yang dipanaskan dengan arus listrik.

Saat logam sudah menjadi panas, ia mulai memancarkan sinar inframerah, energi itu memanaskan seluruh permukaan kompor menghasilkan panas yang merata saat memasak. Bila meletakan panci di permukaannya, maka panas kemudian dipindahkan ke peralatan masak itu.

Elemen pemanas listrik yang tidak begitu menghasilkan banyak panas di sekitar, menjaga dapur menjadi tetapi nyaman selama memasak. Selain itu, kenyaman dari kompor listrik adalah lebih mudah untuk dibersihkan karena bentuknya yang minimalis.

Tentunya ada kekurangannya yakni elemen listrik yang sangat panas dan tinggi, membuat kompor yang telah dimatikan tidak mudah dingin secepat kompor gas. Jadi ketika kamu ingin membersihkannya perlu kehati-hatian.

Permukaannya yang terbuat dari kaca dan keramik dan halus, membuat kompor ini lebih rentan terhadap kerusakan akibat goresan atau benturan. Bahkan dapat retak jika terkena air dingin saat kompor masih panas. Kemudian perlu perawatan yang rutin, dan beban biaya listrikmu menjadi meningkat.

Baca Juga:

Ternyata, Pemerintah Lakukan Uji Coba Penggunaan Kompor Listrik Kurangi Subsidi LPG

kompor
Kompor listrik tidak membuat dapur menjadi panas. (Unsplash/Christian Mackie)

Kompor induksi

Kompor induksi menggunakan listrik sebagai sumber dayanya. Dapat dikatakan bahwa kompor induksi adalah penyempurnaan dari kompor listrik. Perbedaan utamanya, kompor induksi menggunakan kumparan tembaga yang menciptakan arus magnet dengan alat masak. Sehingga panas yang dihasilkan langsung menuju alat masak yang digunakan.

Tentu ini menjadikan permukaan kompor induksi tidak akan terasa panas seperti kompor listrik. Jadi kamu tidak perlu khawatir ketika membersihkannya.

Kemudian nilai lebih lainnya adalah dari sisi waktu yang lebih cepat. Kompor induksi dapat merebus air dalam waktu sekitar dua kali lipat lebih cepat dibandingkan kompor gas. Panas yang lebih cepat dan lebih efisien membuat makanan menjadi siap disajikan lebih cepat.

Namun, kekurangan dari kompor induksi adalah harganya yang lebih mahal dibandingkan kompor lainnya. Kompor induksi juga hanya dapat digunakan pada peralatan masak yang terbuat dari bahan feromagnetik. (nbl)

Baca Juga:

PLN Bagikan Kompor Listrik di Solo, Gibran Sebut Masih Banyak Rumah yang Daya Listriknya 450 VA

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pesan dari Cantika Abigail untuk Sesama Penyintas Psoriasis
Fun
Pesan dari Cantika Abigail untuk Sesama Penyintas Psoriasis

Cantika Abigail menjadi penyintas autoimune psoriasis sejak 2011.

Mengulik Trailer Perdana Serial She-Hulk Attorney at Law
ShowBiz
Mengulik Trailer Perdana Serial She-Hulk Attorney at Law

Trailer pertama She-Hulk: Attorney At Law memperkenalkan Jennifer.

Bukti Bahwa Menjadi Anggota Kerajaan Tidak Mudah
Fun
Bukti Bahwa Menjadi Anggota Kerajaan Tidak Mudah

Ada berbagai kebiasaan tidak terduga

Sandiaga Uno Yakin Produk Lokal Tidak Kalah Bersaing
Fun
Sandiaga Uno Yakin Produk Lokal Tidak Kalah Bersaing

Produk-produk lokal tidak kalah bersaing ketika memiliki tekad yang kuat.

Manisnya Bikin Lupa Daratan, 4 Dessert Slovenia yang Wajib Kamu Coba
Fun
Remaja, Target Karya Sastra Populer
Fun
Remaja, Target Karya Sastra Populer

Produsen dengan sengaja menciptakan ruang-ruang pasar bagi para remaja.

10 Tahun 'Gangnam Style', K-Pop makin Kencang Goyang Dunia
Fun
10 Tahun 'Gangnam Style', K-Pop makin Kencang Goyang Dunia

Dalam sekejap, Psy, yang sudah terkenal di negeri asalnya, berubah menjadi fenomena global.

Tips Berbisnis Produk Kecantikan dengan Menjadi Reseller
Fun
Tips Berbisnis Produk Kecantikan dengan Menjadi Reseller

Ada beberapa cara agar kamu bisa menjadi seorang reseller yang sukses

Alasan Harus ke Indonesia Coffee Events 2022
Fun
Alasan Harus ke Indonesia Coffee Events 2022

ICE 2022 menyajikan banyak hal menarik.

Pembelajaran Daring Jadi Tren Pembelajaran Masa Depan
Fun
Pembelajaran Daring Jadi Tren Pembelajaran Masa Depan

Pola belajar kolaborasi di dunia pendidikan akan sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan.