Menelusur Keunikan Arsitektur Masjid Peninggalan Sunan Ampel Masjid Sunan Ampel (Instagram/andika.pujangkoro)

SEBAGAI negara Islam terbesar di dunia, Indonesia banyak memiliki bangunan masjid bersejarah. Masjid-masjid ini tersebar di berbagai daerah. Salah satunya Masjid Sunan Ampel di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Masjid tertua ke-3 di Indonesia ini dibangun oleh Raden Achmad Rachmatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Ampel pada tahun 1421. Bangunan tersebut menjadi saksi bisu penyebaran Islam di tanah Jawa khususnya daerah Jawa Timur.

Masjid Ampel punya keunikan di bidang arsitekturnya. Terdapat simbol rukun Islam berupa lima gapura yang tersebar di area masjid. Gapura-gapura ini diberi nama gapuro munggah, poso, ngamal, madep, dan paneksen.

Masjid Sunan Ampel (Instagram/dinapms)
Masjid Sunan Ampel (Instagram/dinapms)

Gapuro Munggah merupakan simbol rukun Islam kelima, ibadah haji. Gapura ini berada di depan pintu gerbang pertama di Jalan Sasak. Di sebelah selatan masjid terdapat Gapuro Poso dari simbol rukun Islam keempat, puasa.

Masuk ke area halaman terdapat Gapuro Ngamal yang menjadi bentuk dari rukun Islam ketiga, zakat. Di area gapura ini jamaah bisa beramal untuk biaya perawatan masjid dan kegiatan keagamaan. Kemudian di sebelah barat bangunan masjid ada Gapuro Madep interpetasi rukun Islam kedua, Salat. Gapura ini dibangun megarah ke arah kiblat.

Terakhir adalah Gapuro Paneksen, simbol dari rukun Islam pertama, syahadat. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, paneksen sendiri memiliki arti kesaksian. Gapura ini adalah gerbang menuju makam, sehingga bisa juga berarti mengingat kematian.

Tiang Masjid yang berjumlah 16 buah (Instagram/chowchon1013)
Tiang Masjid yang berjumlah 16 buah (Instagram/chowchon1013)

Bukan hanya gapura, simbol keislaman lainnya juga terdapat pada atap masjid berbentuk piramida bersusun tiga. Susunan ini memiliki arti Islam, Iman dan Ihsan. Tiga elemen ini adalah inti dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah.

Atap-atap yang tersusun itu ditopang oleh empat pilar utama terbuat dari jati berukuran 17 x 0,4 x 0,4 meter tanpa sambungan. Di dalam masjid terdapat tiang penyangga berjumlah 16 dengan ketinggian masing-masing 17 meter. Angka 17 ini bermakna jumlah salat wajib setiap hari. (*)

Selain artikel ini kamu juga bisa baca Tak Hanya Alquran Berukuran Mini, Ini Pusaka Lain Masjid Darussalam Bogor!

Kredit : yani


Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH