Kuliner

Masakan Asin Dianggap Kebelet Kawin

annehsannehs - Rabu, 10 Februari 2021
Masakan Asin Dianggap Kebelet Kawin

Masak keasinan dianggap pengen kawin. (Foto: Pixabay/onefox)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MITOS rasanya merupakan kepercayaan yang sudah awam terdengar di Indonesia. Biasanya, mitos-mitos ini pun berbeda-beda, tergantung daerah dan kepercayaan setempat. Salah satu mitos yang paling terkenal adalah "masak keasinan pertanda mau menikah".

Walau tidak masuk akal. mitos-mitos ini pun memang cukup menghibur untuk didengar. Kemungkinan, dahulu kala mitos-mitos ini dibuat agar kita tidak melakukan hal yang salah. Namun, ditambahkan esensi "fear" agar orang-orang bisa lebih menganggap serius larangan-larangan ini karena takut akan konsekuensinya.

Setelah melakukan penelitian kecil-kecilan, ternyata masih ada beberapa mitos soal makanan yang beredar di Indonesia sampai sekarang. Mulai dari masak keasinan sampai enggak boleh bikin tape ketan, mana mitos yang pernah diingatkan kepadamu?

Baca juga:

Mengenal Tuak, Jamuan Penghangat Khas Suku Batak

Masak keasinan pertanda kebelet kawin

Masakan asin dihubungkan dengan kebelet kawin. (Foto Alamy)
Masakan asin dihubungkan dengan kebelet kawin. (Foto Alamy)

Hanya di Indonesia, masak keasinan langsung dijudge pengen kawin. Mitos ini pun sering dilontarkan pada anak-anak perawan, salah satunya penulis. Ketika sudah menjelang umur-umur menikah versi Indonesia alias 23-24 tahun, masak asin enggak asin pun akan dibilang keasinan dan dibilang pengen kawin.

Dari yang awalnya enggak begitu peduli, penulis pun jadi baper dan mikirin, "apa gue betulan pengen nikah ya?".

Benar atau enggak, it kinda works. Cara kerja mitos ini pun seringkali menyentil kita. Meski begitu, darimana sih asalnya mitos masak keasinan jadi pertanda pengen kawin?

Ada yang berkata bahwa di Keraton, ada putri yang tidak diperbolehkan menikah oleh raja karena ia jatuh cinta pada rakyat jelata. Suatu hari, sang putri diminta untuk memasak karena pembantunya sedang sakit. Karena kesal, sang putri akhirnya sengaja memasukkan garam banyak-banyak agar semua orang keasinan.

Kepercayaan lain pun berasal dari bahasa Jawa. Karena zaman dahulu biasanya perempuan identik dengn dapur, akhirnya garam pun sering dikaitkan pada perempuan. Apalagi, garam menjadi salah satu penambah cita rasa favorit orang Jawa.

Dalam bahasa Jawa, garam itu disebut uyah. Kepintaran orang Jawa dalam membuat akronim pun membuat banyak orang yang percaya bahwa uyah merupakan akronim dari uwes kebelet nikah.

Percaya atau enggak dengan mitosnya, kebanyakan garam dalam masakan memang tidak baik untuk kesehatan. Dilansir dari hsph.harvard.edu, kebanyakan sodium bisa menyebabkan tekanan darah yang tinggi, gangguan jantung, dan stroke. Kebanyakan garam atau sodium juga bisa menyebabkan kekurangan kalsium, bahkan beberapa bisa menarik kalsium dari tulang.

Baca juga:

(HOAKS atau FAKTA) : Air Garam Sumber Energi Listrik

Air kelapa bisa bikin kulit bayi putih dan mulus

Air kelapa memang bermanfaat untuk kesehatan.  (Foto unsplash/jannerboy62)
Air kelapa memang bermanfaat untuk kesehatan. (Foto Unsplash/jannerboy62)

Di kalangan bumil, pasti banyak mitos yang beredar di Indonesia, salah satunya adalah mitos minum air kelapa bisa membuat kulit bayi menjadi putih dan mulus.

Dilansir dari Jawa Pos, minum air kelapa bisa memutihkan kulit bayi hanyalah mitos. Ini disebabkan karena warna kulit bayi dipengaruhi oleh faktor genetik dan nutrisi sehingga tidak bisa mengandalkan air kelapa saja.

Di sisi lain, air kelapa memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil. Dilansir dari Healthline, air kelapa bisa menghidrasi tubuh dengan baik karena 95% dari air kelapa adalah air murni.

"Air kelapa bisa menjadi opsi ketika hamil karena mampu menghidrasi dan memberikan elektrolit," ungkap manager komunikasi International Food Information Council, Alyssa Pike, RD, kepada Healthline. Air kelapa juga befungsi untuk meredakan mual-mual dan muntah di pagi hari, terutama bagi para perempuan yang menderita hyperemesis gravidarum.

Jadi, mungkin mitos ini diciptakan untuk membuat ibu hamil rajin mengonsumsi air kelapa untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Selain mitos di atas, mana lagi mitos asal Indonesia yang pernah kamu dengar? (SHN)

Baca juga:

Mitos dan Hoaks di Dunia Kuliner Indonesia

#Kuliner #Februari Kulineran Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan