Beda Penyeduhan Teh di Jepang dan Tiongkok Cara penyajian teh dalam kelas dasar oleh Othniel Giovanni. (Foto: MP/Paksi Suryo Raharjo)

SEORANG ahli obat-obatan herbal dari Tiongkok bernama Kaisar Shen Nung sangat gemar meminum air panas. Suatu ketika, saat ia akan minum ada daun jatuh tepat ke minumannya. Menyadari hal itu, kaisar langsung mencium gelasnya dan didapatinya aroma wangi. Sang kaisar langsung menyicipinya. Dari sinilah tradisi minum teh bermula.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan minum teh berkembang dan menjadi tradisi di negeri Tirai Bambu tersebut. Hingga saat ini, minum teh dijadikan suatu ajang mengikat tali persaudaraan, simbol permintaan maaf, penghormatan dan juga relaksasi.

1. Cara penyeduhan teh ala negeri tirai bambu

Cara seduh Kung Fu Cha ala negeri tirai bambu. (MP/Paksi Suryo)
Cara seduh Kung Fu Cha ala negeri tirai bambu. (Foto: MP/Paksi Suryo Raharjo)

Di negara penemu teh tersebut ada cara tersendiri dalam menyeduh teh. Mereka menyebutnya Kung Fu Cha. Tradisi ini tentu sangat berbeda dengan gaya minum teh yang ada di Indonesia sekarang.

Untuk menyajikan teh dalam cara seduh Kung Fu Cha, penyaji mulanya menyediakan poci yang sudah dibersihkan sebelumnya. Kemudian masukkan teh ke dalam poci dengan perbandingan antara air dan daun teh adalah 3 banding 1, dituang air panas dan langsung dibuang.

"Untuk seduhan pertama, air teh harus di buang supaya bakteri yang ada di daun teh luntur terlebih dahulu. Pada seduhan kedua baru bisa dikonsumsi," kata pakar teh, Othniel Giovanni dalam acara tea tasting yang digelar di kantor redaksiMerahputih.com di kawasan Gading Serpong, Kamis (30/11).

Penyeduhan teh dalam satu poci bisa dilakukan 8 hingga 12 kali. Semakin bagus kualitas teh semakin banyak pula penyeduhannya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk penyeduhan teh jenis matcha, atau teh hijau kualitas tinggi. Untuk teh matcha hanya sekali penyeduhan.

Untuk suhu air, ini juga penting diperhatikan. Sebaiknya untuk teh merah dan hitam, air yang digunakan adalah bersuhu 100 derajat celcius. Untuk Oolong Tea, sebaiknya air dengan suhu 90 derajat celcius. "Kesalahan dalam penggunaan panas air, dapat mengakibatkan rasa dan aroma juga kualitas daun teh berubah," kata Othniel.

Setelah diseduh, tunggu sekitar 20 detik kemudian teh langsung di tuang ke pot serve dan dibagi ke cucing masing masing tamu. Penuangan terlebih dahulu ke pot serve juga memiliki arti, keadilan.

"Ya, karena warna dan rasa teh dapat berubah hanya dalam hitungan detik saat ia terendam air, jadi jika tidak diletakkan dalam pot serve, sudah pasti tamu pertama dan tamu terakhir akan mendapatkan taste teh yang berbeda," katanya.

Terkait rasa dan aroma, Giovanni mengatakan ada 18 rasa yang terkandung dalam satu teh. Rasa itu akan berbeda tiap kali seduhannya. "Hal ini kembali lagi kepada kualitas tehnya. Semakin bagus kualitasnya, semakin banyak rasa yang ia kandung," katanya.

2. Cara seduh teh ala negeri sakura

 Pakar teh Othniel Giovanni dalam sebuah kelas dasar di  kantor redaksi Merahputih.com. (Foto: merahputih.com/Suryo  Paksi)
Pakar teh Othniel Giovanni dalam sebuah kelas dasar di kantor redaksi Merahputih.com. (Foto: MP/Paksi Suryo Raharjo)

Sebenarnya cara penyeduhan teh di setiap negara bersumber dari Tiongkok. Namun, di Jepang ada ada cara seduh yang sedikit berbeda. Mereka menyebutnya sencado. Ini juga dilakukan untuk penyeduhan teh matcha, yang sangat populer di Jepang.

Pertama kali, didihkan air. Setelah itu biarkan air dengan api yang kecil hingga suhu 70-80 derajat Celcius. Sembari menunggu, tuangkan teh ke dalam poci yang telah disediakan. Takarannya, 5 gram untuk 3 cangkir teh.

Setelah semuanya siap, tuangkan air. Tunggu selama 1 menit, barulah teh bisa diminum. "Waktu tunggu penyeduhan memang agak lebih lama dari Kung Fu Cha," kata Geovanni.

Untuk hasil yang optimal akan lebih baik mencuci poci dengan air panas. Maksudnya agar poci memiliki suhu yang sama dengan air yang digunakan untuk menyeduh sehingga bisa didapatkan suhu seduhan yang tepat. Kalau perlu bagian lar poci juga disiram dengan air panas tersebut.

3. Cara seduh teh ala western

Cara penyajian teh dalam kelas dasar oleh Othniel  Giovanni. (Foto: merahputih.com/Suryo Paksi)
Cara penyajian teh dalam kelas dasar oleh Othniel Giovanni. (Foto: MP/Paksi Suryo Raharjo)

Budaya teh tak hanya ada di Asia, atau Cina dan Jepang saja. Orang barat juga banyak yang suka mengkonsumsi minuman ini. "Namun, cara penyeduhan western agak lebih simpel dari yang lain," katanya.

Gaya seduh western sangat sederhana, namun waktu tunggunya lebih lama dari gaya seduh Kung Fu Cha dan Secando. "Jika Kung Fu Cha membutuhkan waktu tunggu 20 detik, Secando 1 menit, gaya western malah membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit," jelasnya. (zaim)

Baca Juga: Faktor Ini Bikin Teh Jadi Enak, Begini Penjelasan Pakar Teh Othniel Giovanni

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH