Lomba Sihir Menutup Tur dengan Mantra Kebahagiaan di Jakarta
Lomba Sihir capai titik tur terakhir di Jakarta. (Foto: Merahputih.com/Febrian Adi)
RATUSAN orang berbondong masuk ke dalam Gudang Sarinah, Jakarta Selatan, Sabtu (10/6) malam. Bukan tanpa sebab, lokasi ini menjadi tempat akhir dari rangkaian tur debut Lomba Sihir bertajuk 'Parade Sihir' yang sudah diselenggarakan di tiga kota sebelumnya Bandung, Solo, dan Surabaya.
Sebelum masuk dalam sajian utama, para penonton dihibur dengan lantunan nada pop yang begitu sendu dari Dreane. Beberapa lagu andalan seperti Solitude, Pathetic hingga Uneven dimainkan dengan begitu rapih.
Selesai dengan penampilan Dreane, sebuah ajakan suara terdengar dari speaker panggung. “Mohon kepada semua penonton untuk berdiri dengan sikap sempurna, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang akan dipimpin oleh Bapak Addie MS.”
Baca juga:
Lomba Sihir Siapkan Kejutan Spesial sebelum Tur Perdana
Para penonton yang sempat terlihat duduk terlihat mulai berdiri, mereka dibuat kaget dengan kejutan awal dari Lomba Sihir yang memboyong Addie MS untuk memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengingat salah satu personel Lomba Sihir Tristan Juliano adalah anak dari sang komposer, jadi mungkin saja hal seperti ini bisa terjadi.
Beberapa saat kemudian lampu dimatikan, suasana gelap menyelimuti gudang itu. Namun ketukan drum terdengar begitu keras, memunculkan satu persatu personel Lomba Sihir, mulai dari Rayhan noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, Natasha Udu, dan Baskara Putra.
Lagu Polusi Cahaya pun menjadi pembuka dari Lomba Sihir, suara riuh penonton pun tak terbendung saat para personel mulai memainkan lagu tersebut. Hal ini bersamaan dengan gerakan tarian dari Natasha Udu yang menjadi ciri khas tersendiri bagi penampilan Lomba Sihir.
Bak penyihir, para personel Lomba Sihir pun kompak berkostum sama yang didominasi dengan warna emas dan ungu. Mereka tampil dengan begitu total untuk konser penutup dari debut tur ‘Parade Sihir’
“Selamat malam Jakarta, kami dari Lomba Sihir. Terima kasih sudah hadir di mala mini,” ucap Rayhan Noor menyapa para Peserta Lomba Sihir (sebutan bagi penggemar Lomba Sihir).
Para penonton seakan tersihir oleh mantra para personel Lomba Sihir, mereka bejoget, bernyanyi bersama, adapun yang bergandengan tangan dengan pasangan menikmati alunan irama pada setiap lagu dari Lomba Sihir.
Beberapa lagu ikonik, seperti Cameo, Hati dan Paru-paru, Ada Apa Asmara, Ribuan Memori, Jalan Tikus, hingga Mungkin Takut Perubahan dibawakan dengan begitu rapih oleh para personel Lomba Sihir di malam istimewa tersebut. Seluruh repertoar lagu tersebut diambil dari album Selamat Datang di Ujung Dunia yang rilis pada 2021 silam.
Baca juga:
Babak Baru Lomba Sihir Lewat 'Ribuan Memori'
Total hampir 15 lagu ditampilan pada konser penutup ‘Parade Sihir’ yang berlokasi di Jakarta, setelah melalui tiga titik kota sebelumnya. Lomba Sihir begitupun dengan penonton bersuka cita hingga berbahagia pada malam itu.
“Terima kasih semuanya, terima kasih sudah memeriahkan konser penutup dari tur kami mala mini,” ucap Natasha Udu seketika lagu Semua Orang Pernah Sakit Hati dimainkan.
Lagu ini menjadi penutup dari akhir perjalanan Lomba Sihir setelah melalui debut turnya yang cukup singkat. Walaupun singkat, namun momen itu tak akan terlupakan bagi para personel Lomba Sihir serta Peserta Lomba Sihir yang hadir di Gudang Sarinah malam itu. (Far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Taylor Swift Rilis Video Musik 'Opalite', Gandeng Cillian Murphy hingga Jodie Turner-Smith
Single Baru Raim Laode 'Iqro' Angkat Refleksi Spiritual dan Kehidupan, Simak Lirik Lengkapnya
Featuz Rilis 'People Never Change', Lagu Reflektif tentang Cinta dan Perubahan
Alan Walker Gandeng Sorana di Lagu 'Void', Single Baru dari Album Mendatang 'World of Walker'
Lagu Romantis Olivia Dean 'A Couple’s Minutes' Ramai Dipakai di TikTok, Simak Lirik Lengkapnya
Elephant Kind Buka 2026 dengan 4 Lagu Baru, Arah Musikal Enerjik Menuju Album More Time
Musik Alternatif Penuh Refleksi, Larung Kembali dengan Single 'Menanam Racun'
Rilis 15 Mei, Album Spesial ‘HONNE 10’ Rayakan 1 Dekade Jejak Musik HONNE
Makna Lirik Lagu Terbaru JKT48 'Andai ’Ku Bukan Idola', Ceritakan Dilema Seorang Idola
'Perih' dari Elvy Sukaesih Kisahkan Luka dan Keputusasaan Cinta