Laksamana Cheng Ho, Pelaut Tionghoa yang Diabadikan Sebagai Nama Masjid sumber foto : simas.kemenag.go.id

Laksamana Cheng Ho memang seorang pelaut asal Tiongkok yang sangat di kagumi di Indonesia. Cheng Ho yang saat itu melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Indonesia sangat identik dengan Klenteng Sam Po Kong di Kota Semarang.

Klenteng tersebut memang dibangun oleh Cheng Ho, namun bangunan tersebut bukan untuk dirinya, melainkan untuk para awak kapal. Hal ini karena Cheng Ho menganut agama Islam.

Berdasarkan berbagai sumber, Laksamana Cheng Ho telah berlabuh ke sejumlah daerah Indonesia seperti Semarang, Cirebon, Sumatera dan Jawa Timur. Selama pendaratan Cheng Ho sempat menyebarkan agama Islam.

Guna mengenang jasa pelaut asal Tiongkok yang hidup di abad 14 ini, beberapa komunitas Tionghoa muslim sengaja membangun masjid dengan nama Laksamana Cheng Ho. Dimana saja itu?

Surabaya

sumber foto : simas.kemenag.go.id

Di timur pulau Jawa, tepatnnya di kota Surabaya, Anda bisa menemukan bangunan masjid dengan pengaruh budaya Tionghoa yang diberi nama Masjid Muhammad Cheng Ho atau warga sekitar menyebutnya Masjid Cheng Ho.

Arsitektur masjid yang letaknya di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Surabaya ini mirip dengan klenteng. Warna merah sangat mendominasi untuk dinding masjid ini. Terdapat pula relief naga di beberapa bagian masjid.

Masjid yang diresmikan pada tahun 2002 ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke Surabaya. Apalagi masjid ini di klaim sebagai masjid pertama di Indonesia yang bernuansa Tionghoa.

Pasuruan

sumber foto : forum.maxmanroe.com

Masih di daerah Jawa Timur, terdapat satu masjid lagi yang diberi nama Masjid Muhammad Cheng Ho. Masjid yang berlokasi di Pasuruan ini pertama kali diresmikan pada tahun 2008 oleh Bupati H. Jusbakir Aldjufri.

Sama seperti Masjid Cheng Ho Surabaya, masjid ini juga sangat kental dengan budaya Tionghoa. Masjid Muhammad Cheng Ho memiliki dua lantai yang disusun mirip sebuah pagoda.

Selain menjadi tempat ibadah bagi umat muslim, masjid yang dibangun di atas tanah satu hektar ini juga sangat cocok dijadikan tempat wisata saat berkunjung ke Pasuruan. Apalagi letak masjid ini persis di pinggir jalan raya.

Jember

Sumber Foto : effendi34.blogspot.co.id

Di Jember juga terdapat masjid yang bernama Masjid Cheng Ho. Masjid ini memang belum setenah Masjid Cheng Ho lainnya. Pasalnya, peletakan batu pertama masjid ini baru dilakukan tahun 2015.

Masjid yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk ini sangat kental dengan budaya Tionghoa. Selain warna merah, desain atap bangunan juga dibuat seperti pagoda. Karena lokasinya yang agak masuk ke dalam, masjid ini pun sering disangka klenteng.

Layaknya masjid-masjid lain, Masjid Cheng Ho Jember digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim. Selain itu ada juga beberapa kegiatan keagamaan lain seperti mengkaji Al-Qur'an.

Palembang

sumber foto : simas.kemenag.go.id

Selain di Pulau Jawa, masjid yang memakai nama Laksamana Cheng Ho juga terdapat di Palembang, Sumatera Selatan. Masjid Cheng Ho Palembang ini dibangun di atas tanah hibah pemerintah dan diresmikan pada tahun 2006.

Berbeda dengan masjid-masjid Cheng Ho lainnya, masjid yang sebenarnya bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya Palembang ini tidak hanya memasukan unsur Tionghoa melainkan perpaduan antara budaya Tionghoa, Melayu dan Arab.

Masjid yang bisa menampung sekitar 600 jamaah ini juga bisa dijadikan objek wisata. Banyak pengunjung asal Malaysia, Singapura, Taiwan hingga rusia yang datang ke masjid ini.

Sahabat Merahputih, itulah empat masjid yang diberi nama Masjid Cheng Ho. Meski berdarah Tionghoa, Laksamana Cheng Ho sangat berjasa dalam peneybaran Islam di Indonesia. Bahkan Cheng Ho juga sempat dibuatkan filmnya pada tahun 2014.

Selain artikel ini Anda juga bisa baca Kenapa Timun Suri Hanya Muncul Saat Bulan Ramadan?

Belajar Budaya Jepang Lewat JCW Daring
Fun
Ngilu, Kikir Gigi Hanya Ada di Indonesia
Tradisi
Belajar Budaya Jepang Lewat JCW Daring
Fun
Ngilu, Kikir Gigi Hanya Ada di Indonesia
Tradisi
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka
Travel
Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka

Gunung Gede Pangrango sempat ditutup selama dua bulan.

Pulau Merah Banyuwangi, Pilihan Menarik untuk Wisata Akhir Pekan
Travel
Pulau Merah Banyuwangi, Pilihan Menarik untuk Wisata Akhir Pekan

Keindahan Pulau Merah Banyuwangi tak boleh kamu lewatkan.

Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa
Tradisi
Digitalisasi Peninggalan Budaya Beraksara Jawa

Agar tetap bisa dipelajari generasi mendatang.

Enaknya Nasi Goreng Rendang
Kuliner
Enaknya Nasi Goreng Rendang

Gordon Ramsay pernah masak nasi goreng rendang ini.

Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang
Travel
Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang

Lembang hadirkan tempat wisata serasa berada di tujuh negara.

Melancong ke Yogyakarta di Masa New Normal, Wajib Unduh Aplikasi Cared+ Jogja
Travel
Liburan ke Malang Cuma 2 Hari 1 Malam? Tetap Seru Kok
Travel
Liburan ke Malang Cuma 2 Hari 1 Malam? Tetap Seru Kok

Rekomendasi liburan di Malang selama dua hari satu malam.

Melihat Sunrise di Bukit Rindu Gunung Prau via Wates
Travel
Melihat Sunrise di Bukit Rindu Gunung Prau via Wates

Para pendaki tetap menerapkan aturan protokol kesehatan.

Garpu 'Metal', Andalan Tukang Siomay Negeri Aing
Kuliner
Garpu 'Metal', Andalan Tukang Siomay Negeri Aing

PERNAH memperhatikan garpu yang digunakan tukang siomay? kamu bertanya-tanya mengapa bentuknya seperti simbol tangan musik metal?

Kelenteng Madiun Tak Buat Kegiatan di Imlek Tahun Ini
Tradisi
Kelenteng Madiun Tak Buat Kegiatan di Imlek Tahun Ini

Pihak mengurus sudah mengirimkan surat pemberitahuan pembatalan kegiatan ke Polres Madiun Kota.