KPK Sita Aset Eks Pejabat Pajak Angin Prayitno Rp 57 Miliar Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji (tengah) usai diperiksa di Gedung KPK. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.

Dalam mengusut kasus dugaan pencucian uang ini, tim penyidik KPK menyita sejumlah aset milik Angin senilai puluhan miliar rupiah.

Baca Juga:

KPK Kembali Periksa Eks Pejabat Kemenkeu Angin Prayitno Terkait Kasus Suap Pajak

"Sejauh ini aset-aset yang telah disita tersebut bernilai ekonomis sekitar Rp 57 miliar," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (16/2).

Ali mengatakan KPK yakin aset Angin yang telah disita berasal dari kasus dugaan suap perpajakan yang sudah diusut sebelumnya. "Tim penyidik telah melakukan penyitaan berbagai aset yang diduga terkait dengan perkara. Di antaranya berupa bidang tanah dan bangunan," ujarnya.

Ilustrasi. KPK (Antara)
Ilustrasi. KPK (Antara)

Angin sebelumnya divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus ini. Sementara itu, rekannya, Dadan Ramdani divonis enam tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider dua bulan kurungan. Keduanya divonis bersalah menerima suap dari tiga perusahaan. Tiga perusahaan itu yakni PT Gunung Madu Plantations, PT Jhonlin Baratama, dan PT Bank Pan Indonesia (Panin).

Baca Juga:

KPK Cokok Tersangka Baru Kasus Suap Pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno

Angin dan Dadan juga diberikan hukuman pidana pengganti dalam kasus ini sebesar Rp 3.375.000 dan SGD 1.095.000. Pidana itu wajib dibayar dalam waktu sebulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar jaksa bakal merampas harta benda keduanya untuk dilelang. Jika harta bendanya tidak cukup, hukuman penjara keduanya bakal ditambah selama dua tahun. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Penerimaan Uang Pengurusan Pajak Lewat Angin Prayitno

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ditampilkan Pakai Baju Tahanan, Ardhito Pramono Terancam Dipenjara Empat Tahun
Indonesia
Ditampilkan Pakai Baju Tahanan, Ardhito Pramono Terancam Dipenjara Empat Tahun

Wajah Ardhito Prakojo langsung menunduk dan tampak lesu saat polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus narkoba.

KPK Panggil 7 Saksi Dalami Kasus TPPU Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Panggil 7 Saksi Dalami Kasus TPPU Rahmat Effendi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu memanggil sejumlah saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE).

Pemerintah Belum Putuskan Boleh Tidaknya Mudik Lebaran
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Boleh Tidaknya Mudik Lebaran

Pemerintah masih mengkaji apakah mudik tahun ini diperbolehkan atau dilarang seperti sebelumnya.

[HOAKS atau FAKTA]: Totok Telapak Kaki Obati Asam Lambung
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Totok Telapak Kaki Obati Asam Lambung

Ada berbagai macam cara untuk mengobati asam lambung, seperti penanganan oleh diri sendiri dan menggunakan obat khusus penyakit asam lambung.

Gempa Banten Magnitudo 6,7 Rusak 738 Rumah
Indonesia
Gempa Banten Magnitudo 6,7 Rusak 738 Rumah

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Jumat (14/1), pukul 16.05 WIB.

22 Ribu Warga Miskin Kota Solo Belum Terima STB TV Digital
Indonesia
22 Ribu Warga Miskin Kota Solo Belum Terima STB TV Digital

Ia mencatat ada 22.793 keluarga tidak mampu yang belum memiliki TV digital maupun STB.

Kompolnas Kritik Gaya Hidup Mewah Istri Polisi
Indonesia
Kompolnas Kritik Gaya Hidup Mewah Istri Polisi

"Ketika ada acara yang dilaksanakan di dekat Kantor Kompolnas, kami melihat mobil-mobil yang digunakan adalah mobil-mobil mewah, sehingga Kompolnas memotret bukti-buktinya dan mengirimkan ke Kapolri," ujar Poengky.

Hakim Itong Yang Diciduk KPK Baru Tanda Tangan Fakta Integritas
Indonesia
Hakim Itong Yang Diciduk KPK Baru Tanda Tangan Fakta Integritas

"Awal tahun ini, tanggal tiga kemarin dilakukan pakta integritas, agar pejabat atau penengak hukum di sini bekerja sesuai prosedur, " kata Ginting.

Luhut Bakal Ceburin Warga Pulang dari Luar Negeri ke Karantina Terpusat
Indonesia
Luhut Bakal Ceburin Warga Pulang dari Luar Negeri ke Karantina Terpusat

Kedisiplinan menjadi salah satu kunci pengentasan kasus COVID-19, termasuk dengan persoalan kebijakan karantina.

Uang Beredar di Agustus 2022 Rp 7.894 Triliun
Indonesia
Uang Beredar di Agustus 2022 Rp 7.894 Triliun

Penyaluran kredit pada Agustus 2022 tumbuh 10,3 persen (yoy), setelah bulan sebelumnya tumbuh 10,4 persen (yoy).