Ketika Surat Pembaca Telah Terganti Oleh Gaharnya Media Sosial Peran Surat Pembaca mulai tergantikan oleh media sosial (Foto: pixabay/geralt)

SAAT mendengar istilah 'surat pembaca' beberapa orang mungkin mengetahuinya, tapi bagi kamu-kamu para milenial sepertinya kurang familiar yah gengs. Karena itu merahputih.com mau ngejelasin secara singkat nih soal apa sih itu yang dinamakan Surat Pembaca.

Singkatnya surat pembaca merupakan surat yang ditulis oleh pembaca lalu dimuat pada surat kabar/koran, televisi, tabloid ataupun media online gengs. Dimana pada surat tersebut berisi kritikan, tanggapan, saran, keluhan, imbauan ajakan, ucapan terimakasih dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Deretan Iklan Produk yang Paling Viral dan Menarik Perhatian Pelanggan

Biasanya sebuah surat pembaca ditulis berkaitan dengan pelayanan konsumen yang berkaitan juga dengan kepentingan umum. Seperti kelihan pada jalan berlubang, operator telepon yang terus menaikan tarif, kurangnya infrastruktur, transportasi yang tak memadai, atau konsumen yang merasa dirugikan oleh perusahaan jasa. Buat kamu yang penasaran seperti apa sih surat pembaca itu? Yuk langsung intip gambar dibawah ini gengs.

Contoh surat pembaca (Foto: instagram @andreas_erick_lega)

Kira-kira seperti itu lah kurang lebihnya, gimana udah bisa mendapatkan gambaran? Penting diketahui nih gengs, Surat Pembaca juga memiliki berbagai fungsi dan manfaat yang bisa dibilang oke punya.

Beberapa fungsi dari surat pembaca antara lain yaitu yang pertama bisa menuliskan keluhan atau pertanyaan yang nantinya mendapat tanggapan langsung oleh pihak terkait. Lalu yang kedua bisa jadi perantara antara orang ketiga dan orang pertama (si pengirim surat) dengan orang kedua (objek yang dituju).

Untuk manfaatnya sendiri, Surat Pembaca bisa menjadi sebuah informasi tentang suatu hal untuk orang banyak, karena surat pembaca bersifat umum gengs. Itu artinya siapapun bisa membacanya, dengan begitu publik akan mengetahuinya, baik itu masalah, pujian, keluhan dan hal lain yang disampaikan dalam surat pembaca.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dan terpaan efek media sosial yang kian menggila, surat pembaca tampaknya mulai terlupakan gengs.

Mengapa media sosial? Karena saat ini setiap perusahaan tak hanya memiliki website resmi, tapi juga punya media sosial, seperti halnya twitter dan instagram. Seperti halnya perilaku masyarakat saat ini, yang lebih cendrung langsung 'menyerbu' sebuah akun media sosial sebuah perusahaan.

Baca Juga:

Bukan Berkesan, 4 Standar Pelayanan yang Malah Bikin Pelanggan Risih

Biasanya para masyarakat akan berkomentar pada akun perusahaan terkait, atau membuat sebuah unggahan foto atau video dengan menandai akun media sosial instagram tersebut. Bahkan tak jarang jika juga yang menandai akun presiden, menteri dan sejumlah orang penting yang sekiranya bisa membantu mengatasi sebuah keluhan atau kritikan masyarakat.

Contoh kasusnya sih gausah jauh-jauh yah gengs, kalian masing ingat pada awal bulan Agustus lalu ketika listrik dibeberapa daerah padam hingga berjam-jam lamanya? Bahkan kabarnya ada wilayah yang listriknya padam hingga hampir 24 jam.

Saat peristiwa tersebut, tampaknya masyarakat tak terpikirkan membuat surat pembaca soal keluhannya terhadap listrik yang tak kunjung menyala. Justru mereka malah 'membombardir' akun instagram resmi PT PLN (Persero) @pln_id, dengan keluhan hingga luapan marah yang tertumpahkan lewat makian dan kata-kata kasar.

Unggahan terakhir instagram @pln_id dibombardir warganet ketika listrik padam (foto: instagram @pln_id)

Ketika beberapa jam listrik disejumlah daerah padam, memang tak ada unggahan terbaru dari akun instagram @pln_id, hingga para warganet pun langsung menyasar unggahan terakhir dari akun tersebut gengs.

Salah satu contohnya seperti komentar warganet dibawah ini, pada unggahan terakhir PLN saat beberapa jam awal mati lampu. Lantaran listrik padam dalam waktu lama, warganet yang satu ini mengaku merugi karena usaha onlinenya tak bisa dijalankan. Bahkan sangking kesalnya, doi sampai mention akun instagram Presiden Jokowi gengs, dan meminta Pak Jokowi menindak tegas pihak PLN.

"Kepada Yth : Bpk Presiden RI @jokowi
Hari ini Bisnis online sy rugi, anak & istri kepanasan, air mati, signal mati!!! Sangat merugikan konsumen!!! Apa kata PLN??? MAAF!!! Kami tidak butuh kata MAAF, kami butuh kompensasi atas pemadaman ini!!! Giliran telat bayar, langsung denda & bahkan putus jaringan. Tapi kalau kejadian seperti ini kami dapat apa??? Mohon diberikan sanksi yg tegas kepada management PLN..Karena menurut sy kejadian ini sangat memalukan disaat kita merayakan bulan kemerdekaan Indonesia" tulis warganet dengan akun @sodiksdk pada kolom komentar unggahan instagram @pln_id.

Melihat banyaknya masyarakat yang mengeluh, memprotes hingga melontarkan makian di akun instagram @pln_id. Rupanya pihak @pln_id pun tak tinggal diam, secara resmi mereka menunggah permintaan maafnya kepada para masyarakat, khususnya yang terdampak listrik padam.

PLN mengumumkan permintaan maafnya lewat media sosial (Foto: instagram @pln_id)

"Mohon maaf atas gangguan listrik di Jawa Bagian Barat yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah di Jawa Tengah" Tulis @pln_id pada sebuah foto yang bertuliskan permintaan maaf pihak PLN.

Namun pada unggahan permintaan maaf tersebut, para warganet tak lantas memaafkan dan memilih untuk diam seraya menunggu proses pemulihan listrik hingga normal seperti sedia kala. Mereka kembali membombardir akun media sosial instagram @pln_id dengan tuntutan adanya ganti rugi, sindiran hingga luapan kekesalan.

"PLN Tidak Cukup Minta Maaf, Harus Ada Sanksi !!" @nurwigati

"Untuk kerugian yg dialami masyarakat apakah dapat di pertanggung jawabkan dengan permintaan maaf dari pihak pln? @pln_id" @sayangzalva

"Besok-besok klo ane nunggak iuran bulanan minta maaf juga yaa ke @pln_id" @tommy_gimink

"Bacot ini gmn listrik Gua mati" @qoqopei

"Di maklumin human eror tapi plizz kompensasinya di tepati! kaya di luar negrii" @mypoetry9

Itu dia beberapa komentar para warganet ketika terjadinya blackout atau pemadaman listrik dalam waktu yang lama. Kini kekuatan media sosial kian kokoh, karena minat masyarakat sangat tinggi untuk bersosialisasi maupun berkomentar pada sebuah kasus lewat media sosial.

Bahkan tak jarang kasus-kasus yang dengan cepat langsung viral diseluruh Indonesia bahkan dunia dengan kekuatan media sosial.

Kekuatan media sosial mulai menggeser surat pembaca (Foto: pixabay/stux)

Nah itu dia gengs beberapa contoh kasus yang menandakan surat pembaca perlahan telah tergantikan oleh media sosial. Intinya sih kurang lebih sama gengs, hanya saja tempatnya yang berbeda. Tiap tempat tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yah gengs. Jadi kamu tim mana nih gengs? Surat Pembaca atau Media Sosial? hehehe. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Ampuh Memulai Usaha Jastip Sambil Traveling

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH