Kenali dan Deteksi Sifilis dengan Cara Ini Deteksi sifilis dengan cara ini (Sumber: Medical News Today)

JIKA menyebut kata penyakit menular seksual, sebagian orang mungkin langsung menyebut sifilis. Apa itu sifilis? Sifilis atau raja singa adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum. Penularan penyakit ini umumnya terjadi melalui kontak seksual dengan orang yang terpapar sifilis. Selain lewat hubungan seksual, sifilis juga bisa saja terjadi apabila terjadi kontak fisik dengan luka yang ada di tubuh penderita sifilis.

Sifilis diawali dengan gejala berupa munculnya luka yang tidak terasa sakit di sekitar organ genital, mulut, atau dubur. Luka pada area kelamin umumnya tidak terlihat dan tidak terasa sakit sehingga sulit disadari oleh pengidapnya. Meski demikian, mereka sudah berpotensi menularkan pada orang lain.

Baca juga:

Kenali Tahapan Sifilis, Si "Silent Disease"

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah pemeriksaan sifilis pada periode Juli hingga September 2019 mencapai 1.586 orang. Sayangnya, angka tersebut tak diimbangi dengan jumlah masyarakat yang aware terhadap penyakit ini.

Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K) (FOTO: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK (K) menjelaskan ada sejumlah gejala yang timbul dan bisa dikenali dari penyakit sifilis. "Gehalanya yakn luka pada alat kelamin baik tunggal maupun multiple. pembesaran kelenjar getah bening, ruam merah di kulit, dan gangguan jantung," jelas dr. Wresti.

Baca juga:

Disebut Silent Disease, Infeksi Seksual Ini Berpotensi Tertular HIV

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penyakit sifilis bisa meluas ke organ lain dan menyebabkan komplikasi penyakit. Penyakit komplikasi yang bisa dialami oleh para pengidap sifilis antara lain pembesaran getah bening, gangguan jantung dan neurologis, kecacatan fisik, dan kematian.

"Metode paling tepat untuk mendiagnosa sifilis adalah dengan memvisualisasikan bakteri treponema pallidum melalui pemeriksaan mikroskop lapangan gelap. Namun, metode tersebut mulai jarang dilakukan. "Di masa sekarang, yang lebih umum menggunakan tes darah," ucapnya. Ada dua jenis tes darah yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa sifilis yaitu nontreponemal test dan treponemal test.

Sifilis
Uji coba tes sifilis (Sumber: Pixabay)

"Nontreponemal test sederhana dan tidak mahal. Ini bukan tes sifilis secara spesifik. Orang yang hasil tes nontreponemal aktif harus segera melakukan tes treponemal," urainya. Menurutnya, ini hanya tes general untuk tahu seseorang menderita sifilis atau tidak.

Sementara treponemal tes dapat mendeteksi antibodi yang lebih spesifik lagi. Jika tes treponemal yang digunakan untuk skrining menunjukkan hasil positif, maka perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut.

Tak hanya mereka yang teridentifikasi dengan sifilis yang perlu melakukan tes. Orang-orang yang memiliki pasangan dengan sifilis pun harus secara rutin melakukan tes sifilis. (avia)

Baca juga:

Setiap Tahun Penderita Sifilis Meningkat

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH