Keeksotisan Kawasan Belerang di Kawah Gunung Pulosari Kawasan perkemahan di kawah Gunung Pulosari, Pandeglang, Banten. (Foto: FB/Explore Pandeglang)

MerahPutih Wisata - Gunung Pulosari merupakan salah satu gunung yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten. Beberapa tempat di gunung berketinggian 1.346 di atas permukaan laut itu sudah ditetapkan menjadi kawasan perkemahan atau arena kemping bagi Anda menyuka petualangan hiking.

Salah satu lokasi kemping yang menjadi pusat wisata alam di Gunung Pulosari yaitu kawasan kawah di puncak gunung. Sebenarnya, kawah Gunung Pulosari tidak tepat berada di bagian puncak gunung. Puncak Gunung Pulosari harus mendaki lagi sekitar satu-dua jam dari kawasan kawah.

Para petualang di Gunung Pulosari lebih suka membuka tenda di bagian kawah. Lokasi kawah sebagian besar cenderung landai meski ada kemiringan sisi lain sekira 45 derajat. Sebagian kawah ditutupi batu-batu besar sehingga pendaki bisa berada di atas kawah tanpa harus bersentuhan dengan hawa panas. Dari sana, keluar asap belerang dengan bau khas telur rebus.

Para pendaki membuka tenda di kawasan kawah. Pinggiran-pinggiran kawah yang berupa tanah atau batu-batu kecil menjadi lokasi berdiri tenda. Sementara di bagian atas, asap membumbung, dan bau belerang terbawa angin. Sesekali, Anda bisa dengan mudah menjangkau lokasi kawah yang sedang mendidih, tentu saja sangat aman karena berada di bawah batu. Bagian rongga-rongga kawah terlihat berwarna kuning. Bagian warna kuning mirip batu cadas itulah si belerang.

Beberapa pendaki ada juga yang membuat tenda lebih dekat dengan lobang-lobang kawah. Namun, kebanyakan lebih memilih menjauh karena bau yang lebih kuat. Kolong-kolong kawah biasa dimanfaatkan untuk memasak telur atau bahkan ada yang memasak mie rebus. Para pendaki lokal biasanya sengaja membawa telur mentah untuk menu makan utama saat berada di sana.

Udara di kawasan kawah Gunung Pulosari sangat dingin. Kabut tebal akan menyelimuti lokasi kawah saat malam hari. Lokasi hamparah kawah yang landai dan luas membuat angin menggulung lebih besar, terutama dari bagian atas. Kawah dikelilingi oleh rimbun pohon-pohon hutan. Kicau burung dan panggil-memanggil suara kera kerap terdengar. Dari sana pula, terlihat lokasi puncak Gunung Pulosari.

Jika Anda ingin ke puncak, dari lokasi perkemahan kawah ditempuh sekira satu-dua jam. Jalur vertikal hanya dipilih para pendaki profesional atau berpengalam karena jalur sangat ekstrem. Pegangan di jalur pendakian hanya berupa batu-batu dan akar-akar seadanya. Bagaimana, kalau Anda seorang pendaki gunung? Anda harus datang ke Gunung Pulosari. Atau jika awam pendakian gunung, Gunung Pulosari merupakan lokasi aman bagi pemula. Anda bisa menempuh jalur horizontal jika ingin meneruskan perjalanan ke puncak, setelah bermalam di perkemahan belerang Gunung Pulosari.


BACA JUGA:

  1. Pemandian Citaman Wisata Mandi Es di Pandeglang
  2. Cara Sektor Wisata Yogyakarta Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean
  3. Dinas Pariwisata DIY Naikkan Target Kunjungan Wisatawan
  4. 6 Wisata Air Paling Hits di Yogyakarta
  5. Minat Berwisata ke Taman Buaya Indonesia Jaya Menurun


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH