Kawasan Malioboro akan Dibuat ala Tempo Dulu Malioboro akan dibuat lebih jadul. (Foto: Unsplash/Agto Nugroho)

KAWASAN Malioboro di Yogyakarta bakal dipercantik. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta bakal menyulap kawasan legendaris ini seperti tempo dulu.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan pihaknya akan melakukan sejumlah perbaikan dalam tiga bulan ke depan. Di antaranya penampilan bentuk bangunan ruko atau perkantoran di kawasan ini dirubah seperti jaman dahulu.

Baca juga:

Pengunjung Objek Wisata di Gunung Kidul dibatasi maksimal 25 Persen

"Warna bangunan termasuk pertokoan yang ada di Malioboro akan diselaraskan dengan cat warna putih. Ini mengacu kondisi awal kawasan itu. Kita kembalikan bentuknya ke kondisi awal," jelas Haryadi di Yogyakarta, Rabu (16/02).

Haryadi menambahkan pedestrian akan dipercantik kembali sehingga membuat pejalan kaki nyaman. Pemkot juga telah merelokasi PKL ke dua lokasi agar trotoar semakin luas.

Yogyakarta diyakini akan lebih menarik bagi pelancong. (Foto: Unsplash/Angga Kurniawan)
Yogyakarta diyakini akan lebih menarik bagi pelancong. (Foto: Unsplash/Angga Kurniawan)

"Kami tidak menggusur PKL. Teman-teman PKL ini kita relokasi di teras Malioboro satu dan dua, yang mana lokasi tersebut masih berada di kawasan Malioboro juga," tegasnya

Politikus Golkar ini turut akan memperbaiki berbagai sarana dan bangunan di kawasan itu seperti saluran pembuangan limbah, saluran air, tong sampah, tegelan, pepohonan, lampu dan trotoar pedestrian yang rusak.

"Kami sudah berbicara sama pemilik toko, di mana fasadnya itu menjadi bagian dari 'heritage' dan mereka akan memperbaiki. Akan bantu mengecat putih juga agar warna seragam," katanya.

Baca juga:

Yogyakarta Siapkan Wisata Kesehatan Berbasis Seni dan Budaya

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan sejumlah perbaikan dilakukan untuk semakin memperjelas Malioboro sebagai bagian dari kawasan cagar budaya.

Dengan demikian, ujarnya, tidak cukup hanya dibersihkan, melainkan diperlukan pengecekan serta perbaikan berbagai sarana seperti tempat duduk, kondisi trotoar, hingga kondisi cat bangunan di kawasan itu.

Lokasi Malioboro sering diadakan festival. (Foto: MP/Teresa Ika)
Lokasi Malioboro sering diadakan festival. (Foto: MP/Teresa Ika)

"Kami juga akan mempercantik bentuk fasad toko-toko dan sebagainya. Misalnya pengecatan, menyangkut masalah perbaikan lampu kabel, pembersihan salurah limbah air dan sebagainya itu nanti kita sama-sama perbaiki semua," katanya.

Raja Yogyakarta turut menjadikan Malioboro sebagai tempat seniman dan budayawan berkreasi. Dirinya menginstruksikan Balai Cagar Budaya Kota Yogyakarta untuk menggelar pentas seni dan budaya setiap Selasa dan Sabtu di lokasi baru PKL yakni di Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.

"Mungkin juga ada program acara-acara lain yang mungkin itu akan disusun oleh Balai Cagar Budaya yang ada di Kota Yogyakarta baik itu galeri seni atau 'street art' di sepanjang Malioboro," pungkas Sultan. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca juga:

Prokes Masih Menjadi Dasar Wisata 2022

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Laksa, Sajian Peranakan Tionghoa-Melayu Ikon Tangerang
Kuliner
Laksa, Sajian Peranakan Tionghoa-Melayu Ikon Tangerang

Laksa menjadi salah satu kuliner khas Tangerang.

Palasari, Surganya Pecinta Buku di Bandung
Travel
Palasari, Surganya Pecinta Buku di Bandung

Para pedagang buku di Pasar Buku Palasari adalah pindahan dari kawasan Cikapundung.

Revitalisasi Songket Canduang Bangkitkan Budaya Minang
Tradisi
Revitalisasi Songket Canduang Bangkitkan Budaya Minang

Revitalisasi Songket Canduang sebagai kekayaan budaya Minang.

Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial
Indonesiaku
Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial

Tak heran bila para biro perjalanan memasang tarif khusus kepada turis mancanegara

Festival Eksotika Bromo Menuju Ritual Kasada, Ditutup dengan Halilintar
Tradisi
Festival Eksotika Bromo Menuju Ritual Kasada, Ditutup dengan Halilintar

Pertama kali digelar setelah dua tahun absen terkendala pandemi.

Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?
Indonesiaku
Bagaimana Lika-Liku Orang Indonesia Pergi Haji Sebelum Menggunakan Pesawat?

Perjalanan jemaah haji di masa kini jauh lebih cepat ketimbang sebelum menggunakan pesawat terbang.

Peresmian KA Bandara di Solo, Integrasikan Antar Moda Transportasi
Travel
Peresmian KA Bandara di Solo, Integrasikan Antar Moda Transportasi

guna mendukung Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Berkunjung ke Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi
Travel
Berkunjung ke Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi

Berbagai kegiatan dilakukan sesuai kebiasaan nenek moyang seperti cara bertani hingga gaya berpakaian.

Tradisi Pengobatan Belian Sentiyu Dayak Tunjung Kian Pudar
Tradisi
Tradisi Pengobatan Belian Sentiyu Dayak Tunjung Kian Pudar

Zaman sekarang Suku Dayak Tonyooi lebih dikenal dengan sebutan Suku Dayak Tunjung.

Warga +62 Bicara Damai Ajalah
Tradisi
Warga +62 Bicara Damai Ajalah

Damai Ajalah menjadi semangat paling ikonik Warga +62 di tiap problematika. "Yang waras ngalah"