Gaming

Kasus Plagiarisme, Pokemon Company Tuntut 6 Perusahaan Tiongkok

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 08 September 2022
Kasus Plagiarisme, Pokemon Company Tuntut 6 Perusahaan Tiongkok

Banyak Pokemon dari Tiongkok yang bukan dari label Pokemon Company. (Foto Kotaku)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POKEMON Company, perusahaan di balik kesuksesan waralaba anime, gim, dan TCG Pokemon telah mengajukan dokumen gugatan untuk enam perusahaan Tiongkok atas kasus plagiarisme. Perusahaan mengklaim telah mengalami kerugian triliunan rupiah. Keenam perusahaan tersebut dituntut meminta maaf.

Kotaku mengabarkan dokumen gugatan tersebut berisikan kasus terkait dengan permasalahan plagiarisme hingga penyalahgunaan HaKI, serta kompetisi yang tidak adil secara global kepada Tiongkok. Nilai tuntutan mencapai USD 72 juta. Selain nilai tuntutan nan fantastis, Pokemon Company juga meminta pernyataan maaf yang disertakan di beberapa platform media, situs gim, serta app stores. Permintaan maaf itu dituntut ditayangkan di Tencent, NetEase, dan Sina.

BACA JUGA:

Pokemon Go Fest Digelar pada Juni 2022

Salah satu gim yang diduga plagiat ialah Pocket Monster Reissue. Gim ini memiliki berbagai Pokemon untuk dipertandingkan dengan skema microtransaction game free-to-play ala Tiongkok pada umumnya. Gim ini berhasil memperlihatkan Ash Ketchum, protagonis yang ada pada anime Pokemon. Bahkan beberapa monster di gim tersebut juga memperlihatkan Pokemon yang tidak diralat sama sekali dari segi desain, teramsuk Clefairy dan Granbull.

pokemon
Salah satu gim yang meniru Pokemon.(Foto Baidu)

Gim yang diduga tetap berjalan hingga 2015 tersebut sempat ditutup Nintendo sehingga berkali-kali mengganti nama. Saat ini, namanya menjadi Pocket Monster Reissue. Jiangyin Zhongnan Heavy Industries Co selaku perusahaan yang berhasil meniru Pokemon tersebut sudah meraup keuntungan hingga Rp 59,5 miliar setiap bulan di tahun pertama. Jadi tidak mengherankan bila Pokemon Company merasa merugi akibat kasus ini.

BACA JUGA:

Nintendo Resmi Umumkan 'Pokemon Scarlet' dan 'Pokemon Violet' untuk 2022

Ini bukanlah kali pertama Pokemon masuk ke jalur lain di Tiongkok. Pada saat Pokemon Go ditangguhkan di Tiongkok, banyak perusahaan di sana yang merilis gim tiruan Pokemon. Tujuan tindakan tersbeut ialah mengembalikan waralaba tersebut dari terputusnya koneksi dengan Jepang. Berbagai mainan fisik, peralatan sekolah, hingga kartu dirilis dengan desain yang seadanya di Tiongkok. Hal itu ternyata membuat mereka mendapatkan keuntungan di balik kebesaran nama Pokemon.

Sistem dokumen gugatan hanya berhasil diinformasikan melalui The South China Morning Post pada kasus Pocket Monster Reissue, dan terindikasi enam perusahaan besar Tiongkok sudah masuk ke genggaman Pokemon Company. Pihak Nintendo maupun perusahaan Pikachu tersebut masih belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jadwal pengadilan dan beberapa detail mengenai kasus ini.(dnz)

BACA JUGA:

Generasi Baru Nongol di Gameplay Trailer Terbaru dari Pokemon Scarlet & Violet

#Game #Gaming
Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

The love we take is equal to the love we make

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan