MerahPutih.com - Kapan gerhana bulan total terjadi di Indonesia? Masyarakat Tanah Air akan berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini pada Selasa, 3 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) yang dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia, selama kondisi langit cerah.
Fenomena ini menjadi satu-satunya gerhana dari empat peristiwa gerhana sepanjang 2026 yang bisa dinikmati langsung dari Indonesia.
Menurut Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, gerhana bulan terjadi akibat dinamika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang hanya berlangsung saat fase purnama.
Baca juga:
Gerhana Bulan Total 3 Maret, BMKG: cuma Bisa Dilihat di Indonesia
Secara khusus, Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam kondisi ini, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya gelap, melainkan tampak berwarna merah saat puncak gerhana.
Warna merah muncul akibat fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan tampak kemerahan, sering disebut sebagai Blood Moon.

Gerhana Matahari terlihat di kawasan Balai Kota Solo, Kamis (20/4). (MP/Ismail)
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia
Berdasarkan data BMKG, berikut rincian waktu fase-fase Gerhana Bulan Total:
Fase Gerhana (WIB / WITA / WIT)
Baca juga:
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Ini Jadwal dan Jalur Lintasannya
Gerhana penumbra mulai (P1):
15.42.44 / 16.42.44 / 17.42.44
Gerhana sebagian mulai (U1):
16.49.46 / 17.49.46 / 18.49.46
Gerhana total mulai (U2):
18.03.56 / 19.03.56 / 20.03.56
Puncak gerhana:
18.33.39 / 19.33.39 / 20.33.39
Gerhana total berakhir (U3):
19.03.23 / 20.03.23 / 21.03.23
Gerhana sebagian berakhir (U4):
20.17.33 / 21.17.33 / 22.17.33
Gerhana penumbra berakhir (P4):
21.24.35 / 22.24.35 / 23.24.35
Berapa Lama Durasi Gerhana?
Total durasi gerhana dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.
Rinciannya:
Baca juga:
Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025: Jadwal, Lokasi, dan Cara Menyaksikan
- Durasi parsialitas: 3 jam 27 menit 47 detik
- Durasi totalitas: 59 menit 27 detik
Artinya, masyarakat Indonesia memiliki waktu hampir satu jam untuk menyaksikan Bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan umbra Bumi.
Wilayah Mana yang Paling Ideal untuk Mengamati?
BMKG menjelaskan bahwa:
Wilayah Indonesia Timur (WIT) memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase awal gerhana saat Bulan terbit.
Wilayah Indonesia Barat (WIB) akan melihat gerhana dalam kondisi sudah berlangsung, bahkan bisa langsung memasuki fase totalitas sesaat setelah Bulan terbit.
Fenomena akan benar-benar berakhir pada: 21.24 WIB, 22.24 WITA, 23.24 WIT.
Baca juga:
Gerhana Bulan Total Minggu (7/9) Malam, Umat Islam Diimbau Salat Khusuf
Satu-satunya Gerhana yang Bisa Diamati dari Indonesia di 2026
Sepanjang 2026 akan terjadi empat kali gerhana, yaitu:
- Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026 (terlihat di Indonesia)
- Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Sebagian – 28 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
Dengan demikian, Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi momen langka yang sayang dilewatkan.