Kalau bukan Susu, Apakah Susu Kental Manis Itu? Kandungan gula dalam SKM amat tinggi. (foto: pixabay/theujulala)

BAGI kamu generasi 90-an, tentu sudah enggak asing dengan iklan susu kental manis yang menampilkan anak-anak cemerlang meminum segelas susu kental manis seduh. Bahkan ada salah satu produk susu kental manis yang memasang wajah anak lelaki memegang segelas susu dengan wajah puas. Familier kan?

Setelah berpuluh-puluh tahun memercayai bahwa susu kental manis sama saja dengan minuman susu lainnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengeluarkan edaran bahwa susu kental manis bukanlah produk susu. Hal itu didasarkan pada rendahnya kandungan lemak dan protein susu di dalam susu kental manis (SKM). Sayangnya, publik Indonesia sudah telanjur percaya bahwa SKM bisa jadi minuman susu layaknya produk susu lainnya.

Produk susu dan turunannya memang beragam. Mulai dari susu segar, susu bubuk, susu cair, hingga susu yang memiliki masa kedaluwarda yang panjang, yaitu susu kental manis. Karena tidak mudah menemukan susu segar, masyarakat pun lebih jamak mengonsumsi susu yang telah melalui proses pengolahan. Jenisnya beragam, antara lain susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk, dan susu kental manis. Khusus untuk yang terakhir, statusnya sebagai produk susu tengah diperdebatkan nih.

Kalau bukan susu, lalu apa?

Susu kental manis pada dasarnya adalah susu sapi biasa yang kandungan airnya sudah diambil dan dibuang. Kemudian susu kental tersebut akan ditambahkan banyak gula sehingga teksturnya jadi kental dan lengket. Rasanya pun sangat manis, tidak seperti rasa susu sapi cair atau susu sapi bubuk. Bahan baku susu kental manis biasanya terdiri dari gula, susu bubuk/susu segar, susu skim bubuk, lemak susu, laktosa, dan dapat juga difortifikasi dengan vitamin dan mineral.

Gula ditambahkan ke dalam SKM, selain sebagai pemberi rasa manis, juga berguna sebagai pengawet untuk mencegah terjadinya pembusukan dengan menurunkan ketersediaan air bebas yang menjadi penunjang kehidupan mikroba pembusuk. Kadar gula dalam SKM dan KKM sekitar 43%-47%. Jadi bisa dikatakan setengah dari komposisi sekaleng SKM merupakan gula. Kandungan gula yang tinggi di dalam SKM itu yang bikin SKM memiliki umur simpan yang panjang, hingga 12 bulan dalam kemasan tertutup pada suhu ruang.

Seperti dilansir Hellosehat, SKM awalnya dikembangkan untuk memasok para tentara Amerika Serikat pada zaman Perang Saudara. Pasalnya, susu kental yang dikemas dalam kaleng ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan lamanya tanpa harus masuk kulkas, tak seperti susu sapi cair yang cepat basi.

Bisa dikatakan, susu jenis ini bukan produk yang dibuat untuk konsumsi anak-anak. Nah, di sinilah letak bahayanya SKM. Harga SKM yang amat terjangkau membuatnya menjadi pilihan para orangtua dalam memenuhi konsumsi susu anak. Tentunya hal itu terjadi karena adanya pemahaman pola makan 4 sehat 5 sempurna yang menekankan pada keharusan meminum susu. Oleh karena itu, ketika harga olahan susu lain terbilang mahal, banyak orangtua beralih ke SKM. Hal itu diperparah dengan kampanye iklan TV yang menampilkan anak-anak sehat meminum SKM.

susu kental manis
Susu kental manis biasanya digunakan dalam campuran membuat kue atau minuman. (foto: reformation acres)

Padahal, kandungan gizi dalam SKM dan susu murni jelas sekali berbeda. Para ahli gizi dan kesehatan anak tidak menganjurkan bayi dan anak-anak untuk mengonsumsi susu kental sebagai pengganti susu sapi biasa. Pasalnya, susu kental manis tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak layaknya air susu ibu (ASI) atau susu sapi jenis lainnya. Susu sapi segar mengandung vitamin A (5,1%), vitamin C (3,7%), vitamin D (31,1%), Kalsium (24,64%), Kalium (17,6%), dan protein (7,6 gram atau 15,1%). Sementara itu, kandungan nutrisi dalam SKM jauh di bawah itu. Susu kental manis mengandung vitamin A (2%), vitamin C (1,7%), vitamin D (0,6%), Kalsium (10,85%), Kalium (4%), dan protein (3 gram atau 6%). Amat jauh berbeda kan?

Bukan untuk diminum sebagai susu

Dengan kadar gula yang amat tinggi dalam proses pembuatannya, SKM tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dengan cara diminum langsung seperti susu pada umumnya. Memang di beberapa negara lainnya di dunia, SKM hanya digunakan sebagai campuran atau bahan dalam pembuatan kue. Di Malaysia misalnya, warga negeri jiran mencampurkan SKM ke dalam ramuan teh tarik mereka. Lain lagi di Meksiko. Mereka membuat SKM menjadi sajian pencuci mulut yang manis dan legit, yakni dulce de leche.

dulce de leche
Dulce de leches khas Meksiko yang berbahan dasar SKM. (foto: moevenpickicecream)

Sementara itu, di Indonesia, amat disayangkan jika masih ada orangtua yang memberikan seduhan SKM kepada sang buah hati. Pasalnya, rasa manis dan tingginya kadar gula di dalam produk ini bisa memicu diabetes di kemudian hari. Untuk itulah, Badan POM menyarankan untuk mengonsumsi SKM sebagai bahan pelengkap saja.(dwi)

Cari tahu cara menikmati susu kental manis di artikel Bukan Susu, Begini Seharusnya Susu Kental Manis Dinikmati




Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH