Jangan Sebut Hewan Peliharaan pada Anjing dan Kucing, Mereka Tersinggung! Hewan akan merasa direndahkan ketika dipanggil 'hewan peliharaan (Foto: Pixabay/Fran__ )

MENURUT People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), jangan sesekali mengatakan “hewan peliharaan” pada hewan, mereka merasa direndahkan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Animal Ethics, menggunakan kata-kata itu dapat memengaruhi cara hewan diperlakukan.

Perwakilan PETA, Jennifer White, menyarankan sebaiknya diganti dengan istilah yang lebih baik. Karena kucing dan anjing memahami kita dan mereka juga memiliki emosi.


Baca Juga:

10 Alasan Mengapa Kucing Adalah Hewan Peliharaan Terbaik Untukmu


1. Kata "hewan peliharaan", ofensif

hewan
Kata 'hewan peliharaan' sama dengan kamu memarahinya. (Foto: Unsplash/cyril_viny)


Aktivis hak-hak binatang mengatakan untuk tidak menggunakan kata "hewan peliharaan" ketika merujuk pada hewan yang dimiliki. Menurut pendapat mereka, itu ofensif dan "menggurui hewan". Mempertimbangkan teman-teman berbulu kita untuk tidak menjadi makhluk hidup memengaruhi perawatan hewan-hewan ini dan bahkan memengaruhi perilaku mereka.


2. Kata "hewan peliharaan" mengecilkan kepribadian dan emosi hewan

hewan
Kata hewan peliharaan dapat menganggu kepribadian dan emosi hewan. (Foto: Pixabay/dramitkarkare).


Hewan dapat berpikir dan merasakan. Presiden PETA, Ingrid Newkirk, menjelaskan bahwa ketika menyebut teman kecil kita sebagai "hewan peliharaan" ternyata dapat mengurangi jangkauan emosi, perasaan, dan kemampuan mental mereka. Sementara pemilik hanya menjadikan mereka sebagai benda halus kecil yang dapat dipegang dan dipeluk. Bahkan seperti barang yang digunakan dengan cara apa pun sesuai keinginan pemilik.


3. Kata "Sahabat" atau "teman" lebih baik dan menghargai

hewan
Gunakan kata yang pantas untuk mempererat hubungan kamu dengan hewan (Foto: Pixabay/8777334).


Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing memahami intonasi kita, membaca emosi kita, dan secara umum menyadari apa yang kita maksudkan ketika kita berbicara kepada mereka. Oleh karena itu, menyesuaikan cara kita merujuk ke teman-teman berbulu ini sebenarnya bisa menjadi ide yang bagus. Misalnya, ketika kita menyebut binatang sebagai "teman" dan bahkan mengubahnya menjadi "dia", bukan "itu", ini menempatkan hewan pada tingkat yang sejajar dengan manusia.

Hal tersebut menjadi penting di masa depan dan bagi kehidupan hewan itu sendiri. Ini juga baik untuk mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa teman hewan mereka memiliki jiwa, pikiran, dan perasaan, seperti manusia. (arb)


Baca Juga:

Orang yang Pelihara Hewan, Layak Dijadikan Pacar



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH