Jangan Percaya, Anggapan Tentang 'Fast Food' Ini Hanya Mitos Mitos makanan cepat saji yang masih dipercaya (Foto: pexels/Robin Stickel)

MAKANAN cepat saji atau fast food sering kali menjadi musuh bagi beberapa orang. Banyak yang menganggap makanan cepat saji bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Meski dikatakan kurang sehat, kesibukan membuat fast food masih menjadi pilihan banyak orang karena sangat praktis. Namun, tidak semua yang dikatakan orang itu benar, ada beberapa mitos yang dipercaya padahal salah kaprah. Berikut adalah mitos yang sebaiknya tidak kamu percaya:

Baca juga: Cara Menghalau Godaan 'Junk Food'

1. Salad adalah pilihan sehat

Salad dikatakan makanan yang lebih sehat dibanding dengan fast food (Foto: pexels/Kaboompics.com)

Banyak dari restoran cepat saji yang sekarang menyediakan salad karena dinilai lebih sehat. Jangan salah, salad yang dijual restoran cepat saji juga banyak mengandung lemak dan gula dari saus, keju, atau daging yang ada didalamnya.

Memang tergolong lebih sehat dibanding burger dan kentang goreng, tapi akan lebih baik lagi kalau makan salad buatan sendiri agar lebih segar dan terjamin bahan yang digunakannya.

2. Harga fast food lebih kompetitif

Makan fast food dibilang lebih murah dibandingkan dengan makanan biasa padahal harga bisa sama atau bahkan lebih mahal (Foto: pexels/Julie Aagaard)

Banyak yang mengatakan makanan cepat saji harganya kompetitif. Anggapan ini salah besar. Harga fast food dan makanan sehat tidak jauh berbeda. Daripada beli fastfood, lebih baik beli makanan sehat bukan?

Baca juga: Awas! Ini 5 Bahaya Makanan Siap Saji Bagi Tubuh Kamu

3. Fast food VS non fast food

makanan non fast food dianggap lebih sehat (Foto: pexels/Caleb Oquendo)

Ketika pergi bersama keluarga untuk menghabiskan libur akhir pekan atau sekedar ingin keluar makan, banyak orang yang memilih untuk makan di restoran bukan cepat saji karena dinilai lebih sehat. Jangan salah, banyak juga restoran yang menyediakan makanan tinggi kalori meskipun tidak tergolong fast food.

Ada juga saran yang diberikan oleh dokter atau ahli untuk lebih sering makan masakan rumah yang mutu dan kualitasnya terjamin, kebersihan dari masakan juga terpercaya sehingga asupan gizi juga bisa terpenuhi dengan baik.

Demi menjaga kesehatan, akan lebih baik mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Tidak ada yang melarang untuk memakannya, namun makanlah dalam porsi yang sesuai jangan terlalu berlebihan dan sering. (lio)

Baca juga:

Nilai Kalori dari Menu Restoran Siap Saji ini Cukup Untuk Asupan Energi


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH