Parents Jangan Cengeng, Didik Anak Agar Tidak Manja Yuk ikuti tips ahli dalam mendidik anak. (Foto: FirstCry Parenting)

DI tengah pandemi COVID-19, orang dewasa maupun anak-anak mengalami kecemasan yang lebih parah dari biasanya. Apalagi kini mereka terpaksa harus menjalani kegiatan sehari-hari dengan awareness new normal walau jumlah korban COVID-19 terus bertambah di Indonesia.

Meski begitu, kenyataan yang pahit harus disambut dengan energi positif yang berlimpah. Sebagai individu yang berjiwa muda dan penuh energi, harus ditunjukkan bahwa kita #EnggakCengeng dalam menghadapi keadaan.

Sebagai orangtua, tentunya 'PR' banget jika harus bekerja dari rumah, menjaga kesehatan diri dan keluarga, mengurus dan mengajari anak, serta harus mengatasi kecemasan dan ketakutan mereka di tengah masa pandemi.

Didik anak agar mandiri sejak kecil. (Foto: Community Practitioner)
Didik anak agar mandiri sejak kecil. (Foto: Community Practitioner)

Untuk mengatasi masalah ini, merahputih.com menanyakan tips kepada Rena Masri, S. Psi, M. Si, psikolog Q Consulting sekaligus founder dari @Cintasetara mengenai pola asuh yang tepat bagi orang tua.

Rena mengatakan bahwa pola asuh yang tepat adalah yang bersifat demokratis, yang artinya orang tua harus mau percaya dan menghargai keputusan anak.

Berikan penjelasan sederhana tentang COVID-19 pada anak. (Foto: Edexlive)
Berikan penjelasan sederhana tentang COVID-19 pada anak. (Foto: Edexlive)

"misalnya kalau anak sudah usia untuk belajar makan sendiri, orang tua bisa mempercayakan anak untuk makan sendiri, jangan takut anak kotor nanti bajunya, atau berantakan mejanya, itu merupakan bagian dari anak untuk belajar makan mandiri," jelas Rena kepada merahputih.com.

Anak harus belajar untuk bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan tidak dimarahi orangtua ketika misi yang ingin dijalankan tidak berjalan dengan lancar.

Toilet training. (Foto: Healthline)
Toilet training. (Foto: Healthline)

"Misalnya ketika toilet training, memang harus dibiasakan untuk anak bilang atau kasih kode jika ingin buang air kecil. Orang tua juga harus bisa lebih bijaksana dalam menanggapi hal ini, jangan sampai anak sedang belajar, tapi orangtua gak sabaran sehingga anak dimarahin," tambah Rena.

Baca juga:

Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis

Anak yang terlalu dimanja sejak kecil juga mampu menghambat kemandirian anak ke depannya. Jika orangtua selalu memberikan dan menuruti apa yang diinginkan anak, hal tersebut akan membuat anak tidak disiplin dan merasa bahwa tidak ada aturan yang harus ditaati.

Memanjakan anak tidak berarti para orang tua sangat menyayangi anak-anak mereka. Akan tetapi harus dipikirkan juga bagaimana perkembangan anak di masa akan datang. Menurut Rena, akibat dari memanjakan anak berpengaruh pada kemampuan penyesuaian diri dan bersosialisasi anak ketika dewasa.

Orangtua harus sabar menghadapi anak yang sedang belajar. (Foto: Teacherboards)
Orangtua harus sabar menghadapi anak yang sedang belajar. (Foto: Teacherboards)

"Anak harus belajar kalau untuk mendapatkan sesuatu itu dibutuhkan proses sehingga mereka tidak terbiasa untuk mendapatkan apa yang diinginkan," jelasnya.

Menerapkan aturan dan membatasi keinginan anak mampu meningkatkan kemampuan anak dalam membedakan kebutuhan atau keinginan serta mendidik mereka untuk membuat skala prioritas.

Baca juga:

Tidak Hanya Daging, 3 Bahan Makanan Ini Juga Kaya Akan Protein

Di sisi lain, orang tua juga harus mampu menjaga emosi anak lewat cara berkomunikasi. Caranya dengan mengontrol ekspresi wajah dan intonasi suara ketika berbicara dengan anak, sehingga anak tidak merasa terintimidasi dan terpojokkan.

Perhatikan intonasi suara dan ekspresi wajah ketika berkomunikasi dengan anak. (Foto: Happy Families)
Perhatikan intonasi suara dan ekspresi wajah ketika berkomunikasi dengan anak. (Foto: Happy Families)

Rena juga menyatakan bahwa rasa takut dan cemas memang umum dialami anak di tengah pandemi COVID-19. Untuk mencegahnya, orang tua harus membatasi pemberitaan dari televisi dan mengajak anak untuk terbiasa dalam mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

Orangtua juga bertugas menjawab segala kebingungan-kebingungan anak seputar COVID-19 yang membuat mereka penasaran. "Kalau anak takut dan sedih, jangan bilang 'jangan takut', tetapi ajak anak bicarakan takutnya dengan kita agar keingintahuan anak terpuaskan dengan jawaban dan penjelasan yang komprehensif," pungkas Rena. (shn)

Baca juga:

Ahli Ungkap 3 Besar Alasan Bunuh Diri

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

Shenna