Jadi Caregiver Pasien Demensia, Ini Cara Terhindar dari Stresnya
Penting untuk memprioritaskan merawat diri sendiri sebagai seorang caregiver. (Foto: Freepik/Jcomp)
MENJADI caregiver demensia tak pernah mudah. Ada beragam tantangan yang harus dihadapi. Apalagi jika pasien itu bagian dari keluargamu.
Merawat dapat melibatkan pengorbanan besar, perubahan gaya hidup, dan terkadang pada beberapa orang harus sampai pindah tempat tinggal.
Melansir Healthline, ternyata sangatlah penting untuk memprioritaskan merawat diri sendiri sebagai seorang caregiver. Seperti halnya merawat orang yang kamu cintai yang membutuhkanmu.
Menurut survei CDC (Centers for Disease Control and Prevention), banyak pengasuh pasien sering mengabaikan kesehatan mereka sendiri karena mereka memfokuskan perhatian mereka pada anggota keluarga yang membutuhkan. Akibatnya, pengasuh pasien justru stres dan akhirnya ingin menyerah saja.
Berikut adalah beberapa cara memprioritaskan perawatan diri sendiri sambil menyeimbangkan peran pengasuhannya sehingga tak jenuh menjadi caregiver.
1. Makanlah ketika Mereka Makan
Daripada membuat makanan khusus untuk orang yang kamu rawat, pertimbangkan untuk makan bersama. Ini berarti rumah tidak perlu menyiapkan makanan dibandingkan jika setiap orang mengonsumsi makanan yang berbeda pada waktu yang berbeda.
Baca juga:
2. Dapatkan banyak Istirahat
Tidur yang nyenyak dapat memberikan keajaiban. Menurut Trusted Source, 76% pengasuh orang dewasa melaporkan kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan tingkat depresi, kelelahan, dan kecemasan yang lebih tinggi.
Jika istirahatmu terganggu karena orang yang kamu rawat sering terbangun dan membutuhkan perhatian, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggunakan monitor bayi sehingga tidak perlu bangun dari tempat tidur untuk memeriksanya.
Kamu juga dapat menjajaki kemungkinan untuk berbagi shift malam dengan pengasuh lain atau tidur siang untuk melawan kelelahan.
3. Tetap Aktif
Kamu bahkan dapat berolahraga bersama orang yang kamu rawat. Menurut ulasan Trusted Source tahun 2021, pengasuh yang berolahraga bersama pasiennya, mengalami peningkatan dalam kesehatan psikososial dan fisik.
4. Terhubung dengan Komunitas
Terhubung dengan komunitas dapat memberi kesempatan untuk tetap terlibat dan tidak terisolasi saat merawat seseorang. Karena hal itulah kamu masih dapat bersosialisasi dengan baik.
5. Mempertahankan Hobi
Memiliki hobi adalah cara yang bagus untuk mempertahankan rasa identitas, menikmati waktu luang, dan melenturkan kreativitasmu sebagai pengasuh. Dalam beberapa kasus, kamu mungkin juga dapat berbagi hobi dengan penerima perawatanmu.
Baca juga:
6. Berbagi Tanggung Jawab
Beberapa orang masih beruntung memiliki orang lain yang dapat diandalkan sehingga tanggung jawab pengasuhan tidak hanya berada di pundaknya. Tentu saja, tidak semua pengasuh memiliki pilihan tersebut.
Apa pun keadaanmu, penting untuk menghubungi teman, keluarga, dan dukungan lokal sejak dini dan sesering mungkin untuk menghindari kelelahan pengasuh.
7. Dapatkan Dukungan
Selain hal-hal di atas, penting bagi pengasuh untuk merasa didukung saat mereka memberikan perawatan kepada orang lain. Kamu dapat menghubungi terapis profesional untuk membicarakan pengalamanmu. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan saran atau terhubung dengan sumber daya yang diperlukan.
Banyak pengasuh juga mendapat manfaat dari kelompok pendukung pengasuh. Ini adalah kesempatan untuk berbagi dengan orang lain yang mengalami hal yang sama serta memupuk hubungan persahabatan di luar kelompok dukungan formal. (dgs)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta