Ini Tren Makanan di Masa Depan Menurut Chef Riady Pekerja menunjukkan menu ayam rica-rica yang dimasak khusus untuk jamaah Indonesia di Dapur Cordoba, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (25/7/2019). (ANTARA/Hanni Sofia)

KULINER tak bisa lepas dari dunia keseharian dan pariwisata Indonesia. Bahkan, setiap tahun selalu ada tren makanan yang menonjol, terutama untuk menu street food.

Nah, bagaimana dengan tren 2019 terutama tahun-tahun ke depan? Koki yang juga peraih gelar Choco Master 2017, Chef Riady Halim mengatakan tren makanan ke depan terutama kue akan berwarna-warni.

"Terutama jenis kue-kue kering berbahan tepung atau pastry. Pastry dengan warna yang menarik bisa menjadi menarik keinginan konsumen," ujar Chef Riady di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Baca juga: Sama Enak, Ternyata Gudeg Yogyakarta, Solo, dan Semarang Punya Perbedaan


1. Warna sebagai ujung tombak pembuatan pastry

 Kue berwarna warni tren makanan ke depan. (Foto: Pixabay/congerdesign)
Kue berwarna warni tren makanan ke depan. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Apalagi saat ini, kata Chef Riady, coklat yang dijadikan bahan kreasi makanan tidak hanya putih dan coklat saja. Tetapi berwarna-warni. Warna adalah teman baik seorang pembuat makanan termasuk para chef. Warna yang dipilih harus memiliki elemen di dalam produk kue kering. Hal itu dikarenakan, warna adalah ujung tombak pembuatan pastry yang menarik.

Riady Halim merupakan 1 dari 12 chef yang berkontribusi dalam pembuatan buku Spectacolour. Buku tersebut diluncurkan perusahaan pangan Gandum Mas Kencana (GMK). Buku tersebut berisi seputar makanan kreasi, kue dan pencuci mulut serta kue kering yang diharapkan dapat menginspirasi para pembuat makanan.


2. Buku Spectacolour

 Buku Spectacolour diharapkan sebagai pemencing kreasi food creator. (Foto: Pixabay/pixel2013)
Buku Spectacolour diharapkan sebagai pemencing kreasi food creator. (Foto: Pixabay/pixel2013)


Sementara, Marketing Manager PT GMK Sri Utami mengatakan, pihaknya berharap buku Spectacolour dapat memancing para food creator untuk terus melakukan kreasi, sehingga memiliki nilai jual yang lebih.

"Kami ingin menginspirasi para food creator dan foodpreneurs untuk selalu berkreasi dengan penuh warna yang sedang tren di dunia pastry dan bakery. Sehingga bisa menambah nilai jual dalam kreasi," kata Sri.

Tema yang diangkat dalam buku tersebut adalah warna, karena pihaknya mengangkat tren warna-warni dalam pastry. Aplikasi warna-warni diharapkan dapat meningkatkan nilai dari makanan itu sendiri. Tidak hanya sebagai pengisi energi, melainkan sebagai penarik hati.

Dalam buku tersebut berisikan beragam kreasi, baik pastry maupun kuliner. Mulai dari tingkat kesulitan mudah hingga advance. Baik yang biasa membuat pastry di rumah, siswa pastry and culinary, para profesional, hingga yang sedang mengembangkan bisnisnya, atau semua pecinta kuliner lokal dan internasional.

3. Inspirasi bagi para food creator

 Buku Spectacolour dibuat oleh 12 kontributor. (Foto: Pixabay/Free-Photos)
Buku Spectacolour dibuat oleh 12 kontributor. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Keragaman isi buku ini terlihat dari 12 kontributor yang terlibat dalam proses penyusunannya. Mereka adalah para food creator dengan berbagai latar belakang yang berbeda.

Diantaranya, Chef Chandra Yudasswara, celebrity chef yang telah mendalami dunia kuliner selama 20 tahun; Chef Riady Halim pemenang Choco Master 2017; Chef Lanny Soechan, seorang praktisi dan pengajar pastry & cake decorator; Chef Gerald A Maridet yang mengawali karirnya di berbagai restoran berlabel Michelin dan toko kue ternama di Perancis; dan Chef Diana Cahya, seorang food artist, chef demonstrator, international baking and cooking instructor, dan character food creator.

"Dengan keragaman latar belakang ini, diharapkan mereka dapat mewakili beragam pembaca. Diharapkan nantinya para pembaca dapat terinspirasi dalam menciptakan karya lain setelah membaca buku," terang dia. (*)

Baca Juga: Panduan Berburu Menu 'Street Food' ketika Kamu Melancong ke Kuala Lumpur

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH