Industrialis India Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia

Andrew FrancoisAndrew Francois - Senin, 08 Januari 2024
Industrialis India Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya di Asia

Adani puncaki daftar orang terkaya di Asia. (Foto: X/@gautam_adani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GAUTAM Adani mengalami peningkatan signifikan dalam hal bisnis pada tahun 2024, menandai awal yang lebih baik dibandingkan dengan 2023 yang sulit baginya. Dalam satu hari, pendiri Grup Adani ini mengalami peningkatan kekayaan sebesar USD 7,7 miliar (Rp 119 triliun).

Peningkatan kekayaan itu mengembalikannya ke posisi orang terkaya di Asia, seperti dilaporkan oleh Bloomberg. Kekayaannya saat ini mencapai USD 97,6 miliar (Rp 1.514 triliun), sedikit melampaui kekayaan pengusaha India Mukesh Ambani sebesar USD 97 miliar (Rp 1.505 triliun).

Pencapaian ini memberikan angin segar bagi Adani. Pasalnya Adani sempat mengalami penurunan kekayaan yang signifikan pada tahun sebelumnya, setelah laporan Penelitian Hindenburg mengklaim adanya penipuan perusahaan dalam bisnisnya, demikian diwartakan Robb Report, Sabtu (6/1).

Baca juga:

Ganti Status Orang Terkaya di Indonesia, Bos Bayan Resources Kini di Puncak Daftar

Grup konglomerasi bisnis Adani bergerak di berbagai bidang. (Foto: X/@gautam_adani)

Pada 2023, Adani mengalami salah satu penurunan kekayaan terbesar, sebelum laporan Hindenburg ia memiliki USD 118,9 miliar (Rp 1.844 triliun), dan sepanjang 2023 ia kehilangan USD 37,3 miliar (Rp 578 triliun).

Namun, tren positif ini muncul setelah Mahkamah Agung India menyatakan bahwa tidak ada lagi penyelidikan terhadap Grup Adani dan regulator pasar lokal diminta untuk mengakhiri penyelidikan dalam waktu tiga bulan.

Berita ini menyebabkan saham Grup Adani meroket, dan kekayaan Adani meningkat sebesar USD 13,3 miliar (Rp 206 triliun), menjadi perolehan kekayaan terbesar pada tahun ini (sejauh ini).

Meski kekayaannya baru meningkat, Adani masih berada di luar 10 orang terkaya di dunia, dengan Elon Musk memimpin daftar dengan kekayaan sebesar USD 220 miliar (Rp 3.413 triliun).

Baca juga:

Pendiri Kakao Jadi Orang Terkaya di Korea, Intip Profilnya

Adani alami kerugian besar sepanjang 2023. (Foto: X/@gautam_adani)

Kendati demikian, hampir semua orang yang menduduki peringkat di atas Adani mengalami penurunan kekayaan tahun ini, kecuali Warren Buffett, orang terkaya kedelapan di dunia, yang berhasil menambah kekayaannya sebesar USD 1,9 miliar (Rp 29 triliun) tahun ini.

Dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan Januari, sulit untuk memprediksi apakah tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun 2024. Meski demikian, para miliarder berharap agar tahun ini lebih mirip dengan 2023 yang sukses daripada tahun 2022 yang penuh kerugian. (waf)

Baca juga:

Elon Musk Raih Kembali Status Orang Terkaya di Dunia

#Bisnis #Orang Terkaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Bagikan