Ilmuwan Temukan Sperma Berusia 100 Juta Tahun Ilustrasi krustea ostracods sedang kawin. (Foto: Wang et al. Proceedings of the Royal Society B/Dinghua Yang)

ILMUWAN menemukan yang dipercayai sebagai sperma tertua di dunia. Sperma tersebut berusia 100 tahun, dan masif. Melansir laman Live Science, sperma tertua di dunia itu ditemukan di dalam krustasea yang terkunci dalam sepotong amber di Myanmar. Sperma yang mengeras saat raksasa seperti Spinosaurus mendominasi bumi.

Sperma itu ditemukan dalam gumpalan kecil resin pohon, terdapat 39 ostracoda, 31 di antaranya milik spesies yang belum pernah terlihat sebelumnya yang sekarang disebut Myanmarcypris hui (M. hui). Panjang per individunya hanya tumbuh 0,02 inci.

Baca Juga:

Fosil Jejak Kaki Berusia Ratusan Tahun di AS Ungkap Kehidupan Bumi di Masa Lalu

fosil
Sperma dari ostracod purba dalam Myanmarcypris hui betina. (Foto: Wang et al. Proceedings B)

Sel sperma era Kapur ini usianya lebih tua dari fosil sperma hewan tertua sebelumnya yaitu 50 juta tahun. Menurut laman VICE, Proceedings of the Royal Society B merilis penemuan itu namun sejauh ini sperma tertua dari jenis apa pun belum teridentifikasi.

Terlebih lagi sel-sel tersebut termasuk dalam kelas khusus yaitu "sperma raksasa" yang masih dapat diamati di ostracoda modern, keluarga dari mana krustasea era Kapur punah. Sementara kebanyakan hewan menghasilkan sejumlah besar sel sperma kecil, beberapa membuat sejumlah kecil sel sperma besar. Sperma ostracod modern lelaki dapat berukuran hingga 4,3 kali panjang tubuhnya.

Renate Matzke-Karasz, seorang ahli geologi di Ludwig-Maximilians-Universitaet (LMU) di Munich yang ikut berperan dalam penelitian mengatakan kepada VICE, "bagian terpenting dari cerita kami adalah kami sekarang dapat menunjukkan bahwa menggunakan sperma raksasa untuk reproduksi adalah sesuatu yang dapat bertahan lama dalam sejarah bumi."

Live Science menulis bahwa para peneliti tidak hanya menemukan sperma tertua di dunia saat ini, mereka juga menemukan M. hui betina dewasa. Dari laman VICE, Matzke-Karasz dan rekan-rekannya menggunakan teknik yang disebut rekonstruksi sinar-X 3D dengan bantuan komputer untuk memeriksa jaringan lunak yang terawetkan dalam fosil.

Baca Juga:

Fosil Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Inggris

fosil
Sperma berumur 50 juta tahun. (Foto: Department of Palaeobiology, Swedish Museum of Natural History)

Proses tersebut mengungkapkan bahwa ostracod betina dalam spesimen itu menyimpan sel sperma di dalam tubuhnya, yang menunjukkan bahwa dia telah kawin dalam waktu singkat sebelum terkubur dalam getah pohon purba. Mereka juga menemukan empat telur kecil yang masing-masingnya hanya berdiameter 50 mikrometer, tulis Live Science.

Matzke-Karasz mengatakan bahwa organ penyimpanan sang betina "melingkar dan berantakan", sehingga para peneliti tidak bisa mendapatkan pengukuran penuh dari sel sperma. Namun, panjang sel setidaknya 200 mikron. Sebagai referensi, sehelai rambut manusia lebarnya sekitar 100 mikron.

"Ini adalah bagian terpanjang dari sperma yang bisa kami temukan," kata Matzke-Karasz. Ia juga menambahkan bahwa 200 mikron sudah sama dengan sepertiga panjang tubuh ostracod.

Melansir laman Live Science, sebelum penemuan ini, sperma hewan tertua yang dikonfirmasi berasal dari sekitar 50 juta tahun yang lalu. Itu ditemukan dalam sebuah kepompong cacing dari Antartika. Penemuan sperma raksasa yang berasal dari 100 juta tahun lalu sangatlah menarik, kata Matzke-Karasz kepada Live Science. karena sperma raksasa adalah cara bereproduksi yang memerlukan energi yang intensif.

Mereka membutuhkan banyak energi dan banyak ruang di dalam hewan tersebut untuk membuatnya. Perkawinan juga membutuhkan waktu lama ketika sperma raksasa terlibat, tambah Matzke-Karasz. (lev)

Baca Juga:

Raksasa Purba Dulunya Pernah Menghuni Bumi


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH