Hutan Warkesi, Surga Burung Cendrawasih Favorit Turis Asing Burung cenderawasih kebanggaan masyarakat Papua. (Foto: Pixabay/MabelAmber)

PAPUA sangat terkenal di dunia pariwisata Indonesia soal kekayaan dan keindahan alamnya. Dari mulai wisata bahari hingga wisata alam pegunungan. Tak heran, Bumi Cenderawasi merupakan salah satu destinasi favorit para pelancong baik wisatawan nusantara maupun asing.

Salah satu kegiatan wisata di Papua dan Papua Barat yaitu melihat indanya burung cenderawasih. Tak lengkap kalau ke Papua belum menyaksikan hewan dilindungi dan dijuluki burung surga itu.

Nah, salah satu kawasan burung cenderawasih yaitu Hutan Warkesi. Wisatawan khususnya pencinta alam pasti sangat mengagumi keindahan hutan di Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, ini.


1. Tak jauh dari Ibu Kota Waisai

  Burung cenderawasih. (Foto: instagram.com/travelpapua)
Burung cenderawasih. (Foto: instagram.com/travelpapua)

Kawasan Hutan Warkesi merupakan salah satu kawasan hutan di Pulau Waigeo yang dikagumi wisatawan. Kawasan hutan itu dinilai oleh wisatawan sebagai kawasan hutan ramah burung karena sangat banyak burung cenderawasih bisa disaksikan langsung di alam liar.

Untuk menjangkau Hutan Warkesi guna melihat Burung Cenderawasih menari, wisatawan dapat menggunakan ojek dan mobil dengan jarak tempuh 25 menit dari Waisai, ibu kota Raja Ampat.

2. Wisatawan bisa berjam-jam di dalam hutan

Burung cenderawasih. (Foto: instagram.com/priaprameshwara)
Burung cenderawasih. (Foto: instagram.com/priaprameshwara)

Setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Hutan Warkesi pasti mengagumi keindahan Hutan Waisai dengan burung-burung cenderawasihnya.

Seorang penjaga kawasan Hutan Warkesi Orgenes Manggaprou menceritakan, belum lama ini ada enam orang wisatawan asal Thailand yang berkunjung ke kawasan Hutan Warkesi dan mereka menyatakan sangat kagum melihat burung cenderawasih di sana. Mereka bisa tahan berjam-jam karena merasa senang melihat pemandangan alami di dalam hutan.

"Wisatawan fotografer Thailand tersebut berjam-jam di dalam kawasan hutan di Pulau Waigeo mengambil gambar Burung Cenderawasih menari," kata Orgenes Manggaprou seperti dikutip Antara.


3. Masyarakat lokal turut menjaga hutan rumah burung cenderawasih

  Burung cendrawasih bukan di alam liar. (Foto: Pixabay/Adith01)
Burung cendrawasih bukan di alam liar. (Foto: Pixabay/Adith01)


Hutan yang asli dan burung cenderawasih di alam liarnya cukup banyak mendatangkan wisatawan. Kunjungan-kunjungan wisatawan itu merupakan sumber penghasilan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu, pengelolaan hutan sebagai objek wisata juga sebagai sarana edukasi baik kepada masyarakat juga kepada para pelancong.

"Masyarakat setempat menjaga kawasan tersebut dari penebangan pohon secara liar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga burung cenderawasih tidak berpindah tempat," kata Orgenes. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Dari San Fransisco hingga Tokyo, Ini 5 Tempat Makan Terasyik meski Kamu Jomlo



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH