[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Mengandung Sel Pemicu Kanker Hoaks penelitian terkait mRna. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Sebuah artikel dari media Natural News mengunggah hasil penelitian terkait mRna.

Artikel ini menjelaskan bahwa vaksin COVID-19 berbasis mRna yang saat ini tengah dikembangkan dapat menginstruksikan sel manusia yang berperan penting dalam menyebabkan kanker untuk semakin berkembang.

Artikel ini mengklaim hasil penelitian berasal dari laboratorium independen yang tidak terikat pada industri farmasi manapun yang memproduksi vaksin.

Baca Juga:

(HOAKS atau FAKTA) : Garuda Indonesia Kini Jualan Parfum

NARASI:

“MEDICAL SHOCKER: Scientists at Sloan Kettering discover mRNA inactivates tumor-suppressing proteins, meaning it can promote cancer.”

FAKTA:

Namun setelah dilakukan penelusuran Mafindo, penjelasan mengenai bahaya vaksin berbasis mRna ternyata keliru.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center, yang tertulis dalam artikel, mengonfirmasi bahwa klaim tersebut salah dan terjadi kesalahan dalam mengartikan temuan penelitian ini.

Temuan ini dibuat tahun 2018, jauh sebelum COVID-19 muncul. Jadi tidak ada kaitannya dengan vaksin.

Melansir dari media periksa fakta AFP, Brian Lichty, profesor di Departemen Patologi dan Kedokteran Molekuler di McMaster University, menyatakan bahwa untuk memahami hasil penelitian tersebut, seseorang harus memahami proses transkripsi.

Hoaks penelitian vaksin berbasis mRna sebabkan kanker. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Hoaks penelitian terkait mRna. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Lichty menjelaskan bahwa mRna merupakan molekul beruntai tunggal yang melengkapi salah satu untai gen DNA dan memainkan peran penting dalam sintesis protein.

“Mesin penerjemah” dalam tubuh mengikat mRNA untuk membaca kode genetiknya dan membuat protein tertentu.

Dalam kasus leukimia (kanker darah), disebabkan oleh kekacauan proses transkripsi ini, sehingga menghasilkan mRna yang tidak akurat dan protein penekan tumor yang tidak benar.

Untuk itu, terkait kanker, kesalahan ada pada kekacauan transkripsi, bukan pada mRna.

Dalam akhir penjelasannya, Lichty mengatakan bahwa vaksin COVID-19 berbasis mRna ini, terdiri dari mRNA yang telah disintesis di fasilitas produksi. Karena mRna sudah dibuat, maka tidak ada peluang terjadinya kesalahan proses transkripsi.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Radiasi Wifi Sebabkan Kanker Pada Anak

KESIMPULAN:

Jadi dapat disimpulkan bahwa artikel Natural News yang mengklaim bahwa vaksin berbasis mRna dapat menyebabkan kanker pada tubuh manusia adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tangan Rizieq Lebam karena Tangannya Dipelintir Petugas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingat! Pelamar CPNS Hanya Bisa Milih Satu Jalur dan Satu Formasi
Indonesia
Ingat! Pelamar CPNS Hanya Bisa Milih Satu Jalur dan Satu Formasi

Khusus bagi instansi daerah pada seleksi kali ini akan merekrut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja guru.

Hasil Autopsi Enam Jenazah Pengawal Rizieq Belum Keluar
Indonesia
Hasil Autopsi Enam Jenazah Pengawal Rizieq Belum Keluar

Sesuai undang-undang, kewajiban penyidik adalah memberitahukan keluarga

Pulang Mudik, Warga Diperingatkan untuk Tak Keluar Rumah
Indonesia
Pulang Mudik, Warga Diperingatkan untuk Tak Keluar Rumah

Seluruh pemudik ataupun masyarakat yang kembali dari bepergian pada saat libur Lebaran tahun ini diminta melakukan isolasi mandiri.

Libur Nataru, Kemenhub Bikin Posko Pantau Prokes
Indonesia
Libur Nataru, Kemenhub Bikin Posko Pantau Prokes

Untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat pada saat libur Nataru, saat ini Kemenhub tengah melakukan koordinasi intensif dengan Satuan Tugas Covid 19 yang akan menetapkan Surat Edaran.

Tol Cimanggis-Cibitung Diyakini Perlancar Arus Logistik Kawasan Jabodetabek
Indonesia
Tol Cimanggis-Cibitung Diyakini Perlancar Arus Logistik Kawasan Jabodetabek

Kehadiran tol Cibitung-Cimanggis ini dinilai penting

Kisah Polisi yang Rela Jarang Pulang ke Rumah Demi Menegakkan Prokes ke Warga
Indonesia
Kisah Polisi yang Rela Jarang Pulang ke Rumah Demi Menegakkan Prokes ke Warga

Menegakkan protokol kesehatan di Jakarta dinilai tak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh kerja keras dan pengorbanan untuk mendisiplinkan warga agar mau patuh.

Polres Jakpus Ambil Alih Penyidikan Kasus Kebakaran Gedung BPOM
Indonesia
Polres Jakpus Ambil Alih Penyidikan Kasus Kebakaran Gedung BPOM

Sebelumnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan tingkat Polsek Johar Baru.

Militer Myanmar Beredel 5 Perusahaan Media
Dunia
Militer Myanmar Beredel 5 Perusahaan Media

Dewan Militer Myanmar mencabut izin atau memberedel lima perusahaan media independen.

8 Hari Penerapan PPKM Darurat, Penumpang KRL Terus Menurun
Indonesia
8 Hari Penerapan PPKM Darurat, Penumpang KRL Terus Menurun

Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) selama delapan hari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terus menurun.

Bawaslu Tegaskan Pilkada Serentak Belum Usai
Indonesia
Bawaslu Tegaskan Pilkada Serentak Belum Usai

Masih ada pertarungan terakhir yaitu perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).