[HOAKS atau FAKTA]: Puluhan Menteri Kabinet Jokowi Mundur, Ikuti Langkah Sri Mulyani

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 01 Februari 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Puluhan Menteri Kabinet Jokowi Mundur, Ikuti Langkah Sri Mulyani

Informasi tentang klaim puluhan Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) mundur (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kanal Youtube Redaksi TV mengunggah video dengan klaim puluhan Menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) mundur. Mereka disebut mengikuti langkah yang diambil Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

NARASI

“Tangis JKW pecah :bangbang: Puluhan mentri ikuti langkah Sri Mulyani”

Narasi dalam gambar pratinjau: “PULUHAN MENTERI MUNDUR SRI MULYANI MUNDUR SAHAM INDONESIA TERJUN BEBAS”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kedatangan Pengungsi Rohingya Buat Tambah Suara Pemilu 2024

FAKTA

Namun setelah menonton keseluruhan video, tidak ada informasi valid yang menjelaskan mundurnya puluhan menteri kabinet Presiden Joko Widodo.

Cuplikan yang ditampilkan pada video tidak berkaitan dengan klaim tersebut. Sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial terkait isu Menteri Sri Mulyani mundur.

Isu ini berawal dari pernyataan yang disebutkan oleh ekonom senior Faisal Basri beberapa waktu lalu. Dia mengatakan para menteri tengah menunggu momentum pas untuk mengundurkan diri.

Faisal mengatakan ada sekitar 15 menteri yang berpotensi mundur. Selain Sri Mulyani dan Retno Marsudi, ada nama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Berikutnya adalah lima orang ada PDI Perjuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa.

Dua menteri PKB dan seorang menteri Nasdemi yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar juga berada dalam daftar.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Wapres Ma’ruf Amin Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

Nama lainnya adalah Menteri ESDM Arifin Tasri serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Beberapa menteri langsung membantahnya. Sri Mulyani tak berbicara banyak, dia hanya mengatakan dirinya masih bekerja.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi juga memberikan jawaban yang sama. Bahkan dia mengaku telah menghubungi seluruh nama yang diisukan siap resign dari kabinet.

Salah satu yang dihubungi adalah menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang menurut penuturan Budi tengah mempersiapkan diri debat di Dewan Keamanan PBB terkait isu Gaza.

Baca Juga:

Menkominfo Petakan Hoaks Pemilu Terbanyak Seliweran di Facebook

KESIMPULAN

Sri Mulyani membantah isu mundurnya ia dari Kabinet Indonesia Maju. Beberapa menteri lain yang diisukan mundur masih aktif bekerja sampai saat ini. (Knu)

##HOAKS/FAKTA #Penyebar Hoaks
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Beredar informasi yang menyebut Kemendikbud akan melarang guru memiliki barang mewah. Cek Kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 57 menit lalu
[HOAKS atau FAKTA]: Kemendikbud Larang Guru Punya Barang Mewah karena Tak Pantas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Beredar isu di media sosial, eks Menkeu Purbaya dilantik menjadi Dirjen Bea Cukai. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pasca Tak Jadi Menkeu, Purbaya Kini Jabat Dirjen Bea Cukai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Beredar unggahan yang menyebut tarif parkir mobil di Jakarta kini menjadi Rp 60 ribu per jam. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Aturan Baru, Tarif Parkir di Jakarta Rp 60 Ribu Per Jam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Klasifikasi resmi World Bank sendiri menempatkan Indonesia di kelompok negara berpenghasilan menengah-atas, bukan negara paling miskin.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Narasi itu merujuk pada peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan sebelumnya, yakni aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Malang pada Senin (15/6).
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Beredar informasi yang menyebut pemerintah enggan mengeluarkan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Bagikan