[Hoaks atau Fakta]: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo di lumbung pangan Kalimantan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Akun Facebook Ferry Ansyah (fb.com/ferry.ansyah.1238) pada 12 Maret 2021 mengunggah sebuah gambar tangkapan layar sebuah artikel berjudul

“Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode, Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK”

Sumber : https://archive.ph/EmeZE (Arsip)

Baca Juga:

Usulan Masa Jabatan Presiden 3 Periode Dinilai Rusak Demokrasi dan Irasional

FAKTA

Gambar itu merupakan gambar editan dari artikel yang berjudul “Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode” yang tayang di situs Medcom.id pada 12 Maret 2021 dengan menambahkan kalimat “Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK”

Dilansir dari Tempo, judul asli artikel Medcom.id itu adalah “Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode”. Artikel tersebut dimuat pada 12 Maret 2021. Artikel ini juga berisi foto yang sama dengan yang tercantum dalam gambar tangkapan layar yang beredar.

Tangkapan layar hoaks soal Prabowo. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks pada Prabowo. (Foto: Mafindo)

Dalam artikel ini pun, tidak ditemukan pernyataan Arief bahwa Prabowo ingin Jokowi mengemban masa jabatan presiden selama tiga periode karena melihat dan merasakan kerjanya yang oke.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim adanya artikel berjudul “Arief Poyuono: Prabowo Mau Jokowi Tiga Periode, Sebab Prabowo Sudah Melihat Dan Merasakan Kerjanya Yang OK” merupakan konten yang dimanipulasi.

Baca Juga:

Soal Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi Minta Tak Ada Kegaduhan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Klaim Punya Jagoan di Pilkada DKI
Indonesia
PDIP Klaim Punya Jagoan di Pilkada DKI

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta mengklaim memiliki sosok yang nantinya akan maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI.

PSI: DPR Citranya Makin Ambyar, Jadi Sarang Makelar Politik Kelas Kakap
Indonesia
PSI: DPR Citranya Makin Ambyar, Jadi Sarang Makelar Politik Kelas Kakap

Anggota DPR yang lama di Komisi III DPR pasti tahu pantangan yang tidak boleh dilakukan KPK

Pulang Umrah, Jemaah Diminta Tes COVID-19 dan Karantina Mandiri
Indonesia
Pulang Umrah, Jemaah Diminta Tes COVID-19 dan Karantina Mandiri

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengimbau jemaah umrah yang kembali ke Indonesia untuk melakukan tes dan karantina selayaknya orang yang baru menempuh perjalanan dari luar negeri.

[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat

Metode bernama “Jumping Urine” tersebut menyaratkan untuk melompat-lompat agar air seni dapat keluar.

Kabaintelkam Polri Sebut Hanya dengan Cara Ini KKB Dapat Dihilangkan
Indonesia
Kabaintelkam Polri Sebut Hanya dengan Cara Ini KKB Dapat Dihilangkan

Sepak terjang kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap mengancam keselamatan warga Papua dinilai perlu ditindak melalui pendekatan hukum.

Tahun Baru Islam 1442 H Momentum Teguhkan Persatuan Menuju Indonesia Maju
Indonesia
Tahun Baru Islam 1442 H Momentum Teguhkan Persatuan Menuju Indonesia Maju

"Mari manfaatkan momentum 1 Muharram 1442 H untuk teguhkan persatuan menuju dan mewujudkan Indonesia maju," kata Menteri Agama Fachrul Razi

Usai Ikut Kunjungan Edhy Prabowo, Dirjen PRL KKP Meninggal Gegara COVID-19
Indonesia
Usai Ikut Kunjungan Edhy Prabowo, Dirjen PRL KKP Meninggal Gegara COVID-19

Aryo Hanggono terpapar oleh penyakit COVID-19 setelah kunjungan kerja rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke sejumlah daerah

Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua
Indonesia
Seorang Jenderal TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Dani tewas ditembak oleh kelompok separatis Papua.

Barang Bukti Hasil Investigasi Kematian Laskar FPI yang Diserahkan Komnas HAM ke Bareskrim
Indonesia
Barang Bukti Hasil Investigasi Kematian Laskar FPI yang Diserahkan Komnas HAM ke Bareskrim

Komnas HAM sebelumnya sudah menerima surat permintaan pelimpahan barang bukti dari pihak Bareskrim

DKI: 174.140 Jalani Rapid Test, 6.432 Orang Reaktif COVID-19
Indonesia
DKI: 174.140 Jalani Rapid Test, 6.432 Orang Reaktif COVID-19

Persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.