[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Scuba di Surabaya Langsung Didenda dan Dites Swab Tangkapan layar Facebook terkait razia masker scuba di Surabaya. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Pemerintah mengeluarkan imbauan tidak menggunakan masker scuba. Sebab, masker yang banyak dijual di pasaran tersebut memiliki rongga besar sehingga partikel kecil dapat mudah masuk.

Akun Siti Ulfa (fb.com/100017524802218) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:

“Gk gawe masker di denda. Gawe masker pun di tentukan. Pokok laaak maskeran lak yhowes seh. Apa2 di denda. Wess cari uang susah ne masyaallah sek kate di denda2 segala. Lok eddep.”

Di gambar tersebut, terdapat foto aktivitas razia di jalan raya. Beberapa petugas kepolisian dan satpol PP tampak memberhentikan pengguna jalan dan melakukan pemeriksaan serta narasi.

“Bulak rukem depan sekolahan triguna seng gae masker scuba mending puter balik ganti masker SNI daripada knek swab n denda.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: BI Bagi-bagi Hadiah Langsung Transfer ke Rekening Pribadi

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), klaim adanya razia dan masker scuba yang disertai denda dan swab di Bulak Rukem, Surabaya adalah klaim yang salah.

Faktanya, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami menyatakan tidak ada pelarangan masker scuba di Bulak Rukem, Surabaya.

Selama operasi berlangsung, tidak ada pemberlakuan denda kepada pengguna masker scuba. Mereka hanya diberi sosialisasi atau pengarahan.

Esti Setija Oetami menyatakan bahwa foto yang beredar tersebut merupakan operasi serentak tiga pilar yang diselenggarakan pada Rabu (23/9). Selain bertujuan menegakkan protokol kesehatan, operasi itu disertai rapid test masal yang diadakan gratis oleh Pemkot Surabaya.

”Hoaks ya. Tidak ada pelarangan scuba. Itu penegakan protokol kesehatan sekaligus rapid antigen masal dan gratis,” katanya kemarin.

Tangkapan layar Facebook terkait razia masker scuba di Surabaya. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook terkait razia masker scuba di Surabaya. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Menurut mantan Kapolsek Rungkut tersebut, Pemkot Surabaya tidak melarang penggunaan masker scuba. Selama operasi berlangsung, tidak ada pemberlakuan denda kepada pengguna masker scuba. Mereka hanya diberi sosialisasi atau pengarahan.

”Kalau pakai masker scuba, sebaiknya ada lapisan tambahan. Bisa pakai tisu atau masker medis seperti petugas tiga pilar lainnya yang memakai masker scuba,” tuturnya. Dia berharap masyarakat lebih selektif ketika menerima informasi agar ke depannya tidak terjadi misinformasi.

Baca Juga:

[HOAKS ATAU FAKTA]: Mulai 1 Oktober Nusa Ekspres Rute Cilacap-Tegal Beroperasi

KESIMPULAN:

Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami menyatakan tidak ada pelarangan masker scuba di Bulak Rukem, Surabaya. Selama operasi berlangsung, tidak ada pemberlakuan denda kepada pengguna masker scuba. Mereka hanya diberi sosialisasi atau pengarahan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Keluarga Pemilik BPJS Bakal Dapat BLT Rp4 Juta

DIY Mulai Latih Vaksinator COVID-19
Indonesia
UGM Kembangkan Obat Antivirus Corona
Indonesia
DIY Mulai Latih Vaksinator COVID-19
Indonesia
UGM Kembangkan Obat Antivirus Corona
Indonesia
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gibran Dapat Nomor Urut 1, Bajo Nomor 2
Indonesia
Gibran Dapat Nomor Urut 1, Bajo Nomor 2

Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa diusung PDIP mendapatkan nomor urut satu. Sedangkan pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) independen mendapatkan nomor urut dua.

Bulog Serap 700 Ribu Ton Gabah Petani
Indonesia
Bulog Serap 700 Ribu Ton Gabah Petani

Target pengadaan gabah/beras dalam negeri tahun 2020 sebanyak 1,4 juta ton setara beras. Jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan.

IKAPPI: 833 Pedagang Pasar Positif, Paling Banyak di Jakarta
Indonesia
IKAPPI: 833 Pedagang Pasar Positif, Paling Banyak di Jakarta

Terdapat 65 kasus baru dengan tambahan 3 pedagang pasar

Pulang dari Tiongkok, Mahasiswi Asal Karanganyar Masuk Ruang Isolasi RSUD dr Moewardi
Indonesia
Pulang dari Tiongkok, Mahasiswi Asal Karanganyar Masuk Ruang Isolasi RSUD dr Moewardi

Pasien yang masih berusia 18 tahun tersebut diketahui baru saja pulang dari Kota Nanjing, Tiongkok

 Pemerintah Akui Banyak Masyarakat yang Irasional Sikapi Kasus Corona
Indonesia
Pemerintah Akui Banyak Masyarakat yang Irasional Sikapi Kasus Corona

Ia menegaskan di dalam menghadapi SARS kembali pada saat itu serta tidak kemudian menjadi panik dan seakan-akan bahwa ini akan terjadi seperti gambaran-gambaran yang ada di Wuhan beberapa waktu yang lalu.

Virus Corona Masuk Malaysia, PLBN Entikong Siaga Bentuk Tim Gerak Cepat
Indonesia
Virus Corona Masuk Malaysia, PLBN Entikong Siaga Bentuk Tim Gerak Cepat

Malaysia masuk dalam 13 negara yang sudah mengonfirmasi terinfeksi virus corona.

Hari ini, Pekerja dan Guru Honor Mulai Dapat Tambahan Rp600 Ribu Dari Negara
Indonesia
Hari ini, Pekerja dan Guru Honor Mulai Dapat Tambahan Rp600 Ribu Dari Negara

Insentif total senilai Rp2,4 juta diberikan sebanyak Rp600.000 per bulan untuk empat bulan dan akan dibayarkan dalam dua kali penyaluran.

Amankan Midodareni dari Massa Intoleran, Kapolresta Surakarta Malah Dipukul
Indonesia
Amankan Midodareni dari Massa Intoleran, Kapolresta Surakarta Malah Dipukul

Polresta Surakarta akan segera menangkap pelaku intoleran yang berani berbuat anarkis di Solo

Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas
Indonesia
Ketua KPK Jadi Saksi Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Plt Direktur Dumas

Aprizal diduga melanggar kode etik karena tidak melakukan koordinasi saat melakukan operasi tangkap tangan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Versi Polisi
Indonesia
Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Versi Polisi

Kebakaran di Gedung Kejagung bermula pada Sabtu, 22 Agustus 2020, sekitar pukul 19.10 WIB