[HOAKS atau FAKTA]: BI Bagi-bagi Hadiah Langsung Transfer ke Rekening Pribadi Tangkapan layar terkait BI bagi-bagi hadiah. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai mengatasnamakan Bank Indonesia (BI) mengenai bagi-bagi hadiah langsung transfer ke rekening pribadi.

Dalam pesan itu, nasabah harus mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu sebagai syarat yang diberlakukan oleh BI dan OJK. Apabila uang tersebut tidak ditransfer, maka pencairan dana pun tidak dipenuhi.

Baca Juga:

[HOAKS ATAU FAKTA]: Mulai 1 Oktober Nusa Ekspres Rute Cilacap-Tegal Beroperasi

NARASI:

PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA

(1) JIKA HADIAH SUDAH DI TRANSFER LENGSUNG KE NOMOR REKENING ANDA NAMUN DANA TERSEBUT BELUM BISA DICEK DAN DITARIK APABILA BELUM MELAKSANAKAN SYARAT DAN KETENTUAN BANK INDONESIA & OTOMATIS OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)YAITU PEMBAYARAN BIAYA PENANDA TANGANAN PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA DARI BANK INDONESIA SEBESAR (Rp.4.750.000)

– DAN PERLU KAMI JELASKAN BAHWA APABILA SYARAT INI TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN MAKA PROSES PENCAIRAN DANA AKAN DITUNDA DAN DILANJUTKAN DENGAN PENARIKAN DANA DARI REKENING TABUNGAN ANDA.

(2) KEGUNAAN DANA TERSEBUT Rp.4.750.000 UNTUK JAMINAN PENGESAHAN PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA OLEH BANK INDONESIA DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DAN JANGAN DIKHAWATIRKAN DANA TERSEBUT AKAN DIKEMBALIKAN BERSAMA DANA HADIAH ANDA. TERIMA KASIH!!!

Tangkapan layar terkait BI bagi-bagi hadiah. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar terkait BI bagi-bagi hadiah. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

FAKTA:

Berdasarkan penelusuran, pesan berantai tersebut adalah salah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, pesan berantai BI bagi-bagi hadiah langsung ke rekening pribadi melalui transfer merupakan informasi yang salah.

“Tidak benar jika ada yang bilang Bank Indonesia bisa layani nasabah. Jadi jika dapat informasi atau pesan seperti itu adalah hoaks” ujar Onny.

Lebih lanjut Onny mengimbau masyarakat, untuk melapor ke pihak berwajib apabila terkena dampak penipuan tersebut.

“Untuk berita hoaks seperti itu sudah kami laporkan ke Kominfo. Namun jika ada nasabah yang terkena penipuan maka bisa langsung lapor ke pihak yang berwajib” papar Onny.

Bank Indonesia juga melakukan klarifikasi di akun Instagram resminya @bank_indonesia bahwa bank tidak pernah menerima atau mengirim transfer dana langsung pada masyarakat.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Keluarga Pemilik BPJS Bakal Dapat BLT Rp4 Juta

KESIMPULAN:

Dengan demikian, pesan berantai terkait Bank Indonesia bagikan hadiah langsung transfer ke rekening pribadi termasuk kategori Konten Palsu. Hal ini dikarenakan pesan tersebut adalah hoaks. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dapat Penghargaan Bergengsi Tak Pernah Diekspose Media

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Depok Kembali Perbolehkan Ojol Angkut Penumpang
Indonesia
Depok Kembali Perbolehkan Ojol Angkut Penumpang

Pendapatan ojo merosot cukup tajam hingga 80 persen dari sebelum pandemi COVID-19.

Kini, Semua Negara Serius Antisipasi Corona
Indonesia
Kini, Semua Negara Serius Antisipasi Corona

Ada dua keuntungan yang bisa diperoleh dengan penetapan status ini

Gerindra: Irjen Nana Sudjana Layak Jadi Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Gerindra: Irjen Nana Sudjana Layak Jadi Kapolda Metro Jaya

Nana Sujana mempunyai rekam jejak yang mumpuni selama berkarier di Korps Bhayangkara.

Operasi Militer COVID-19 Penyelamatan Suku Yanomami
Dunia
Operasi Militer COVID-19 Penyelamatan Suku Yanomami

Suku Yanomami merupakan masyarakat adat Amazon yang terisolasi dan tinggal di perbatasan dengan Venezuela

Mensos: 45 Kg Beras Siap Disalurkan ke 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat
Indonesia
Mensos: 45 Kg Beras Siap Disalurkan ke 10 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Politisi PDI Perjuangan itu penyaluran dilakukan dua kali, yaitu 30 kg per KPM di bulan September dan 15 kg per KPM di bulan Oktober.

Polda Metro Terjunkan Personel Khusus Awasi Salat Iduladha di DKI
Indonesia
Polda Metro Terjunkan Personel Khusus Awasi Salat Iduladha di DKI

Anies Baswedan mengajak warga untuk memanfaatkan teknologi digital

Narkoba 288 Kilogram Berkode 555 di Serpong Diduga dari Iran
Indonesia
Narkoba 288 Kilogram Berkode 555 di Serpong Diduga dari Iran

"Kalau kita liat dari label di sini, ini cap ini bisa dikatakan jaringan internasional, jaringan Iran. Ada tulisan cap Iran di sini," kata Nana.

 Kewenangan Pidana Ujaran Kebencian Terhadap Presiden, Polisi Tak Boleh Asal Tindak
Indonesia
Kewenangan Pidana Ujaran Kebencian Terhadap Presiden, Polisi Tak Boleh Asal Tindak

Ia melihat, kritik sebagai bukti bahwa masyarakat terlibat dan berpartisipasi dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Dan hal itu sangat lumrah dengan negara demokratis seperti Indonesia.

KPK Ajukan Banding atas Vonis 7 Tahun Imam Nahrawi
Indonesia
KPK Ajukan Banding atas Vonis 7 Tahun Imam Nahrawi

Politikus PKB itu hanya divonis 7 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan.

Berpotensi Lawan Independen di Pilwakot Solo, Begini Respon Gibran
Indonesia
Berpotensi Lawan Independen di Pilwakot Solo, Begini Respon Gibran

Ia menegaskan siap melawan siapapun baik dari calon yang diusung parpol, independen, melawan kotak kosong di Pilwakot Solo.