[HOAKS atau FAKTA]: Lansia 70 Tahun ke Atas Meninggal Setelah Terima Vaksin mRNA Tangkapan layar soal hoaks lansia 70 tahun ke atas meninggal setelah terima vaksin mRNA. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di media sosial TikTok yang berisi informasi tentang dampak vaksin mRNA. Salah satu pernyataan di dalam video menyebutkan bahwa vaksin mRNA untuk COVID-19 dapat menyebabkan seorang lansia di atas 70 tahun meninggal dunia setelah 2 sampai 3 tahun pasca-vaksinasi.

NARASI:

Siapa saja yang berusia 70 tahun keatas yang mengambil VAKSIN mRNA ini, mungkin akan meninggal dalam jangka waktu 2 atau 3 tahun kedepan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Konsumsi Buah saat Perut Kosong Dapat Sembuhkan Kanker

FAKTA:

Pernyataan tentang dampak vaksin mRNA yang ada di dalam video mengandung kekeliruan. Sampai saat ini, belum ada kasus atau hasil penelitian yang dapat menunjukkan bahwa vaksin mRNA dapat menyebabkan kematian secara langsung kepada penerima vaksin.

Para ahli vaksinasi Tiongkok menyerukan untuk berhati-hati dengan vaksin mRNA setelah adanya laporan Badan Produk Terapi Swiss (Swissmedic) bahwa terdapat 16 kasus kematian lansia di Swiss setelah divaksin Pfizer dan Moderna.

Swissmedic juga menduga ada sekitar 364 kasus dampak buruk vaksin, dengan 199 berkaitan dengan vaksin Pfizer, dan 154 dengan Moderna. Rata-rata usia yang meninggal adalah 86 tahun dan kebanyakan dari mereka memiliki penyakit komorbid. Namun, tidak ada bukti bahwa vaksin adalah penyebab kematian.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: WHO Minta Vaksinasi COVID-19 di Seluruh Dunia Dihentikan

Di beberapa kasus, kematian pasca-vaksinasi memang pernah terjadi. Namun menurut para ahli, vaksin tidak berperan secara langsung sebagai penyebab kematian. Kematian pasca-vaksin dapat terjadi karena beberapa hal seperti, tingkat usia, hormon, dan penyakit bawaan.

Mendukung hal tersebut, berdasarkan data dari CDC pada 145 juta dosis di AS (14 Desember 2020 – 25 Maret 2021) menyatakan ada 2.509 kematian (0,0017 persen) kematian bagi orang yang sudah divaksin. Namun, CDC merilis data dengan mempertimbangkan akta kematian, autopsi, dan catatan medis tidak ada bukti bahwa vaksin berkontribusi pada kematian.

KESIMPULAN:

Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa vaksin mRNA dapat menyebabkan kematian pada lansia berusia 70 ke atas adalah klaim keliru dan termasuk hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin mRNA Sebabkan Kematian Pada Lansia

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Siapkan Subsidi untuk Beli Kendaraan Listrik
Indonesia
Pemerintah Siapkan Subsidi untuk Beli Kendaraan Listrik

Penggunaan mobil listrik kini tengah digencarkan di tanah air. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengakui, pemerintah sedang menyusun skema-skema subsidi.

Erick Pastikan Harga Pertalite Belum Akan Dinaikkan
Indonesia
Erick Pastikan Harga Pertalite Belum Akan Dinaikkan

"Saya sudah sampaikan tidak mungkin pemerintah dengan kondisi pangan dan energi seperti sekarang, pemerintah mendiamkan, tidak melakukan intervensi, tidak mungkin," kata Erick.

Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif
Indonesia
Antisipasi Kemacetan dalam Kota Solo, Dishub Siapkan Rute-Rute Alternatif

Dinas Perhubungan Kota Solo, Jawa Tengah memasang 126 rambu pendahulu penunjuk jalan (RPPJ) portable jalan alternatif di sejumlah titik.

KPK Fasilitasi Kunjungan Daring Keluarga Tahanan pada Hari Raya Waisak
Indonesia
KPK Fasilitasi Kunjungan Daring Keluarga Tahanan pada Hari Raya Waisak

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi kunjungan keluarga secara daring terhadap tahanan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Kavling C1, dan Pomdam Jaya Guntur pada peringatan Hari Raya Waisak 2556 BE, Senin (16/5)

Kejagung Periksa Eks Mendag M Lutfi Terkait Kasus CPO Besok
Indonesia
Kejagung Periksa Eks Mendag M Lutfi Terkait Kasus CPO Besok

Kejaksaan Agung (Kejagung) dijadwalkan memeriksa eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terkait tindak pidana dugaan korupsi pemberian fasilitas izin ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), Rabu (22/6).

Jurus Sobat Anies dan Ganjar Milenial Center Berebut Simpati di Wilayah Gibran
Indonesia
Jurus Sobat Anies dan Ganjar Milenial Center Berebut Simpati di Wilayah Gibran

Relawan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mulai bergerilya mencari simpati pada warga Solo melalui kegiatan sosial.

Jokowi akan Anugerahkan Bintang Mahaputera Satya Lencana Budaya pada Waldjinah
Indonesia
Jokowi akan Anugerahkan Bintang Mahaputera Satya Lencana Budaya pada Waldjinah

Maestro keroncong, Waldjinah merayakan ulang tahunnya yang ke-77 di Rumdin Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Senin (7/11) malam.

Respons Pernyataan AHY, Adian Sebut Jokowi Tidak Hanya Beri BLT
Indonesia
Respons Pernyataan AHY, Adian Sebut Jokowi Tidak Hanya Beri BLT

Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu mengatakan bahwa pemerintahan Joko Widodo tidak hanya memberikan bantuan langsung tunai, namun juga bantuan lain turut diberikan pula kepada masyarakat.

KPK Minta Istri dan Anak Lukas Enembe Kooperatif
Indonesia
KPK Minta Istri dan Anak Lukas Enembe Kooperatif

Untuk itu, Ali berharap Yulce dan Astract kooperatif dan hadir sesuai dengan jadwal, waktu dan tempat dalam surat panggilan yang telah disampaikan.

Rajai Survei, Gibran Klaim Warga Enggan Dirinya Melaju ke Pilgub Jateng
Indonesia
Rajai Survei, Gibran Klaim Warga Enggan Dirinya Melaju ke Pilgub Jateng

Lembaga survei Charta Politika Indonesia telah merilis hasil survei calon gubernur (Cagub) Pilkada Jateng 2024. Dalam simulasi calon Gubernur Jawa Tengah, nama Gibran Rakabuming Raka menduduki peringkat pertama dengan 28.5 persen.