[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Tunjuk Risma Gantikan Anies Mensos Tri Rismaharini. (Foto: Sekretariat Presiden).

MerahPutih.com - Beredar di media sosial Facebook, sebuah unggahan yang menampilkan tautan video Youtube dengan klaim bahwa Jokowi beri sinyal kepada Menteri Sosial, Trirismaharini alias Risma, untuk menggantikan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan.

Unggahan tersebut telah telah mendapat banyak komentar dari masyarakat. Sementara itu, video Youtube yang disebarkan, telah ditonton lebih dari 300ribu kali.

“Akhirnya semakin MEMANAS, Jokowi tunjuk Risma gantikan Anies Bawedan.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir

FAKTA

Setelah dilakukan penelusuran Mafindo, klaim yang menyatakan bahwa Jokowi menunjuk atau memberi sinyal kepada Risma untuk menggantikan Anies sebagai gubernur DKI Jakarta adalah hoaks.

Di dalam video tersebut, tidak ditemukan pernyataan Presiden Jokowi perihal pergantian gubernur DKI.

Video tersebut berisi potongan-potongan video dari Jokowi, Risma, dan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, yang disusun untuk menampilkan kesan bahwa mereka memberi pernyataan terkait penunjukkan Risma sebagai gubernur DKI pengganti. Padahal video-video tersebut berasal dari keadaan yang berbeda-beda.

Risma sendiri memang digadang-gadang akan menjadi penantang Anies di pilkada DKI Jakarta tahun 2022. Namun, hal tersebut masih berupa dugaan dan masih menjadi rahasia partai. Perihal kekuasan Jokowi untuk memberhentikan gubernur pun tidak sembarangan.

Tangkapan layar hoaks Risma gantikan Anies. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks Risma gantikan Anies. (Foto: Mafindo)

Presiden dapat memberhentikan gubernur jika ada usulan dari DPRD kepada Menteri. Usulan tersebut kemudian disampaikan oleh Menteri kepada Presiden untuk dilakukan pertimbangan.

Sampai saat ini, belum ada berita apapun yang menyatakan bahwa DPRD DKI Jakarta mengajukan usul pemberhentian gubernur DKI Jakarta aktif, Anies Baswedan.

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyatakan bahwa Jokowi tunjuk Mensos Trirismaharani alias Risma sebagai gubernur DKI Jakarta pengganti adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Anies Kontrak Politik dengan HTI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menparkeraf Peringatkan Pengelola Bioskop tidak Sembrono
Indonesia
Menparkeraf Peringatkan Pengelola Bioskop tidak Sembrono

Ia mendukung rencana dari Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka kembali bioskop yang ada di wilayah DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK
Indonesia
Anak Amien Rais Jual Nama Wakil Ketua Komisi III Saat Ribut dengan Petinggi KPK

"Bahkan yang bersangkutan sempat mengatakan. "Kamu, Siapa?" dan mengatakan pada Pak Nawawi saat itu, bahwa ia sedang bersama dengan salah satu Wakil Ketua Komisi dari DPR-RI," jelas dia.

2 Alasan Masjid Istiqlal Belum Mulai Gelar Salat Jumat Besok
Indonesia
2 Alasan Masjid Istiqlal Belum Mulai Gelar Salat Jumat Besok

Anies mengatakan bahwa pengurus rumah ibadah mesti tetap memperhatikan prinsip-prinsip protokol kesehatan yang telah ditentukan

Lansia Tak Miliki KTP DKI Kini Boleh Ikuti Vaksinasi di Senayan
Indonesia
Lansia Tak Miliki KTP DKI Kini Boleh Ikuti Vaksinasi di Senayan

Keputusan tersebut didasari atas antusias para lansia

Istana Sudah Terima Draf Final UU Ciptaker
Indonesia
Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi
Indonesia
Besok, Bajo dan Gibran-Teguh Jalani Tes Kesehatan di RSUD dr Moewardi

Dikatakannya, merujuk jadwal KPU RI bakal cawali dan cawawali di pilkada serentak diadakan pada Selasa-Rabu (8-9/9).

 Sebagian Penghuni Pilih Bertahan di Wisma Karantina Pademangan
Indonesia
Sebagian Penghuni Pilih Bertahan di Wisma Karantina Pademangan

Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) melaporkan bahwa sebagian penghuni betah tinggal di wisma dan tidak mau pulang. Mereka yang bertahan enggan untuk meninggalkan Jakarta.

Update COVID-19 Kamis (23/4): 7.775 Kasus Positif, 647 Pasien Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (23/4): 7.775 Kasus Positif, 647 Pasien Meninggal Dunia

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 357 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop
Indonesia
Pemerintah Diminta Enggak Terburu-buru Buka Bioskop

Perlu memastikan angka kasus COVID-19 sudah mengalami penurunan

KPK Minta Imam Nahrawi Laporkan Aliran Duit ke Pejabat Kejagung dan BPK
Indonesia
KPK Minta Imam Nahrawi Laporkan Aliran Duit ke Pejabat Kejagung dan BPK

Sadapan justru merupakan petunjuk benar adanya penerimaan uang