[Hoaks atau Fakta]: Bank Indonesia Bagi Bagi Uang ke Rekening Pribadi Bank Indonesia. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Telah beredar pesan berantai mengatasnamakan Bank Indonesia mengenai bagi-bagi hadiah langsung transfer ke rekening pribadi.

Dalam pesan tersebut, nasabah harus mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu sebagai syarat yang diberlakukan oleh Bank Indonesia dan OJK. Dan apabila uang tersebut tidak ditransfer, maka pencairan dana pun tidak dipenuhi.

"PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA

(1) JIKA HADIAH SUDAH DI TRANSFER LENGSUNG KE NOMOR REKENING ANDA NAMUN DANA TERSEBUT BELUM BISA DICEK DAN DITARIK APABILA BELUM MELAKSANAKAN SYARAT DAN KETENTUAN BANK INDONESIA & OTOMATIS OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)YAITU PEMBAYARAN BIAYA PENANDA TANGANAN PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA DARI BANK INDONESIA SEBESAR (Rp.4.750.000)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Viral Massa Demo UU Ciptaker Dibayar

– DAN PERLU KAMI JELASKAN BAHWA APABILA SYARAT INI TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN MAKA PROSES PENCAIRAN DANA AKAN DITUNDA DAN DILANJUTKAN DENGAN PENARIKAN DANA DARI REKENING TABUNGAN ANDA.

(2) KEGUNAAN DANA TERSEBUT Rp.4.750.000 UNTUK JAMINAN PENGESAHAN PROPOSAL SURAT PENCAIRAN DANA OLEH BANK INDONESIA DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DAN JANGAN DIKHAWATIRKAN DANA TERSEBUT AKAN DIKEMBALIKAN BERSAMA DANA HADIAH ANDA. TERIMA KASIH!!!"

FAKTA

Berdasarkan penelusuran Masyrakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), pesan berantai tersebut adalah salah.

Dilansir Liputan6.com Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko.

“Tidak benar jika ada yang bilang Bank Indonesia bisa layani nasabah. Jadi jika dapat informasi atau pesan seperti itu adalah hoaks” ujar Onny.

Onny menghimbau masyarakat, untuk melapor ke pihak berwajib apabila terkena dampak penipuan tersebut .

“Untuk berita hoaks seperti itu sudah kami laporkan ke Kominfo. Namun jika ada nasabah yang terkena penipuan maka bisa langsung lapor ke pihak yang berwajib” lanjut Onny.

Bank Indonesia juga melakukan klarifikasi di akun Instagram resminya @bank_indonesia bahwa bank tidak pernah menerima atau mengirim transfer dana langsung pada masyarakat. KESIMPULAN

Dengan demikian, pesan berantai terkait Bank Indonesia bagikan hadiah langsung transfer ke rekening pribadi termasuk kategori Konten Palsu. Hal ini dikarenakan pesan tersebut adalah hoaks. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS Atau FAKTA]: Buntut Kericuhan Demo Omnibus Law, Bakal Ada Pemblokiran Medsos

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Influencer yang Sebar Hoaks Layak Ditutup Akun Media Sosialnya
Indonesia
Influencer yang Sebar Hoaks Layak Ditutup Akun Media Sosialnya

Tentu butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan ratusan, ribuan, atau ribuan dan jutaan pengikut aktif

 Jumlah ODP Capai Ratusan Ribu, Pemerintah Desak Warga Lakukan Isolasi Mandiri
Indonesia
Jumlah ODP Capai Ratusan Ribu, Pemerintah Desak Warga Lakukan Isolasi Mandiri

Baik isolasi mandiri, yang dilaksanakan di rumah. Maupun isolasi kelompok yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat baik RT, RW, desa. Ini juga menjadi sesuatu yang sangat berkontribusi dalam kaitan isolasi,

Airlangga Hartarto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Golkar
Indonesia
Airlangga Hartarto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Golkar

Airlangga Hartarto ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024 secara aklamasi.

Anies Segera Evaluasi Proyek Mangkrak Enam Gubernur Terdahulunya
Indonesia
Anies Segera Evaluasi Proyek Mangkrak Enam Gubernur Terdahulunya

Pemprov DKI menyadari bahwa hal tersebut tidak mudah

Saran Pengamat untuk Pemprov DKI Atasi Banjir di Jakarta
Indonesia
Saran Pengamat untuk Pemprov DKI Atasi Banjir di Jakarta

"Penataan bantaran kali harus dilanjutkan karena sudah terhenti 2 tahun tidak ada pembenahan sungai pusat," kata Nirwono

 Sudah Bakar Paspor, Istana Ogah Pulangkan Ratusan Kombatan ISIS
Indonesia
Sudah Bakar Paspor, Istana Ogah Pulangkan Ratusan Kombatan ISIS

"Nggak usah deh biar aja deh, udah deh, udah-udah, orang repot-repot kita kita urus dalam negeri boro kita urus yang lain-lain, udah dia udah memilih di sono, ahlan wasahlan lah gitu," kata Ngabalin

[HOAKS ATAU FAKTA]: Peti Mati Kardus Dipesan untuk Ketua KPU Arief Budiman
Indonesia
[HOAKS ATAU FAKTA]: Peti Mati Kardus Dipesan untuk Ketua KPU Arief Budiman

Peti mati itu terbuat dari daur ulang papan serat bergelombang yang ringan dan dapat menampung hingga 230 kilogram (500 pon) dan dapat disatukan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Kasus Infeksi Corona AS Capai 1.920.904
Indonesia
Kasus Infeksi Corona AS Capai 1.920.904

Angka CDC belum tentu mencerminkan kasus yang dilaporkan oleh setiap negara bagian.

Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta
Indonesia
Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta

Sementara Kota Depok memiliki konsentrasi lebih tinggi dari kota lainnya pada Agustus 2020

'Gatot' Bertemu Kapolri, Gatot Nurmantyo: Ya Pulang Masa Mau Tidur Disini
Indonesia
'Gatot' Bertemu Kapolri, Gatot Nurmantyo: Ya Pulang Masa Mau Tidur Disini

Saat ini, kedelapan tokoh itu telah ditetapkan sebagai tersangka