Hanya dengan Meremas-remas dapat Tingkatkan Daya Ingat
Otakmu mungkin membutuhkan bola stres lebih dari apa pun. (Unsplash/Milad Fakurian)
DALAM bidang ilmu kognitif, muncul banyak penelitian tentang bagaimana olahraga mempengaruhi aktivitas otak. Manfaat aktivitas fisik secara teratur pada kemampuan kognitif menjadi subyek dari banyak penelitian, dan penelitian terbaru di bidang ini telah menghasilkan beberapa hasil yang menarik.
Studi baru-baru ini dalam jurnal Psychology and Aging, memuat penelitian Isometric Handgrip Exercise Speeds Working Memory Responses in Younger and Older Adults, memberikan wawasan tentang bagaimana olahraga yang tidak rumit dan mudah bisa menjadi cara yang efektif untuk mengasah respons memori.
Baca Juga:
"Orang yang lebih muda dan yang berusia lanjut sama-sama dapat memperoleh manfaat yang menarik dari koneksi memori dan olahraga yang terungkap," tulis Psikolog Romeo Vitelli, PhD. yang membuka praktek pribadi di Toronto, Canada.
Dalam studi yang dilakukan oleh Shelby Bachman, Sumedha Attanti, dan Mara Mather tersebut, 109 peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari orang yang lebih muda, berusia 18 hingga 29 tahun, dan yang lainnya terdiri dari orang lanjut usia, berusia 65 hingga 85 tahun.
Para peserta ditempatkan dalam kelompok olahraga yang menyatukan tangan mereka dalam gerakan genggaman tangan isometrik atau di kelompok kontrol yang tidak melakukan latihan ini.
Anggota kelompok latihan secara ritmis meremas bola terapi sambil mendengarkan musik melalui headphone. Mereka selanjutnya terlibat dalam tantangan memori yang melibatkan mendengarkan dan mengingat informasi tertentu setelah sesi meremas tangan ini.
Apa yang ditemukan para ilmuwan? Mereka yang telah meremas bola melakukan tugas memori lebih cepat daripada mereka yang tidak melakukannya. Terlepas dari usia peserta atau kesulitan tes memori, penelitian menunjukkan bahwa olahraga ringan yang dinamakan isometrik handgrip tersebut mempercepat respon memori.
Baca Juga:
Selain itu, para peneliti menemukan bahwa aktivitas yang melibatkan menyatukan tangan meningkatkan gairah fisiologis. Suatu keadaan perhatian di mana tubuh dipompa dan disiapkan untuk menerima informasi. Ini menunjukkan bahwa tindakan langsung yang meningkatkan kesadaran ini dapat membantu kinerja ingatan kita.
"Ini sangat penting bagi warga lanjut usia yang mungkin mengalami masalah kehilangan ingatan dan pemrosesan yang lamban seiring bertambahnya usia. Jadi, jangan khawatir jika kamu mulai melupakan sesuatu atau mengalami kantuk mental. Otakmu mungkin membutuhkan bola stres lebih dari apa pun," Vitelli menjelaskan dalam artikelnya di Psychology Today (17/7).
Hasil studi ini berkontribusi secara signifikan pada badan penelitian yang menunjukkan manfaat olahraga bagi kesehatan kognitif. "Sangat menggembirakan untuk mempertimbangkan bagaimana latihan yang mudah dan dapat didekati dapat meningkatkan kemampuan kognitif," ujarnya.
Penelitian ini juga memunculkan peluang menarik untuk taktik untuk meningkatkan kinerja dan kesehatan kognitif. Pada kenyataannya, aktivitas sederhana seperti meremas bola stres dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari sebagai pendekatan yang menyenangkan dan sederhana untuk menjaga kelenturan dan kewaspadaan mental kita. (aru)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit