Grid 3D Mapping System, Tindakan Canggih untuk Atasi Gangguan Jantung Aritmia Grid 3D Mapping System merupakan sebuah teknologi baru yang efektif untuk mengatasi Aritmia (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

ARITMIA merupakan kondisi jantung yang tidak berdenyut dengan normal. Seperti jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, hingga tidak teratur. Aritmia dapat disebabkan karena hipertensi, diabetes, kelainan katup jantung dan penyakit jantung koroner.

Selain kondisi medis, aritmia juga bisa dipicu, oleh gaya hidup yang tidak sehat. Seperti mengelola stres dengan baik, merokok, minuman beralkohol, kurang tidur atau berkafein secara berlebihan dan penyalahgunaan Napza.

Baca Juga:

Pria, Waspadai Bahaya Diseksi Aorta

Saat terjadi aritmia, beberapa orang tak mengalami gejala yang spesifik. Tapi, pada sejumlah kasus berat, gangguan aritmia bisa menyebabkan terjadinya stroke, hingga kematian jantung mendadak.

Ketika terjadi aritmia, beberapa orang tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya tidak spesifik. Namun, pada kasus-kasus yang berat, gangguan aritmia dapat menyebabkan terjadinya stroke, bahkan kematian jantung mendadak.

Salah satu jenis aritmia yang sering dijumpai ialah fibrilasi atrium (FA), yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur.

Dahulu, cara untuk mengatasi aritmia ialah dengan meresepkan obat-obatan. Namun sayang obat-obatan efektifitasnya tidak terlalu tinggi, serta perlu pemantauan yang ketat.

Tapi, dalam beberapa dekade terakhir, pasien yang menderita aritmia lebih memilih untuk menjalin tindakan ablasi. Hal itu karena tingkat keberhasilan yang tinggi, dan pasien bisa nebas boat.

dr Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K) dari Heartology Cardiovascular Center memperkenalkan tindakan ablasi canggih 3 dimensi menggunakan HD Grid 3D Mapping system (Foto: istimewa)

Abalasi sendiri merupakan tindakan intervensi non-bedah, dengan menggunakan kateter yang bisa digunakan untuk menghancurkan sirkuit listrik, yang tidak normal pada jantung seseorang.

Mengenai ablasi, baru-baru ini di Heartology Cardiovascular Center, dr Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K) melakukan tindakan ablasi canggih 3 dimensi menggunakan HD Grid 3D Mapping system, pada seorang pasien pria berusia 70 tahun.

Pasien tersebut menderita gangguan aritmia Fibrilasi Atrium (FA). FA adalah gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan di dunia.

"Penderita FA memiliki risiko stroke sampai 5x lipat lebih tinggi dibanding pasien yang bukan FA (referensi 2). Selain itu, derajat keparahan stroke nya juga lebih tinggi," tutur dr Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K), saat pressconfrence via zoom, Sabtu (9/1).

Baca Juga:

Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke

Pasien yang dikerjakan dr Sunu ini juga memiliki riwayat stroke berulang. Sejauh ini obat-obat sudah dikonsumsi maksimal oleh pasien tersebut, namun penyakitnya belum teratasi. Karena itu pasien ini perlu dilakukan tindakan kateter ablasi untuk menghilangkan sumber aritmianya.

Teknologi HD Grid 3D Mapping system yang digunakan di Heartology Cardiovascular Center, memberikan paradigma baru dalam pemetaan aritmia, termasuk FA.

Paradigma lama menggunakan kateter bipolar, sedangkan HD Grid menggunakan kateter multipolar dan multidirectional, sehingga bisa mendeteksi gap (celah) yang tidak terlihat oleh kateter bipolar.

Teknologi HD Grid 3D Mapping system sudha terbukti klinis lebih baik dari cara lama menggunakan kateter bipolar (Foto: istimewa)

Selain itu, teknologi pemetaan ini menggabungkan pemetaan magnetik dan impedans secara bersamaan yang memungkinkan tindakan kateter ablasi dilakukan dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi.

"Tindakan dengan teknologi baru ini telah terbukti klinis, yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini mampu menurunkan tingkat kekambuhan menjadi hanya sekitar 5-10 persen setahun pascatindakan, lebih baik 6 kali lipat dibanding teknologi yang lama," ujar dr Sunu.

Selain itu, dengan Teknologi HD Grid 3D Mapping system, bisa lebih cepat dibanding teknologi sebelumnya. Namun di Indonesia dr Sunu dari Heartology mempelopori dalam penggunaan HD Grid Mapping System ini, alias yang pertama di Indonesia.

Tidak banyak rumah sakit yang memiliki teknologi ini, karena hanya sedikit Dokter Spesialis Jantung yang memiliki sub spesialisasi ini, disamping harga investasi peralatan yang cukup mahal.

Namun, Heartology berkomitmen dalam menyediakan layanan kardiovaskular berbasis teknologi termutakhir dan tim dokter v berpengalaman untuk memberikan layanan paripurna. (Ryn)

Baca Juga:

Denyut Jantung Cepat atau Lambat yang Berbahaya?

Kanal