Denyut Jantung Cepat atau Lambat yang Berbahaya? Detak jantung mana yang paling berbahaya? (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

TIDAK ada manusia yang memiliki detak jantung sama. Hal itu karena ukuran dan bentuk jantung bervariasi meski secara elektrik denyut terlihat sama. Denyut jantung istirahat normal (ketika jantung memompa darah dalam jumlah minumum ke tubuh) untuk orang dewasa antara 60 dan 100 denyut per menit. Sementara denyut jantung normal anak-anak 6 hingga 15 tahun lebih cepat yakni 70 hingga 100 kali.

Jumlah denyut jantung setiap orang dipengaruhi banyak faktor, dengan aktivitas fisik menjadi yang utama. Faktor-faktor lainnya yakni usia, suhu sekitar, emosi, berat badan, suhu tubuh, posisi tubuh dan kebiasaan merokok. Nah, dilansir dari situs Boldsky, artikel kali ini akan membahas apakah denyut jantung yang lebih cepat atau lebih lambat yang bisa membahayakan tubuh.

Baca juga:

Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke

Denyut jantung lebih cepat

Denyut jantung lebih cepat disebut takikardia (Foto: Pixabay/Pexels)
Denyut jantung lebih cepat disebut takikardia (Foto: Pixabay/Pexels)

Takikardia adalah jenis gangguan irama jantung yang umum, di mana jantung berdetak lebih cepat dari biasanya saat istirahat. Untuk orang dewasa, detak jantung yang cepat umumnya lebih dari 100 detak per menit. Namun, semuanya tergantung pada usia dan kesehatan seseorang.

Takikardia digolongkan ke beberapa kelompok berdasarkan penyebab dan bagian jantung yang dipengaruhinya. Dalam beberapa kasus, takikardia mungkin tidak menimbulkan gejala atau komplikasi. Tetapi jika tidak diobati, takikardia dapat mengganggu fungsi jantung normal dan menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung, stroke dan serangan jantung mendadak hingga kematian.

Pada beberapa orang, kondisi ini tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Beberapa penyebab takikardia paling umum adalah cemas atau stres, konsumsi kafein berat, konsumsi alkohol berat, demam, dan lain-lain. Tapi dalam beberapa kasus, penyebab takikardia tidak dapat dipastikan.

Baca juga:

Manfaat Jus Tomat untuk Kesehatan Jantung

Denyut jantung lebih lambat

Denyut jantung lambat disebut bradikardia (Foto: Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)
Denyut jantung lambat disebut bradikardia (Foto: Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)

Ketika jantung kamu berdetak kurang dari 60 kali per menit, itu disebut detak jantung yang lambat atau bradikardia. Studi menunjukkan bahwa, untuk orang yang aktif secara fisik, denyut jantung di bawah 60 denyut per menit adalah normal dan bahkan sehat.

Hanya saja detak jantung lambat menyulitkan darah yang kaya oksigen untuk dipompa ke otak dan tubuh. Hingga ada beberapa gejala timbul seperti kelelahan, pusing, pelupa, sesak napas dan nyeri dada. Namun, pada beberapa orang, bradikardia tidak menimbulkan gejala atau komplikasi.

Detak jantung yang lambat disebabkan karena kerusakan jaringan jantung yang berkaitan dengan penuaan, kerusakan pada jaringan jantung dan lain-lain. Tekanan darah tinggi, merokok, penggunaan alkohol berat, penggunaan narkoba dan stres atau kecemasan psikologis adalah beberapa penyebab utama dari kondisi ini. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan pingsan, gagal jantung, dan serangan jantung mendadak.

Berdasarkan penjabaran di atas, baik detak jantung cepat atau lambat sama-sama berbahaya. Menurut penelitian dan ahli kesehatan medis, takikardia dan bradikardia dapat menjadi indikator kondisi kesehatan yang mendasarinya. Jika seseorang menghadapi salah satunya dan dalam jangka waktu yang panjang, maka bantuan medis harus segera dilakukan.

Baca juga:

Hal yang Harus Dilakukan Setelah Serangan Jantung


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH