Golkar Bantah KIB Koalisi Rapuh
Tangkapan layar-Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono dalam diskusi Embargo talk episode 4 "Koalisi Indonesia Bersatu layu sebelum berkembang," di Jakarta, Kamis (9/3/2023). (ANTARA/Boyke Ledy Watra)
MerahPutih.com - Isu renggangnya partai-partai dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mencuat akhir-akhir ini, dengan adanya manufer sejumlah elite. Selain itu, koalisi yang dibangun Golkar, PAN, dan PPP tersebut hingga kini belum mengumumkan pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024.
Partai Golkar membantah anggapan pihak-pihak tertentu yang menyebutkan KIB sebagai koalisi yang rapuh.
"KIB sampai ke tingkat daerah terus melakukan kegiatan sosialisasi secara bersama-sama, juga terus berjalan, jadi kekhawatiran ataupun juga pemikiran bahwa koalisi ini rapuh itu kami yakin tidak benar," kata Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono dalam diskusi Embargo talk episode 4 "Koalisi Indonesia Bersatu layu sebelum berkembang," di Jakarta, Kamis (9/3).
Baca Juga:
Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu Mengarah Kuat ke Erick Thohir
Dave menyampaikan hal tersebut menjawab pertanyaan tentang KIB akan konsisten atau terancam bubar jika melihat perkembangan koalisi tersebut saat ini.
Golkar, kata dia, melihat gerakan-gerakan setiap parpol di KIB maupun pernyataan-pernyataan yang disampaikan para elite parpol tidak membuat atau sampai menyebabkan perpecahan. Bahkan, menurut dia komunikasi di KIB berjalan baik bahkan sampai ke jaringan di tingkat daerah.
"KIB itu sendiri komunikasi antara sesama ketua umum dari berbagai macam dan juga sampai jaringan di bawahnya sesama pengurus dan para ketua-ketua daerah sampai dengan tingkat kabupaten kota terus berjalan," kata dia, seperti dikutip Antara.
Baca Juga:
PDIP Otomatis Gabung KIB jika Ajak PPP Berkoalisi
Terkait sampai saat ini KIB belum mengumumkan pasangan calon presiden yang akan diusung untuk Pemilu 2024, menurut dia hal itu karena komunikasi antar parpol di koalisi masih terus berjalan.
"Walaupun kami belum segera menetapkan calon, tetapi Partai Golkar sudah memiliki calon partai Golkar kan jelas Pak Airlangga Hartarto, dari KIB diskusinya belum sampai ke tahap sana (pencapresan), nah kapan diskusi itu akan dilakukan ini membutuhkan waktu," ujarnya.
Mereka pun lanjut Dave pastinya juga melihat momen yang tepat untuk menyampaikan, mengumumkan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada 2024, tidak sembarang mengumumkan. (*)
Baca Juga:
Plt Ketua Umum PPP Sebut Ada Kemungkinan Koalisi dengan PDIP
Bagikan
Berita Terkait
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Golkar Apresiasi Prabowo, Gelar Pahlawan Nasional Terhadap Soeharto dan Gus Dur Dinilai Sebagai Simbol Rekonsiliasi
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029