Ford tarik Mustang Mach-E
Ford tarik Mustang Mach-E. (Foto: Ford)
FORD menarik kembali lusinan kendaraan listriknya (electronic vehicle/ EV), yakni Mustang Mach-E. Penarikan kembali kloter pengiriman pertama Mach-E itu terpaksa dilakukan setelah ditemukannya baut yang masih longgar selama pemeriksaan kualitas (quality checks/QC) dan menyebabkan proses pengiriman kloter pertama itu harus tertunda.
"Beberapa kendaraan mungkin memiliki baut subframe yang pabrikan tidak dikencangkan sesuai spesifikasi. Meskipun masalah ketidak sesuaian standar Ford ini berdampak pada kendaraan ini, perusahaan tidak mendapatkan adanya kecelakaan atau cedera yang diakibatkan oleh kondisi ini, " tulis Ford dalam sebuah pernyataan resmi di situsnya, Jumat (6/3).
Baca juga:
Ford mengatakan sekitar 1.258 unit Mustang Mach-Es dengan kendala ini berada di AS, serta 90 unit di Kanada. Namun, sebagian besar unit kendaraan belum dikirimkan kepada pelanggan.
Menurut perusahaan itu, kurang dari 75 pelanggan yang telah menerima pengiriman Mach-E harus membawa kendaraan mereka ke Ford untuk mendapat perbaikan. Ford mengatakan mereka akan menghubungi para pemilik Mustang Mach-E ini mulai 22 Maret.
Ford telah mengirimkan sekitar 4.000 unit SUV Mustang Mach-E sejauh ini, tetapi minggu ini akan menunda sekitar 4.500 unit untuk melakukan pemeriksaan kualitas ekstra dan sebagai permintaan maaf, mereka akan memberi kompensasi kepada beberapa pemilik. Tidak jelas apakah pemeriksaan tersebut didorong oleh masalah baut atau ada kecurigaan dari masalah lainnya.
Baca juga:
Penarikan kembali akan memperbaiki masalah yang sangat kecil untuk sebagian besar standar Ford, dan sejauh ini tampaknya masalah yang tidak terlalu serius. Tapi itu telah menjadi masalah kecil yang berpengaruh pada peluncuran EV pasar massal pertama dari Ford.
Permasalahan itu terbilang masalah yang kecil, tidak sebesar apa yang dialami oleh EV dari Hyundai Kona. Hyundai menarik kembali sekitar 76.000 unit Kona yang dibuat antara tahun 2018 dan 2020, setelah lebih dari satu lusin laporan kebakaran diduga bersumber dari baterai SUV listrik itu.
Hyundai juga menarik kembali beberapa EV Ioniqnya dan bus listrik yang dibuat antara November 2017 dan Maret 2020 yang juga menggunakan batterai yang bermasalah. Secara total, pabrikan mobil itu menarik sekitar 82.000 unit kendaraan. (kna)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Omoda & Jaecoo Raup 800 Ribu Konsumen di 64 Negara Dalam Waktu 3 Tahun
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
180 Brand Otomotif Siap 'Perang' Inovasi di IIMS 2026, Intip Bocorannya
IIMS 2026 Pecah Rekor Komunitas Terbanyak: Ada Drifter Amerika Hingga Iwan Fals, Cek Harga Tiketnya Di Sini
IIMS 2026 Siap Genjot Ekonomi Nasional Lewat Inovasi Otomotif, Target Transaksi Capai Rp 8 Triliun
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia