8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati

ImanKImanK - Selasa, 01 September 2026
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati

Ilustrasi fenomena langit. Foto/copilotAI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena langit September 2026 akan menghadirkan sejumlah peristiwa astronomi menarik yang dapat menjadi agenda bagi masyarakat untuk melakukan pengamatan dari Bumi.

Sepanjang bulan ini, langit akan dihiasi berbagai fenomena, mulai dari hujan meteor, konjungsi Bulan dengan sejumlah planet, ekuinoks September, hingga Bulan Purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon.

Tidak semua fenomena membutuhkan teleskop untuk mengamatinya. Beberapa di antaranya bahkan dapat disaksikan dengan mata telanjang selama kondisi langit cerah dan lokasi pengamatan memiliki pandangan yang cukup terbuka.

Lantas, apa saja fenomena astronomi September 2026 yang menarik untuk dicatat?

Baca juga:

Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin

Daftar Fenomena Langit September 2026

Berikut sejumlah fenomena astronomi yang dapat menjadi agenda pengamatan sepanjang September 2026.

1. Hujan Meteor Aurigid - 1 September

September 2026 dibuka dengan puncak hujan meteor Aurigid pada 1 September.

Hujan meteor ini aktif sejak 28 Agustus hingga 5 September. Dalam kondisi pengamatan ideal, aktivitas maksimumnya diperkirakan mencapai sekitar enam meteor per jam.

Radiannya berada di kawasan rasi Auriga. Meteor terlihat ketika serpihan material yang ditinggalkan benda induknya memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan kemudian terbakar.

Benda induk yang dikaitkan dengan hujan meteor Aurigid adalah komet C/1911 N1 (Kiess).

Bagi masyarakat yang ingin mengamati hujan meteor, lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya menjadi pilihan yang lebih baik.

2. Konjungsi Bulan dan Mars - 6-7 September

Fenomena menarik berikutnya terjadi pada awal September ketika Bulan dan Mars tampak berdekatan di langit.

Konjungsi tersebut berlangsung pada 6 September pukul 18.24 UTC atau sekitar 7 September pukul 01.24 WIB.

Dari Indonesia, kedekatan kedua objek dapat diamati di sekitar waktu tersebut apabila kondisi langit mendukung. Pengamatan juga tidak harus dilakukan tepat pada waktu puncak konjungsi karena keduanya tetap terlihat berdekatan secara visual dalam periode di sekitarnya.

Baca juga:

Fenomena Ratusan Kera Lereng Wilis Ponorogo Turun Gunung, Pertanda Apa?

Pada saat itu, Bulan berada dalam fase sabit tua atau waning crescent. Bentuk Bulan yang hanya menyisakan sebagian kecil area bercahaya dapat menjadi pemandangan menarik ketika ditemani Mars.

3. Konjungsi Bulan dan Jupiter - 8-9 September

Setelah berdekatan dengan Mars, Bulan kembali mendekati planet lain.

Kali ini, Jupiter menjadi objek yang tampak berdekatan dengan Bulan pada 8 September 2026. Peristiwa tersebut mencapai waktu konjungsi sekitar pukul 18.13 UTC atau 9 September sekitar pukul 01.13 WIB.

Dari Indonesia, Bulan dan Jupiter berpeluang terlihat menjelang Matahari terbit.

Jupiter termasuk objek paling terang di langit malam sehingga relatif mudah ditemukan dengan mata telanjang ketika kondisi pengamatan mendukung.

Pada wilayah tertentu, kedekatan tersebut juga dapat berkaitan dengan peluang terjadinya okultasi Jupiter. Fenomena okultasi terjadi ketika Bulan tampak melintas di depan sebuah objek langit dari sudut pandang pengamat di Bumi.

4. Hujan Meteor September ε-Perseid - 9 September

Pada 9 September, giliran hujan meteor September ε-Perseid mencapai puncaknya.

Hujan meteor ini aktif sekitar 5-21 September dengan perkiraan aktivitas maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Radiannya berada di kawasan rasi Perseus.

Baca juga:

Dipicu Fenomena Super New Moon, Waspada Potensi Rob di Pesisir Bali 12-20 Juni

Salah satu hal yang mendukung pengamatan adalah fase Bulan yang berada dekat dengan Bulan Baru. Kondisi tersebut membuat cahaya Bulan relatif minim sehingga langit menjadi lebih gelap.

Meski demikian, jumlah meteor yang terlihat dari lokasi pengamatan sangat bergantung pada kondisi cuaca, polusi cahaya, dan kemampuan mata untuk beradaptasi dengan kegelapan.

5. Konjungsi Bulan dan Venus - 14 September

Fenomena langit lainnya terjadi pada 14 September ketika Bulan dan Venus tampak berdekatan.

Konjungsi Bulan-Venus berlangsung sekitar pukul 11.10 UTC atau 18.10 WIB.

Venus dikenal sebagai salah satu objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan. Karena itu, planet ini relatif mudah ditemukan ketika kondisi pengamatan mendukung.

Dari Indonesia, kedekatan Bulan dan Venus menarik diamati setelah Matahari terbenam dengan mencari lokasi yang memiliki pandangan terbuka ke arah barat.

Pengamatan tidak membutuhkan teleskop. Mata telanjang sudah cukup untuk melihat kedua objek tersebut, meskipun teropong dapat membantu memperjelas pemandangan.

Pink
Pink moon menghiasi langit pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB. Foto/AI/Copilot

6. Ekuinoks September - 23 September

Salah satu fenomena astronomi penting pada September 2026 adalah eku inoks September yang berlangsung pada 23 September.

Ekuinoks terjadi ketika pusat Matahari melintasi bidang ekuator Bumi. Peristiwa ini menjadi penanda pergantian musim secara astronomis di wilayah yang mengalami empat musim.

Pada 2026, ekuinoks September berlangsung sekitar pukul 00.05-00.06 UTC atau sekitar 07.05-07.06 WIB.

Baca juga:

Ramalan Shio Besok 2 September 2026: Siapa Dapat Rezeki dan Kabar Baik?

Di belahan Bumi utara, ekuinoks September menandai awal musim gugur. Sebaliknya, belahan Bumi selatan memasuki musim semi.

Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa tidak mengalami pergantian empat musim seperti negara-negara di lintang menengah. Namun, ekuinoks tetap menjadi peristiwa astronomi penting karena berkaitan dengan posisi Matahari terhadap ekuator Bumi.

7. Harvest Moon atau Bulan Purnama - 26 September

Perhatian berikutnya tertuju pada Bulan Purnama 26 September 2026.

Puncak fase Bulan Purnama terjadi sekitar pukul 16.49 UTC atau 23.49 WIB.

Bulan Purnama September dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen. Nama tersebut merupakan istilah tradisional yang berkaitan dengan Bulan Purnama yang waktunya paling dekat dengan ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

Dari Indonesia, Bulan Purnama dapat diamati pada malam hari selama langit cerah.

Pengamatan juga tidak harus dilakukan tepat pada menit ketika fase purnama mencapai puncak. Bulan akan tetap terlihat hampir penuh sebelum dan sesudah waktu tersebut.

8. Hujan Meteor Sextantid - 27 September

Menjelang akhir bulan, hujan meteor Sextantid akan mencapai puncaknya pada 27 September.

Fenomena ini aktif sekitar 9 September hingga 9 Oktober dengan perkiraan laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi ideal.

Radiannya berada di kawasan rasi Sextans.

Sextantid dikenal sebagai salah satu hujan meteor siang hari karena posisi radiannya berada tinggi ketika Matahari telah terbit.

Kondisi tersebut membuat pengamatan meteor menjadi jauh lebih sulit dibandingkan hujan meteor yang aktivitasnya berlangsung pada malam hari.

Karena itu, fenomena ini tidak menjadi target pengamatan yang mudah bagi masyarakat umum.

Baca juga:

Ramalan Zodiak Hari Ini 2 September 2026, Aries Wajib Waspada!

Fenomena Rasi Cassiopeia Sepanjang September

Selain fenomena yang memiliki tanggal tertentu, rasi Cassiopeia juga menarik diperhatikan sepanjang September.

Cassiopeia dikenal melalui lima bintang utama yang membentuk pola menyerupai huruf W atau M, bergantung pada orientasi rasi ketika dilihat dari lokasi pengamatan.

Rasi tersebut berada di langit bagian utara. Di wilayah lintang utara, Cassiopeia bahkan dapat bersifat sirkumpolar sehingga tetap berada di atas horizon sepanjang malam.

Sementara itu, kondisi pengamatan dari Indonesia berbeda karena negara ini berada dekat garis khatulistiwa. Cassiopeia akan tampak lebih rendah di arah utara dan tidak selalu berada di atas horizon sepanjang malam.

Meski demikian, rasi ini tetap dapat dicari ketika posisinya cukup tinggi di atas horizon utara dan kondisi langit cerah.

#Fenomena Langit September 2026 #Fenomena Alam #Fenomena Langit #September 2026
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Badai matahari terbaru dari letusan sunspot AR4549 diprediksi bergerak menuju Bumi. Simak update cuaca luar angkasa, dampak CME, dan peluang munculnya aurora di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Dunia
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Mau tahu cara melihat fenomena Bulan dan Mars yang langka di bulan Oktober ini? Cek jadwal lengkap dan tips mengamatinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Olahraga
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Thailand malam ini di SUGBK! Laga bersejarah ini ternyata bertepatan dengan fenomena kosmik langka, lho. Simak detailnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Penasaran dengan keindahan langit malam ini? Temukan cara melihat Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober, lengkap dengan tips alat dan astrofotografi!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Lifestyle
Ramalan Zodiak 29 September 2026: 5 Karier Cemerlang, Asmara di Ujung Tanduk
Ramalan zodiak hari ini 29 September 2026 membahas asmara, karier, keuangan, serta 5 zodiak yang kariernya cemerlang, tetapi asmara bermasalah.
ImanK - Senin, 28 September 2026
Ramalan Zodiak 29 September 2026: 5 Karier Cemerlang, Asmara di Ujung Tanduk
Lifestyle
Ramalan Shio Besok 29 September 2026: Kerbau hingga Kuda Berpeluang Cuan
Ramalan shio besok 29 September 2026 membahas asmara, karier, keuangan, dan 5 shio yang mulai cuan dari usaha yang dilakukan hari ini.
ImanK - Senin, 28 September 2026
Ramalan Shio Besok 29 September 2026: Kerbau hingga Kuda Berpeluang Cuan
Lifestyle
7 Shio Diprediksi Beruntung dan Cuan Pekan Ini, Ada Shio Kamu?
Ramalan shio besok 28 September 2026 membahas asmara, karier, dan keuangan. Simak 7 shio yang diprediksi berpeluang cuan dalam sepekan.
ImanK - Minggu, 27 September 2026
7 Shio Diprediksi Beruntung dan Cuan Pekan Ini, Ada Shio Kamu?
Lifestyle
Ramalan Zodiak 27 September 2026: Ada 5 Zodiak Hadapi Tantangan Karier
Ramalan zodiak hari ini 27 September 2026 membahas asmara, karier, dan keuangan, termasuk 5 zodiak yang menghadapi kesulitan dalam karier.
ImanK - Sabtu, 26 September 2026
Ramalan Zodiak 27 September 2026: Ada 5 Zodiak Hadapi Tantangan Karier
Lifestyle
5 Shio Berpeluang Dapat Cuan Lebih dalam Sepekan, Cek Ramalan 27 September
Ramalan shio besok 27 September 2026 membahas asmara, karier, dan keuangan. Simak 5 shio yang berpeluang mendapat cuan lebih dalam sepekan.
ImanK - Sabtu, 26 September 2026
5 Shio Berpeluang Dapat Cuan Lebih dalam Sepekan, Cek Ramalan 27 September
Bagikan