Fakta dan Mitos Kerokan Instagram @henry_sam08

MerahPutih Budaya - Bagi masyarakat Indonesia pasti sudah mengerti betul istilah "Kerokan" yang sering dilakukan saatsedang masuk angin. Kerokan itu sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.

Pengobatan tradisional Jawa ini menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu,potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung.

Selain benda tumpul tadi, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin sepertiminyak telon, minyak olive, minyak kelapa, atau lotion. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok.

Kerokan pun dinilai ampuh untuk mengusir angin yang masuk ke dalam tubuh. Angin yang masuk ke badan biasanya akan membuat badan terasa pegal dan nyeri dan akan terjadi bersin.

Oleh karena khasiatnya yang cukup manjur itu, metode pengobatan ini sangat terkenal hingga keluar wilayah Jawa bahkan keluar negeri.

Seperti yang dikutip dari halaman Facebook Dr. OZ Indonesia, Kerokan ini pun dipercayasebagai bukti nyata dalam perwujutan ilmu Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda.

Jika permukaan tubuh kita digosok-gosokan dengan tangan atau benda tumpul dengan cepat, maka suhu panas dalam tubuh akan meningkat. Karena meningkatnya panas dalam tubuh, maka akan terjadilah perlebaran pembuluh darah sehingga oksigenasi menjadi lebih baik karena peredaran darah kembali lancar dan rasa sakit ditubuhpun mereda.

Saat kita mengerok punggung kita, akan terjadi "Inflamasi". Inflamasi bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati sehinggaproses penyembuhan menjadi lebih cepat. Inflamasi memiliki ciri seperti kemerahan pada kulit yang dikerok yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang yang mengandung banyak darah akibat pembuluh kapiler yang tadinya kosong karena menyempit telah melebar dan diisi oleh darah.

Itulah mengapa saat punggung kita dikerok akan timbul warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit. Walaupun kerokan termasuk ampuh dalam mengusir gejala masuk angin, namun terdapat bahaya yang tidak kita sadari yang bisa membuat badan menjadi lebih sakit. 

BACA JUGA:

  1. Bahaya Kerokan Bagi Kesehatan
  2. Kebiasaan Kerokan Badan Menurut Ilmu Kedokteran
  3. Tradisi Praktik Kerokan dari Zaman ke Zaman
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kue Ku, Si Camilan Merah Pembawa Panjang Umur
Kuliner
Kue Ku, Si Camilan Merah Pembawa Panjang Umur

Seperti kura-kura yang hidup mencapai 80 hingga 100 tahun.

Alun-Alun Majalengka dan Cirebon Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat
Travel
Alun-Alun Majalengka dan Cirebon Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat

Dua alun-alun di dua kota di Jawa Barat diperindah untuk kegiatan masyarakat.

Festival Layang Lakbok 2020 Digelar secara Virtual
Travel
Festival Layang Lakbok 2020 Digelar secara Virtual

Kendati festival diselenggarakan tertutup, masyarakat dapat menyaksikan Festival Layang Lakbok 2020

Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo
Travel
Seru, Jelajah Gua Pindul dan Rafting di Sungai Oyo

Dilintasi aliran mata air dan dihiasi stalaktit serta stalakmit yang masih alami.

Punya Suara ‘Misterius’, Simak Fakta-Fakta Tentang Gunung Prau
Travel
Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng
Travel
Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng

Polisi mendirikan 10 pos penyekatan di jalur perbatasan di lima kabupaten/kota.

Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan
Travel
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan

pengusaha sangat membutuhkan adanya relaksasi dalam pembayaran iuran.

Galeri Nasional Indonesia Mulai Terima Pengunjung
Travel
Galeri Nasional Indonesia Mulai Terima Pengunjung

Pada masa transisi ini, pengunjung hanya bisa melihat Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia di Gedung B lt. 2.

Wajib Mampir di 9 Destinasi Wisata Alam Terbaik Malang
Travel
Wajib Mampir di 9 Destinasi Wisata Alam Terbaik Malang

Dari air terjun hingga pantai bisa kamu temukan di Malang.

Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB
Travel
Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemda DIY untuk mencegah kerumunan massa