Mengeksplorasi Wisata Desa Tertinggi di Jawa Bersama Kembali Berwisata Desa Sembungan siap menerima kembali para wisatawan dengan protokol kesehatan yang ketat (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

INILAH saat yang tepat bagi para pelaku di industri pariwisata untuk bergandengan dan bangkit. Pembukaan berbagai tempat wisata dan pelonggaran aktivitas warga menjadi angin segar bagi dimulainya lagi pariwisata di masa kenormalan baru. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang tepat dan benar.

Atas kesadaran itu, sejumlah pelaku wisata di Indonesia menggagas gerakan #KembaliBerwisata. Langkah kolaborasi positif itu bertujuan membangkitkan kembali gairah wisata Indonesia. "Gerakan #KembaliBerwisata merupakan perkumpulan para pelaku wisata seluruh Indonesia. Kurang lebih ada 136 pelaku wisata dari seluruh Indonesia yang juga bekerja sama dengan homestay dan pengelola wisata lokal," jelas Koordinator Trip #KembaliBerwisata Eko Setyo Pambudi kepada Merahputih.com.

Baca Juga:

Menjelajah Wisata Kawah Putih di Era New Normal Bersama Travel Trip

Untuk langkah awal, #KembaliBerwisata menghadirkan sebuah trip simulasi ke dua wilayah, yakni Kepulauan Pahawang, Lampung, dan dan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Wonosobo. Event tersebut digelar pada 24-26 Juli 2020.

Dieng merupakan salah satu kawasan wisata yang menawarkan pemandangan alam menakjubkan (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dalam trip ke Dieng, destinasi wisata awal yang dikunjungi Merahputih.com bersama #KembaliBerwisata yakni Desa Sembungan dan wisata Batu Pandang Ratapan Angin. "Dalam wisata kali ini, ada sejumlah hal yang cukup berbeda dari sebelum pandemi virus Corona melanda Indonesia. Kita wajib melaksanakan sejumlah protokol kesehatan, seperti social distancing, memakai masker, pengecekan suhu tubuh, mengisi form kesehatan serta membawa hand sanitizer, dan rajin mencuci tangan," kata Eko.

Perjalanan dimulai dari titik temu di Plaza Indonesia pukul 20.00 WIB, Jumat (24/7). Setelah beberapa menit melakukan persiapan, mobil travel pun mulai memulai perjalanan dari menuju Dieng pada pukul 21.00 WIB.

Baca juga:

Dari Air hingga Udara, ini 15 Destinasi Wisata Petualangan Terbaik Versi Kemenpar

Para wisatawan harus mematui protokol kesehatan sebelum memasuki wilayah Desa Sembungan (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Setelah sekitar 12 jam perjalanan, rombongan #KembaliBerwisata tiba di kawasan wisata Dieng pada pukul 09.00 WIB. Namun, sebelum memulai mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata, para peserta simulasi trip terlebih dahulu menikmati sarapan pagi dengan kuliner khas Dieng, mi ongklok.

Setelah sarapan pagi, barulah para rombongan peserta trip #KembaliBerwisata menuju salah satu destinasi wisata di Dieng yaitu Desa Sembungan.

Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Desa itu berada di ketinggian 2.300 Mdpl. Lokasinya lebih tinggi daripada Dataran Tinggi Dieng yang dijuluki 'Negeri di Atas Awan'.

Desa tertinggi di Pulau Jawa itu juga turut merasakan dampak yang luar biasa akibat pandemi. Karena itulah, #KembaliBerwisata bekerja sama dengan pengelola wisata setempat untuk melakukan simulasi wisata di desa tersebut.

Desa Sembungan merupakan salah satu favorit para wisatawan. Hal itu lantaran desa tersebut merupakan jalur menuju wisata utama Dieng, yakni melihat matahari terbit di Bukit Sikunir. Selain itu, ada juga beberapa tempat wisata di desa tersebut, seperti Air Terjun Sikarim, Gunung Seroja, Gunung Pakuwojo, dan Telaga Cebong.

Udara dingin nan segar begitu terasa di desa itu, para traveler disarankan mengenakan jaket yang cukup tebal. Ketika berjalan memasuki gerbang Desa Sembunga, para peserta trip #KembaliBerwisata harus mematuhi sejumlah protokol kesehatan

Dari mulai gerbang utama Desa Sembungan, para wisatawan yang masuk diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu wisatawan harus melewati pengecekan suhu tubuh.

Menariknya, protokol kesehatan diterapkan tak sampai di situ saja. Sejumlah spanduk berisikan imbauan wajib menjalani protokol kesehatan dipasang hampir di setiap sisi desa.

Salah seorang pedagang di Desa Sembungan yang ditemui Merahputih.com sangat berharap wisatawan yang berkunjung ramai kembali seperti saat sebelum pandemi. "Saat pandemi Corona kan sempat ditutup beberapa bulan, jadi ya sepi enggak ada penghasilan. Saya sih berharapnya Dieng bisa segera diramaikan kembali dengan wisatawan," ujar Supardi, salah seorang pedagang di Desa Sembungan.

Saat kabut mulai turun, kamu akan merasakan sensasi seperti berada di atas awan (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Selain merupakan jalur menuju tempat-tempat wisata eksotis di Dieng, Desa Sembungan juga punya pemandangan yang sangat fantastis, terlebih ketika kabut mulai turun. Kamu akan merasakan sensasi bak berada di atas awan.

Momen ketika kabut mulai turun itulah yang kerap dinantikan para traveler untuk diabadikan lewat lensa kamera atau ponsel. Pemandangannya sangat indah dan spektakuler.(Ryn)

Baca Juga:

6 Destinasi Wisata Unik dan Melegenda di Lasem

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH