Dianggap Kejam dan Curang, Kontestan Kecam ‘Squid Game: The Challenge’

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 06 Februari 2023
Dianggap Kejam dan Curang, Kontestan Kecam ‘Squid Game: The Challenge’

Permainan 'Squid Game' versi real life dianggap berbahaya karena tidak memerhatikan kondisi fisik kontestannya. (Foto: Rolling Stone)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"MUGUNGHWA kkoci pieot seumnida.” Suara nyanyian sebuah boneka raksasa berwarna kuning dan jingga langsung terngiang-ngiang ketika membaca kalimat itu. Itu adalah lagu dalam salah satu permainan ikonik nan mematikan di serial Squid Game. Permainan ‘Red Light, Green Light’ namanya.

Kini, permainan tradisional itu hadir kembali. Bukan melalui musim kedua, melainkan lewat sebuah pertunjukan reality game bertajuk Squid Game: The Challenge. Sejak 2022 lalu, Netflix secara aktif merekrut partisipan untuk ikut dalam permainannya.

Baca Juga:

Aktor Pemeran 'Squid Game' Ternyata Juga Gagal Menyelesaikan Dalgona Challenge

Seperti yang ada dalam tontonan, pemenang Squid Game di kehidupan nyata ini juga akan mendapatkan hadiah uang senilai USD 4,56 juta atau sekira Rp 68,7 miliar. Bedanya adalah partisipan tidak akan ditembak mati ketika gagal dalam permainan. Hal ini menjadikan Squid Game: The Challenge sebagai acara TV dengan hadiah terbanyak sepanjang sejarah.

Kontestan dalam permainan reality show Squid Game tetap mendapatkan hadiah uang tunai seperti yang tampak dalam permainan. (Foto: Netflix)

Sayangnya, proses produksi permainan Squid Game: The Challenge tak berjalan lancar dan cenderung menuai kecaman. Hal ini disampaikan oleh beberapa mantan kontestan melalui wawancara anonim bersama media Rolling Stones.

“Kami diperlakukan seperti manusia dalam balap kuda. Mereka benar-benar memperlakukan kami seperti seekor kuda dalam lomba yang dingin dan sudah ditentukan,” tutur salah satu kontestan, seperti yang diterjemahkan dari Rolling Stones, Kamis (2/1).

Ia menyebutkan permainan ini sebagai hal paling kejam dan jahat yang pernah dilaluinya. Menurut para mantan kontestan, hal yang dianggap kejam bukanlah aturan permainannya. Melainkan cara panitia memperlakukan manusia di dalam sana.

Baca Juga:

Dalgona Candy, Permen Tradisional yang Jadi Permainan di 'Squid Game'

Mereka memaksa partisipan untuk mengikuti permainan ‘Red Light, Green Light’ selama sembilan jam penuh, di suhu yang dingin, dan keadaan melelahkan. Mereka bahkan bersaksi bahwa banyak tim medis yang berlalu lalang untuk mengangkut peserta pingsan akibat kedinginan.

“Tekanan dan trauma ini datang dari inkompetensi pertimbangan skala (permainan) yang dipaksakan oleh tim penyelenggara,” ungkapnya.

Mantan kontestan ini juga menyatakan bahwa beberapa pemenang sudah ditentukan sejak awal. Jadi permainan yang ada dianggap hanyalah formalitas. Bahkan kontestan memanggilnya dengan sebutan “Net Fix”.

Namun, hal ini kemudian dibantah oleh pihak Netflix. Dalam salah satu pernyataannya, platform streaming merah ini menyebutkan bahwa memang ada beberapa peserta yang menerima perawatan medis. Namun, itu hanya tindakan kecil dan bukan masalah besar.

Netflix menegaskan bahwa seluruh proses produksi mereka bersifat aman dan mengikuti prosedur yang ada. Pada Jumat (3/1) lalu, Netflix bersama co-producing studios yaitu The Garden dan Studio Lambert juga membantah adanya kecurangan dalam permainan Squid Game: The Challenge. (mcl)

Baca Juga:

HoYeon Jung Jadi Girl Crush Netizen Setelah Bermain di 'Squid Game'

#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Marcella

K-Pop enthusiast and books enjoyer.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
Mononoke: The Curse of the Serpent menjadi film ketiga sekaligus penutup trilogi Mononoke. Film ini tayang di Netflix 29 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
'Mononoke: The Curse of the Serpent' Jadi Penutup Trilogi, Tayang di Netflix 29 September
ShowBiz
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
Saat duo bersaudara tersebut tiba, karpet hitam sudah hampir kosong.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Liam dan Noel Gallagher Datang Telat ke Pemutara Perdana 'Oasis: Don’t Look Back in Anger' di London
ShowBiz
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
Trailer terbaru film dokumenter Musk karya Alex Gibney menyoroti sisi kontroversial Elon Musk, dari ambisi hingga berbagai penilaian keras terhadap karakternya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Film Dokumenter 'Musk' Siap Bongkar Ambisi, Kontroversi, dan Sisi Gelap Elon Musk
ShowBiz
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
Andrew Garfield berharap film The Uprising yang tayang 11 September 2026, dapat menggugah masyarakat dan membuat para miliarder merasa ketakutan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Bukan Sekadar Film Pemberontakan, Andrew Garfield Ungkap Pesan di 'The Uprising'
ShowBiz
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
The Whisper Man mencetak debut fantastis di Netflix. Film thriller psikologis itu sudah ditonton 23,2 juta kali.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
'The Whisper Man' Ditonton 23,2 Juta Kali di Netflix, Langsung Masuk 10 Besar
ShowBiz
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
Nathan Fielder membuat film dokumenter 'You Can See Everything' tentang Elizabeth Holmes. Film ini mengikuti kehidupan Holmes hingga ke penjara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Nathan Fielder Diam-Diam Bikin Dokumenter 'You Can See Everything', Ikuti Hidup Elizabeth Holmes hingga ke Penjara
ShowBiz
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
Film 'Empat Musim Pertiwi' karya Kamila Andini akan tayang di Tokyo International Film Festival setelah perjalanan internasionalnya dari Toronto dan Busan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Dari Toronto dan Busan, 'Empat Musim Pertiwi' Kini Melaju ke Tokyo International Film Festival
ShowBiz
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
Film adaptasi Indonesia 'Descendants of the Sun' dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, disutradarai Hanung Bramantyo.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
'Descendants of the Sun' Jadi Film Indonesia, Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo Siap Bawa Kisah Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon ke Layar Lebar
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan 25 Film yang Lolos Seleksi Awal Tahap 1, Ada 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'
FFI 2026 mengumumkan 25 film yang lolos Seleksi Awal Tahap 1 kategori Film Cerita Panjang, dari 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
FFI 2026 Umumkan 25 Film yang Lolos Seleksi Awal Tahap 1, Ada 'Agak Laen Menyala Pantiku!' hingga 'Tukar Takdir'
ShowBiz
Faktor Usia Mulai Terasa, Robert Pattinson Curhat Tantangan Fisik Syuting 'The Batman Part II'
Robert Pattinson mulai merasakan dampak usia saat melakoni adegan perkelahian di The Batman Part II. Simak pengakuan lengkapnya mengenai proses syuting!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Faktor Usia Mulai Terasa, Robert Pattinson Curhat Tantangan Fisik Syuting 'The Batman Part II'
Bagikan