Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR

ImanKImanK - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR

Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto Ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada DPR RI.

Istana telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi nama calon Gubernur BI untuk menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo hanya mengajukan satu nama untuk mengisi posisi Gubernur BI yang sebelumnya ditinggalkan Perry Warjiyo.

"Jadi namanya tunggal ya, satu nama yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti. Yang sekarang beliau menjabat sebagai pejabat Gubernur Sementara," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Prasetyo mengatakan pihak Istana telah berkoordinasi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad terkait pengajuan calon Gubernur BI tersebut.

Baca juga:

Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI

Selain Surpres calon Gubernur BI, pemerintah juga mengirimkan sejumlah surat terkait pergantian pejabat di Bank Indonesia, Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta calon duta besar.

"Yang pertama adalah Surpres mengenai calon definitif Gubernur Bank Indonesia beserta dengan calon pengganti untuk Deputi Senior dan calon pengganti untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya kan berkurang satu. Yang kedua adalah Surpres komisaris OJK. Yang ketiga adalah Surpres calon-calon duta besar untuk negara-negara," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, pimpinan DPR akan menyampaikan secara resmi informasi mengenai calon Gubernur BI kepada publik.

"Besok secara resmi Pimpinan DPR pasti akan menyampaikan kepada teman-teman media dan kepada masyarakat," pungkasnya.

Calon Gubernur Bank Indonesia

Destry
Destry Damayanti jadi Gubernur BI sementara gantikan Perry Warjiyo. Foto: Dok. ANTARA

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Pengajuan Destry Damayanti menjadi babak baru dalam proses penentuan Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut.

Destry saat ini menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Sebelum ditunjuk sebagai pejabat sementara, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI.

Pengalaman tersebut membuat Destry memiliki rekam jejak panjang di sektor ekonomi, moneter, dan keuangan. Kini, ia harus melewati proses fit and proper test di DPR sebelum dapat ditetapkan sebagai Gubernur BI definitif.

Jika mendapat persetujuan DPR dan kemudian ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku, Destry akan menjadi Gubernur BI definitif setelah Perry Warjiyo.

Daftar Gubernur BI dari Masa ke Masa

Perjalanan kepemimpinan Bank Indonesia telah melewati berbagai periode ekonomi dan politik. Berikut daftar Gubernur BI berdasarkan periode kepemimpinannya.

Baca juga:

Syarat Gubernur BI Baru Wajib 'Merah Putih', Plt Destry Damayanti Masuk Kriteria Tidak?

Era Orde Lama

1. Sjafruddin Prawiranegara (1953-1958)

Sjafruddin Prawiranegara merupakan Gubernur BI pertama. Sebelumnya, ia merupakan Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Sjafruddin turut berperan dalam proses pembentukan BI setelah nasionalisasi De Javasche Bank.

2. Loekman Hakim (1958-1959)

Loekman Hakim merupakan ekonom dan politikus yang sebelumnya berkiprah di Kementerian Keuangan. Ia memimpin BI pada masa transisi politik dan ekonomi Indonesia.

3. Soetikno Slamet (1959-1960)

Soetikno Slamet dikenal sebagai birokrat di bidang keuangan. Masa kepemimpinannya berlangsung ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi dan moneter.

4. Soemarno (1960-1963)

Soemarno memimpin BI pada periode ketika kebijakan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi konsep Ekonomi Terpimpin pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

5. Teuku Jusuf Muda Dalam (1963-1966)

Teuku Jusuf Muda Dalam menjadi Gubernur BI terakhir pada era Soekarno. Masa kepemimpinannya berlangsung ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi dan inflasi yang sangat tinggi.

Era Orde Baru

6. Radius Prawiro (1966-1973)

Radius Prawiro memimpin BI setelah pergantian pemerintahan. Ia dikenal berperan dalam pemulihan kondisi moneter dan ekonomi Indonesia setelah periode inflasi tinggi pada akhir era Orde Lama.

7. Rachmat Saleh (1973-1983)

Rachmat Saleh menjabat Gubernur BI selama satu dekade. Ia memimpin bank sentral ketika Indonesia menikmati peningkatan penerimaan dari sektor minyak.

Baca juga:

Pekerjaan Rumah Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo

8. Arifin Siregar (1983-1988)

Arifin Siregar memimpin BI pada periode ketika pemerintah menjalankan berbagai kebijakan deregulasi di sektor perbankan dan keuangan.

9. Adrianus Mooy (1988-1993)

Adrianus Mooy merupakan ekonom asal Nusa Tenggara Timur. Pada masa kepemimpinannya, sektor perbankan Indonesia mengalami perkembangan pesat setelah berbagai kebijakan deregulasi.

10. J. Soedradjad Djiwandono (1993-1998)

Soedradjad Djiwandono memimpin BI pada periode yang berakhir dengan krisis moneter 1997–1998. Ia menghadapi tekanan besar terhadap nilai rupiah dan sistem perbankan nasional.

Era Reformasi hingga Sekarang

11. Syahril Sabirin (1998-2003)

Syahril Sabirin memimpin BI pada masa transisi setelah krisis moneter. Pada periode tersebut, independensi BI semakin diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.

12. Burhanuddin Abdullah (2003-2008)

Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom yang berkarier di BI. Ia memimpin bank sentral ketika sektor perbankan nasional memasuki fase penguatan setelah krisis.

13. Boediono (2008-2009)

Boediono merupakan ekonom dan akademisi yang memimpin BI ketika krisis keuangan global 2008 melanda. Ia kemudian meninggalkan jabatan Gubernur BI setelah terpilih sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca juga:

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Pastikan Pasar Tidak Panic Selling Usai Perry Warjiyo Mundur

14. Darmin Nasution (2010-2013)

Darmin Nasution memimpin BI setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara. Ia kemudian melanjutkan karier pemerintahan dan dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis.

15. Agus Martowardojo (2013-2018)

Agus Martowardojo merupakan mantan Menteri Keuangan dan Direktur Utama Bank Mandiri. Selama memimpin BI, ia terlibat dalam berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran.

16. Perry Warjiyo (2018-2026)

Perry Warjiyo merupakan ekonom internal BI yang menjabat Gubernur BI selama dua periode. Ia pertama kali menjabat untuk periode 2018–2023 dan kembali dipercaya untuk periode 2023–2028.

Perry kemudian mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026. Setelah pengunduran dirinya, BI menetapkan Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

17. Destry Damayanti (Pejabat Gubernur Sementara, 2026-sekarang)

Destry Damayanti menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Sebelumnya, Destry merupakan Deputi Gubernur Senior BI dan telah memiliki pengalaman panjang di sektor ekonomi dan keuangan.

#Daftar Gubernur BI #Prabowo Subianto #Presiden Prabowo Subianto #DPR RI #Gubernur Bank Indonesia #Gubernur BI #Destry Damayanti #Calon Gubernur Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Presiden Prabowo mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI ke DPR. Ini profil dan proses penetapan Gubernur BI definitif.
ImanK - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Ajukan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR
Indonesia
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Evaluasi buku pelajaran memang diperlukan agar materi yang digunakan siswa tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Rencana Evaluasi Buku Pelajaran, Pengamat Ingatkan Juga Pembenahan Mutu Pendidikan
Indonesia
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta PLN dan Pertamina memangkas anak perusahaannya.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Prabowo Mau BUMN Lebih Gesit, Minta Anak-Cucu PLN dan Pertamina Dipangkas
Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Sekolah merupakan ruang belajar yang harus bebas dari segala bentuk ancaman.
Dwi Astarini - Jumat, 07 Agustus 2026
Temuan Ratusan Senjata di Sekolah, DPR RI Khawatirkan Keselamatan Pelajar
Indonesia
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyinggung timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026. Ia membandingkannya dengan Cape Verde.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Indonesia
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang memicu kekeringan ekstrem harus direspons pemerintah melalui sistem kesiapsiagaan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
60 Hektare Bromo Hangus, Legislator Desak Kemenhut Perkuat Mitigasi Karhutla
Indonesia
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Langkah cepat dinilai penting agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berujung pada terganggunya pelayanan publik. 

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
79 Daerah Kekurangan Anggaran Rp 14 Triliun, DPR Desak Pemerintah Pusat Tambah DAU Pemda
Indonesia
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Makalah Nobel Peace Prize 2026 yang mengusung Program MBG diduga menggunakan AI. Publik menemukan jejak prompt AI dalam dokumen, sementara pemerintah menginvestigasi pencatutan nama Presiden Prabowo.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Indonesia
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Pemerintah Indonesia investigasi dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam makalah Nobel Peace Prize 2026 terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Bagikan