Destinasi Wisata di Yogyakarta Bakal Terapkan Cashless Jalan Malioboro yang menjadi magnet bagiwisatawan ke Yogyakarta. (Foto: instagram@bekitravellerph)

DESTINASI wisata di Yogyakarta akan menerapkan transaksi non tunai (cashless) dalam kegiatan operational. Tindakan ini dilakukan guna mencegah meluasnya COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo mengatakan pihaknya akan melakukan uji coba transaksi pembelian tiket secara nontunai.

"Kami dorong untuk cashless (nontunai) karena itu (pembelian tiket) berpotensi untuk kontak juga," kata saat dihubungi di Yogyakarta, Senin, (22/06).

Baca juga:

Indogrosir Sleman Dibuka Kembali, Ini Syarat Masuk Pengunjung

Uji coba akan dilakukan pada awal Juli 2020, khususnya di sejumlah destinasi wisata yang telah merampungkan simulasi prosedur standar operasi (SOP) kenormalan baru.

Pantai Gunung Kidul (Instagram/pesona daerah)

Pantai Gunungkidul (Foto: Instagram/pesona daerah)

Penerapan sistem pembayaran nontunai, menurut dia, sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah pengelola destinasi wisata saat menerima pengunjung yang berasal dari wilayah zona merah.

Selain itu, kata dia, sistem pembayaran nontunai dengan pemesanan tiket secara daring juga bermanfaat untuk memastikan calon pengunjung bisa masuk objek wisata.

"Memastikan sampai di destinasi mereka bisa masuk karena kami menerapkan 50 persen kapasitas pengunjung. Jangan sampai begitu di lokasi, kapasitas penuh," kata dia.

Baca juga:

Hu’Koci Destinasi Baru di Kota Cianjur

Singgih mengatakan secara umum pembukaan destinasi wisata di DIY belum dimulai. Pembukaan secara resmi masih menunggu terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) DIY tentang SOP tatanan kenormalan baru.

Pantai Kukup (Foto: MerahPutih/Fredywansyah)
Pantai Kukup (Foto: MerahPutih/Fredywansyah)

Saat ini, Dispar DIY masih melakukan simulasi penerapan SOP normal baru pada 10 destinasi wisata, 7 hotel, dan 7 restoran sebagai sampel di lima kabupaten/kota dan ditargetkan selesai pada pekan ini.

Setelah simulasi selesai, berikutnya Dispar DIY akan melakukan uji coba pembukaan destinasi wisata dengan membatasi jumlah pengunjung yang masuk.

Ia mengatakan meski sebelumnya Pemda DIY tidak pernah menyatakan menutup destinasi wisata, tetapi pada saat hendak membuka kembali, pengelola destinasi diminta untuk memastikan mematuhi SOP.

"Tidak kemudian asal membuka karena akan sangat berbahaya kalau tidak siap kemudian dibuka. Yang kita hindari itu munculnya klaster pariwisata," pungkaa dia. (*)

Tulisan dari Teresa Ika kontributor untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya

Baca juga:

Pengunjung Pantai Parangtritis Wajib Pakai Masker


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH