Coffee Cupping Ramaikan Jakarta Coffee Week 2017

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 10 September 2017
Coffee Cupping Ramaikan Jakarta Coffee Week 2017

Coffee cupping. (Foto: mp/rizki fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AREA Hype, Pantai Indah Kapuk, tempat penyelenggaraan Jakarta Coffee Week 2017, padat pengunjung, Sabtu (9/9).

Saking padatnya, pengunjung harus mengantre sejak pintu masuk untuk membeli tiket.

Bazar kopi terbesar ini memang amat menarik minta para pecinta kopi. Banyak aktivitas seru yang digelar di ajang tersebut. Sebut saja Pasar Kopi yang menampilkan hasil kopi petani dari 10 provinsi di Indonesia. Ada juga Indonesia Aeropress Competition 2017, yakni ajang kompetisi barista. Yang tak kalah menarik di gelaran Jakarta Coffee Week 2017 ialah coffee cupping.

Proses coffee cupping

Coffee cupping adalah proses observasi rasa kopi sebelum dinikmati penikmat kopi. Sejumlah Q Grader mengobservasi kopi hasil panen beberapa petani kopi yang hadir di Pasar Kopi Jakarta Coffee Week 2017. Hal itu dilakukan untuk mencari biji kopi terbaik.

Setidaknya ada lebih dari 30 sampel yang diobservasi Q Grader. Sampel tersebut akan diamati selama dua hari. Pada Sabtu (9/9), para Q Grader menilai 17 sampel kopi. Di hari terakhir, Minggu (10/9), akan dilakukan proses cupping untuk sisa biji kopi yang ada. Setelah itu, akan diumumkan biji kopi terbaik.

Sepanjang proses coffee cupping oleh para Q Grader, pengunjung Jakarta Coffee Week 2017 tampak antusias menyaksikan. Mereka terlihat ingin tahu seperti apa proses untuk mendapatkan kopi terbaik.

Kopi diobservasi untuk mendapatkan kopi terbaik

Jakarta Coffee Week 2017 diadakan selama tiga hari. Minggu (10/9) merupakan hari terakhhir penyelenggaraan gelaran ini. Bagi Anda yang belum sempat datang, ayo ke Hype, Pantai Indah Kapuk, hari ini dengan tiket masuk Rp15 rb.(Ikh)

Baca juga Pertarungan Barista Di Indonesia Aeropress Championship 2017 Makin Sengit

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan