Cara Jitu Mengatasi Serangan Panik Ketika 'Solo Traveling' Serangan Panik Ketika Solo Traveling

SERANGAN panik bisa saja terjadi ketika kamu melancong sendiri atau solo traveling. Terutama ketika kamu menggunakan moda transportasi udara. Di dalam pesawat kamu bisa merasa cemas saat terjadi turbulensi.

Seorang penulis pada artikel Bustle, Nylah Burton pernah mengalami hal ini. Dia pernah melancong menggunakan pesawat. Ketika berada dalam perjalanan, ia pun mendapatkan serangan panik. Sampai-sampai seorang pramugari duduk disebelah kursinya demi menenangkannya.

Baca juga:

Supaya Penerbangan Nyaman, Jangan Pakai Ini di dalam Pesawat

Menurut Burton, melakukan penerbangan merupakan hal paling menegangkan ketika traveling. Apalagi ketika traveling sendirian. Menempuh perjalanan menggunakan pesawat bisa menjadi pengalaman paling buruk.

Tidak sampai di situ, ketika sampai di tujuan rasa panik bisa tetap melanda. Menurut pengalaman Burton, dia langsung menelepon kerabatnya ketika sampai di bandara. Dia jadi lebih tenang ketika bisa berinteraksi dengan seseorang melalui panggilan telepon.

Solo Traveling
Serangan panik sering terjadi ketika pesawat mengalami turbulensi (Foto: Pexels/Tim Gouw)

Namun, ada cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi serangan panik itu. Terapis yang berbasis di Colorado, Jasmine Crane, mengatakan persiapan matang bisa menghindari serangan panik saat solo traveling. "Datang ke bandara tepat waktu, pastikan memeriksa informasi penerbangan Anda," tutur Crane.

Crane juga menyarankan agar solo traveler membawa benda-benda yang mengingatkan dengan orang di rumah. Entah itu benda religius atau buku sekalipun. "Apapun yang membuat Anda merasa nyaman, dapat mengatasi kecemasan," tambahnya.

Baca juga:

Khusus Pelancong Wanita, Hindari Bar Saat Melancong!

Selain itu, kata Crane, serangan panik juga bisa menyerang pelancong minoritas. Misalnya seperti orang kulit hitam dan yang memiliki ras latin. Termasuk pelancong muslim yang bepergian ke tempat negara dengan mayoritas penduduk non muslim.

Solo Traveling
Solo traveling membuatmu keluar dari zona nyaman (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Menjadi hal berat ketika kaum minoritas tiba di bandara. Melewati sistem keamanan bandara seraya seperti memasuki sebuah penjara. "Melalui keamanan bandara bisa terasa seperti proses serupa ketika Anda masuk penjara," tegas Crane.

Namun, melakukan solo traveling merupakan hal menyenangkan. Kamu bisa keluar dari zona nyamanmu. Biasanya ketika mencoba keluar dari zona nyaman inilah yang membuat solo traveler terkena serangan panik. Karena mereka menemukan hal baru.

Crane sendiri termasuk perempuan berkulit hitam. Dia pernah melakukan solo traveling beberapa tahun lalu. Bahkan, dia menyarankan agar setiap perempuan setidaknya pernah mencoba traveling sendirian satu kali seumur hidup. "Saya pikir itu adalah salah satu hal yang paling menyegarkan dan memberdayakan," imbuh Crane.

Solo traveling juga bisa memberikan manfaat kesehatan mental. Salah satunya ialah kamu bisa memiliki pikiran terbuka. Cara berpikir kamu pun jadi lebih fleksibel. Serta tentunya dapat menghilangkan rasa stres dalam pikiranmu. (ikh)

Baca juga:

Begini Cara Cari Teman Saat Traveling Sendirian

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo