BPIP Sebut Generasi Milienial Jadi Pelaku Utama Perpecahan dan Radikalisme Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (MP/Kanugraha)

MerahPutih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyoroti kegaduhan yang terjadi di media sosial.

Benny menduga, generasi muda atau milenial mudah sekali terjebak untuk melakukan tindakan negatif di media sosial.

Baca Juga

BPIP Ungkap Paham Radikal Tak Hanya Ada di Satu Agama Saja

Ia berujar, generasi muda seringkali melakukan tindakan bermotif kebencian seperti menyebar berita hoaks, isu negatif terkait SARA dan bahkan tindakan radikalisme.

"Gerakan Terorisme seperti terbukti pada kasus terorisme di Katedral Makassar dan Mabes Polri yang para pelakunya berusia relatif muda, di bawah 30 tahun dan meeupakan generasi muda/milenial," jelas Benny kepada MerahPutih.com di Jakarta, Jumat (23/4)

Benny menjelaskan, sekarang ini generasi muda justru terjebak dalam tindakan memecah belah, merundung dan membenci dengan dalih demokrasi dan kebebasan berekspresi. Padahal sebenarnya tidak demikian.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (MP/Kanugraha)
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo (MP/Kanugraha)

Rohaniawan Katolik ini menuturkan, tujuan demokrasi sendiri adalah win win solution dimana semua masalah dapat diselesaikan dengan diskusi dan gotong royong.

"Sehingga tidak ada pihak yang merasa terlalu diuntungkan atau dirugikan," jelas Benny.

Tentunya sejalan dengan nilai Pancasila yaitu gotong royong dimana hak dan kewajiban ada dalam satu nafas

"Kaum Muda harus dapat menjadi penjaga keseimbangan dan nalar demokrasi dalam Masyarakat dengan menerapkan nilai nilai Pancasila," tuturnya.

Pemuda harus mampu menjadi intelektual organik yang tidak hanya menjadi penyeimbang saja.

"Tetapi penyumbang ide yang dapat meningkatkan kesadaran dan nalar demokrasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Knu)

Baca Juga

BPIP Minta Pemuda Galang Kekuatan Lawan Paham Radikal

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah
Indonesia
Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah

Heru juga memastikan, Polisi tetap menangani walaupun belum ada laporan.

Jokowi: Saya Sering Dihina
Indonesia
Jokowi: Saya Sering Dihina

Hal itu dikatakan Jokowi ke Mahfud sebelum dirinya belum menjadi Menko Polhukam

Dicopot dari Menteri, Wishnutama Dapat Posisi Komut Telkomsel
Indonesia
Dicopot dari Menteri, Wishnutama Dapat Posisi Komut Telkomsel

Mantan Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Wishnutama Kusubandio resmi diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan
Dunia
Joe Biden: Demokrasi Kita Berada di Bawah Serangan

Menurut Biden, ini bukanlah protes, tapi pemberontakan.

Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Gubernur Sumsel Capai 72,5 Persen
Indonesia
Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Gubernur Sumsel Capai 72,5 Persen

Lembaga Survei Konsepindo Research and Consulting mencatat, kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mencapai 72,5 persen.

Anies Pastikan Stok Tabung Oksigen di Jakarta untuk Rumah Sakit Aman
Indonesia
Anies Pastikan Stok Tabung Oksigen di Jakarta untuk Rumah Sakit Aman

Selama masa krisis pandemi di Jakarta ini 100 persen oksigen digunakan untuk kegiatan medis

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Salemba
Indonesia
Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Salemba

Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono mengatakan, aksi penganiyaan itu dilakukan karena adanya dendam lama

[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami

Klaim yang menyebutkan tentang pewajiban poligami oleh Pemerintah Rusia, berasal dari usulan salah seorang politisi negara tersebut pada 2006 lalu.

6 Aplikasi Yang Mudahkan Ngurus Administrasi Kependudukan di Kota Bandung
Indonesia
6 Aplikasi Yang Mudahkan Ngurus Administrasi Kependudukan di Kota Bandung

"Tiga tahun terakhir itu kita memang go digital, banyak pelayanan yang bisa dialihkan ke online, dan didukung regulasi yang ada. Sekarang security printing itu bisa diganti HVS, masyarakat bisa cetak sendiri di rumah karena sudah ada pakai barcode," beber Tatang.

Demokrat NTT Nyatakan Dukung Kepemimpinan AHY
Indonesia
Demokrat NTT Nyatakan Dukung Kepemimpinan AHY

DPD Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan seluruh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan kader solid mendukung partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum AHY.